Kabupaten Tulang Bawang Barat | Enam orang dari satu keluarga meninggal dunia dan tiga penumpang lainnya mengalami luka berat dalam kecelakaan di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 25 Oktober 2026, saat Toyota Avanza menabrak bagian belakang truk Fuso Isuzu Giga. Seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang terluka, berada di dalam mobil Avanza. Kendaraan berwarna tersebut diketahui bernomor polisi Z 1473 AG dan membawa sembilan orang ketika kecelakaan terjadi.
Tabrakan itu menyebabkan seluruh penumpang Avanza menjadi korban. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka berat. Dengan demikian, tidak ada penumpang yang berada di truk Fuso yang termasuk dalam jumlah korban yang dilaporkan. Informasi mengenai identitas para korban meninggal tidak dicantumkan dalam keterangan yang tersedia, sehingga mereka disebut sebagai bagian dari satu keluarga. Jumlah korban tersebut sesuai dengan kapasitas rombongan yang berada di dalam Avanza, yakni sembilan penumpang.
Kecelakaan yang melibatkan Avanza dan truk Fuso ini terjadi di ruas Tol Terpeka, jalur yang menghubungkan Terbanggi Besar dengan Pematang Panggang hingga Kayu Agung. Benturan terjadi ketika Avanza menabrak bagian belakang kendaraan berat Isuzu Giga tersebut. Fakta yang disampaikan mengenai kejadian ini mencakup lokasi, waktu, jenis kendaraan, nomor polisi Avanza, serta jumlah korban. Belum ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai penyebab tabrakan, urutan kejadian sebelum benturan, atau kondisi pengemudi. Karena itu, rincian tersebut tidak dapat dipastikan dari laporan awal ini.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan menerangkan, kecelakaan Toyota Avanza dan truk Fuso Isuzu Giga terjadi sekitar pukul 13.34 WIB di KM 198.100 jalur A Tol Terpeka. Kedua kendaraan diketahui melaju searah, dari Lampung menuju Palembang. Avanza dikemudikan anggota Polri Agung Eko Prasetyo, 42 tahun, sedangkan truk Fuso bernomor polisi BE 9925 BU dikemudikan Bayu, 30 tahun. Keterangan tersebut menggambarkan posisi dan arah kendaraan berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Agung diduga mengantuk saat mengemudikan mobil sehingga kehilangan kendali. Ketika berada di lajur dua, Avanza itu disebut oleng ke kiri. Mobil kemudian menyerempet guardrail atau pagar pengaman di sisi jalan sebelum menabrak bagian belakang truk Fuso. Rangkaian peristiwa tersebut masih merupakan dugaan awal yang disampaikan kepolisian, bukan kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan. Petugas masih perlu mencocokkan keterangan para saksi dengan kondisi kendaraan dan hasil pemeriksaan di lokasi.
Adapun truk Fuso saat itu berada di bahu luar jalan tol, bukan sedang melaju di lajur utama. Menurut keterangan yang disampaikan, Bayu berhenti karena memeriksa baut pada roda belakang kiri yang patah. Informasi mengenai posisi truk dan kegiatan pengemudinya menjadi bagian dari kronologi awal yang ditelusuri penyidik. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bagaimana truk berada di bahu luar, berapa lama kendaraan berhenti, serta bagaimana kondisi area di sekitarnya ketika tabrakan terjadi.
Himmawan menegaskan dugaan pengemudi Avanza mengantuk dan kehilangan kendali harus dipahami sebagai hasil pemeriksaan awal. Demikian pula, uraian mengenai mobil yang oleng, menyentuh guardrail, lalu menghantam bagian belakang truk masih menjadi bagian dari rekonstruksi sementara. Penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan hanya dari satu keterangan atau satu temuan. Kepolisian perlu mengumpulkan bukti dan menyelidiki seluruh faktor yang mungkin berperan, termasuk kondisi kendaraan serta situasi jalan. Dengan demikian, kronologi yang disampaikan saat ini merupakan gambaran awal untuk menjelaskan kejadian di KM 198.100, sementara penetapan penyebab tetap menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.
Benturan keras Toyota Avanza dan truk Fuso menyebabkan bagian depan Avanza mengalami kerusakan parah. Kondisi kendaraan tersebut menggambarkan kuatnya tabrakan yang terjadi di Tol Terpeka. Seluruh sembilan orang yang berada di dalam mobil menjadi korban dalam kecelakaan ini. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan medis segera.
