Kabupaten Kediri | Empat sekolah rakyat menerima penghargaan sebagai penyelenggara sekolah rakyat terbaik dalam Mandaya Awards 2026. Apresiasi tersebut diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil menyelenggarakan program tersebut. Penghargaan ini menjadi inti pengakuan yang disampaikan dalam ajang Mandaya Awards tahun 2026, dengan perhatian khusus pada penyelenggaraan sekolah rakyat.
Pemberian penghargaan itu menandai adanya apresiasi terhadap empat sekolah yang dianggap memenuhi penilaian sebagai penyelenggara terbaik. Dalam informasi yang disampaikan, penerima penghargaan disebut sebagai sekolah rakyat, tanpa rincian nama atau lokasi masing-masing sekolah. Karena itu, pengakuan ini dapat dipahami sebagai penghargaan bagi empat institusi tersebut atas penyelenggaraan program sekolah rakyat, bukan sebagai keterangan mengenai capaian terpisah yang tidak disebutkan.
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menjadi pihak yang memberikan apresiasi dalam Mandaya Awards 2026. Penetapan empat sekolah sebagai penerima penghargaan menunjukkan bahwa penyelenggaraan program mereka dinilai berhasil oleh pihak pemberi penghargaan. Informasi yang tersedia tidak merinci kriteria penilaian, bentuk kegiatan, maupun aspek tertentu yang menjadi dasar penetapan. Oleh sebab itu, penghargaan ini dapat diberitakan secara langsung sebagai pengakuan terhadap sekolah-sekolah yang dinilai berhasil menjalankan program tersebut.
Mandaya Awards 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara sekolah rakyat yang terpilih. Fokus penghargaan berada pada peran sekolah sebagai pelaksana program, sebagaimana tercermin dalam kategori penyelenggara sekolah rakyat terbaik. Dengan demikian, pokok informasi mengenai penghargaan ini mencakup empat penerima, kategori yang diberikan, serta kementerian yang memberikan apresiasi. Penghargaan tersebut menegaskan bahwa keempat sekolah itu memperoleh pengakuan atas keberhasilan dalam menyelenggarakan program sekolah rakyat, sesuai penilaian yang menjadi dasar pemberian penghargaan. Tidak ada keterangan tambahan mengenai identitas sekolah ataupun alasan khusus yang perlu diasumsikan di luar informasi tersebut.
Mandaya Awards 2026 memberikan apresiasi kepada empat sekolah rakyat yang dinilai berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Penerima penghargaan tersebut adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, SRT 1 Kabupaten Bogor, serta Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat. Keempat nama ini mencerminkan keterlibatan satuan pendidikan dari sejumlah wilayah, sekaligus menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam upaya memperluas kesempatan dan mendukung pengembangan masyarakat. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran sekolah-sekolah tersebut dalam lingkup pemberdayaan yang mendapat perhatian melalui ajang Mandaya Awards.
Tiga penerima pertama, yakni SRT 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, dan SRT 1 Kabupaten Bogor, berasal dari jenjang SMA. Sementara itu, penerima keempat adalah SRMA 14 Bandung Barat. Penyebutan nama sekolah beserta daerah asalnya memperlihatkan cakupan penerima yang melintasi kabupaten dan wilayah berbeda, dengan tiga sekolah terintegrasi dan satu sekolah menengah atas. Keempatnya masuk dalam daftar institusi pendidikan yang diapresiasi pada tahun 2026. Informasi jenjang ini membedakan tiga SRT dari SRMA 14 Bandung Barat, tanpa mengubah kedudukan seluruh penerima sebagai sekolah yang memperoleh pengakuan dalam kategori apresiasi tersebut.
Cakupan Mandaya Awards 2026 tidak terbatas pada sekolah. Penghargaan ini diberikan kepada beragam pihak yang dianggap memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, badan usaha, dan masyarakat. Dengan demikian, daftar empat sekolah rakyat tersebut merupakan bagian dari penghargaan yang menjangkau berbagai unsur. Kehadiran penerima dari sektor pemerintahan, pendidikan tinggi, lembaga keagamaan, dunia usaha, serta masyarakat menunjukkan luasnya pihak yang dapat berperan dalam pemberdayaan. Apresiasi terhadap sekolah-sekolah ini sekaligus menempatkan kontribusi satuan pendidikan dalam kerangka kerja bersama lintas sektor, yang melibatkan berbagai pihak sesuai peran dan kapasitas masing-masing.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penurunan kemiskinan tidak berlangsung dengan sendirinya. Perubahan itu, menurutnya, membutuhkan keterlibatan banyak pihak yang bekerja bersama dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Upaya mengurangi kemiskinan bukan semata tugas pemerintah, melainkan ikhtiar bersama yang memerlukan partisipasi masyarakat di berbagai tingkat.