Korban luka berat yang identitasnya disebutkan adalah Tri Sutanti, warga Penawar Aji, Gedung Aji Lama, serta Abit dan Akaysa. Ketiganya termasuk dalam rombongan penumpang Avanza yang terdampak benturan. Seluruh korban kemudian dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Korban yang membutuhkan perawatan dirujuk ke RS Mutiara Bunda Unit 2 untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Petugas jalan tol dan kepolisian mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai tabrakan tersebut. Mereka melakukan penanganan di tempat kejadian, termasuk membantu proses evakuasi para korban dan mengatur penanganan kendaraan yang terlibat. Upaya evakuasi korban selesai sekitar pukul 15.32 WIB. Informasi waktu tersebut menandai selesainya proses pemindahan korban dari lokasi, bukan berakhirnya seluruh pekerjaan di tempat kejadian.
Setelah para korban dievakuasi, petugas masih melakukan penanganan terhadap Avanza yang mengalami kerusakan berat. Kendaraan itu belum dapat dipindahkan dengan cara biasa, sehingga petugas derek masih bekerja untuk mengevakuasinya. Kerusakan parah pada bagian depan mobil membuat proses penanganan kendaraan memerlukan perhatian khusus. Sementara itu, para korban luka telah dibawa ke rumah sakit agar memperoleh pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Peristiwa ini melibatkan seluruh penumpang Avanza, dengan enam korban meninggal dan tiga korban luka berat. Penanganan di lokasi mencakup evakuasi korban serta pengangkatan kendaraan yang rusak. Petugas jalan tol dan kepolisian tetap berada di lokasi untuk mendukung proses tersebut setelah laporan diterima. Adapun Tri Sutanti, Abit, dan Akaysa merupakan nama korban luka berat yang tersedia dalam keterangan kejadian; Tri disebut berasal dari Penawar Aji, Gedung Aji Lama.
Unit Gakkum Satlantas Polres Tulang Bawang Barat masih menyelidiki penyebab pasti tabrakan yang melibatkan Avanza dan truk Fuso di Tol Terpeka. Hingga kini, proses penyelidikan belum menghasilkan kesimpulan mengenai faktor yang memicu kecelakaan tersebut. Karena itu, penyebab kejadian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari petugas.
AKBP Himmawan menyampaikan bahwa penyelidikan mencakup pemeriksaan kondisi kendaraan yang terlibat. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya petugas untuk memperoleh informasi terkait kondisi kendaraan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, polisi mengumpulkan keterangan dari para saksi. Keterangan saksi dan hasil pemeriksaan kendaraan merupakan bahan yang sedang dihimpun dalam penanganan perkara.
Pengumpulan informasi tersebut dilakukan untuk membantu penyidik menelaah kejadian berdasarkan hal-hal yang dapat diperiksa dan keterangan yang tersedia. Namun, belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan kendaraan maupun isi keterangan saksi yang dapat menjadi dasar untuk menyatakan penyebab kecelakaan. Dengan demikian, perkembangan penanganan tetap berada pada tahap penyelidikan, dan belum ada kesimpulan resmi yang disampaikan mengenai faktor penyebabnya.
AKBP Himmawan juga mengingatkan pengemudi agar menjaga kondisi tubuh tetap prima, terutama ketika menempuh perjalanan jauh. Pengemudi perlu memperhatikan keadaan diri selama berkendara dan tidak memaksakan perjalanan apabila mulai merasa mengantuk. Jika kantuk muncul, pengemudi diimbau berhenti di tempat istirahat yang aman. Berhenti untuk beristirahat dapat menjadi langkah yang lebih aman daripada melanjutkan perjalanan dalam kondisi tubuh tidak prima.
Imbauan tersebut ditujukan kepada para pengendara agar keselamatan tetap diperhatikan selama perjalanan, termasuk saat menempuh jarak jauh. Sementara itu, Unit Gakkum Satlantas Polres Tulang Bawang Barat masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi kendaraan sebagai bagian dari penyelidikan. Penyebab pasti tabrakan belum ditetapkan, sehingga perkembangan selanjutnya masih menunggu hasil penanganan petugas.