Dalam pandangannya, kontribusi dapat datang dari beragam unsur, mulai dari kepala desa yang memahami kebutuhan warganya, dosen dan mahasiswa yang dapat menyumbangkan pengetahuan, hingga pengusaha yang membuka peluang ekonomi. Ia juga menyoroti peran pimpinan pesantren dalam menggerakkan komunitas dan mendukung pemberdayaan. Keterlibatan lintas kelompok tersebut dinilai penting agar upaya penanggulangan kemiskinan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Muhaimin menyampaikan pandangan itu di Ballroom Plaza BP Jamsostek, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ia mengaitkan kerja bersama tersebut dengan data kemiskinan yang disampaikan berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026. Tingkat kemiskinan tercatat turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen, sementara jumlah warga yang berada dalam kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan.
Jumlah warga dalam kemiskinan ekstrem, menurut data yang ia sebutkan, berkurang dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa. Muhaimin menjelaskan bahwa selisih itu berarti sekitar 1,1 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem dalam dua tahun. Angka tersebut menunjukkan perubahan yang berarti bagi kehidupan masyarakat, sekaligus menggambarkan pentingnya menjaga kesinambungan berbagai upaya pemberdayaan.
Ia menekankan bahwa capaian tersebut perlu dipahami sebagai hasil dari keterlibatan banyak pihak, bukan proses yang terjadi secara otomatis. Peran kepala desa, kalangan akademik, mahasiswa, pelaku usaha, pimpinan pesantren, serta unsur masyarakat lain dapat saling melengkapi. Dengan kerja bersama, upaya pengurangan kemiskinan dapat terus diperkuat dan diarahkan agar manfaatnya dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Pemerintah mengoordinasikan berbagai program pemberdayaan untuk memperluas kesempatan dan dukungan bagi masyarakat. Upaya tersebut mencakup pemberdayaan melalui pendidikan, pembiayaan usaha, pendampingan desa, serta program-program lain yang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Koordinasi lintas program ini menjadi bagian dari pendekatan pemerintah dalam mendukung kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian, termasuk keluarga dengan keterbatasan akses terhadap layanan dan kesempatan. Dalam kerangka itu, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu jalur penting pemberdayaan, berdampingan dengan dukungan ekonomi dan penguatan masyarakat di tingkat desa. Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang dijalankan melalui pendekatan pendidikan tersebut. Kehadirannya memperlihatkan upaya pemerintah menyediakan lingkungan belajar bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan kurang beruntung. Program ini dilaporkan diikuti oleh 44.200 anak. Jumlah tersebut menggambarkan skala pelaksanaan Sekolah Rakyat, yang menjadi bagian dari rangkaian inisiatif pemberdayaan yang dikoordinasikan pemerintah. Program-program ini memiliki bentuk dukungan yang beragam, tetapi diarahkan untuk menjangkau masyarakat melalui layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Muhaimin menggambarkan para murid Sekolah Rakyat sebagai anak-anak dari keluarga paling miskin. Menurutnya, sebagian dari mereka sebelumnya terlantar atau berada dalam keadaan kurang beruntung. Ia menyoroti bahwa anak-anak tersebut kini memperoleh kesempatan untuk bersekolah dalam lingkungan yang menyediakan fasilitas lengkap dan memadai. Pernyataan itu menekankan perubahan kondisi belajar yang dapat mereka alami, dari keadaan sebelumnya menuju kegiatan pendidikan dengan dukungan sarana yang lebih baik. Sekolah Rakyat, dalam konteks ini, bukan hanya disebut sebagai salah satu program pemberdayaan pemerintah, tetapi juga sebagai tempat belajar bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan dan fasilitas yang mendukung. Muhaimin menyampaikan gambaran tersebut sebagai bagian dari penjelasan mengenai murid dan perkembangan mereka selama mengikuti program. Penyediaan fasilitas yang lengkap dan memadai menjadi salah satu aspek yang ia kemukakan ketika menggambarkan kondisi belajar para murid.
Baca juga: Revit Sekolah Nganjuk Jadi Bola Panas: Potongan dan Kualitas Bangunan Disorot | Sambut HUT Ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 1714/Puncak Jaya Bersama Rakyat Menanam Pohon Demi Masa Depan Baik





