Dua Latihan Gabungan CSTO Dimulai di Belarus dengan Libatkan Enam Negara

Dua Latihan Gabungan CSTO Dimulai di Belarus dengan Libatkan Enam Negara

medan | Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) memulai dua latihan militer gabungan di Belarus pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kedua kegiatan tersebut adalah “Indestructible Brotherhood-2026” dan “Barrier-2026”, yang diselenggarakan sebagai bagian dari kerja sama pertahanan multilateral negara-negara anggota CSTO.

Latihan ini melibatkan enam negara anggota organisasi tersebut dan berlangsung di wilayah Belarus sebagai negara penyelenggara. Pembukaan kegiatan menandai dimulainya rangkaian simulasi serta koordinasi militer bersama yang telah dirancang dalam kerangka CSTO. Melalui latihan itu, para peserta menguji kesiapan, komunikasi, dan kemampuan bekerja secara terpadu dalam menghadapi berbagai skenario keamanan.

Belarus menjadi lokasi penting bagi pelaksanaan latihan karena negara tersebut berperan sebagai tuan rumah dan bagian dari struktur CSTO. Seluruh kegiatan berlangsung dalam konteks kerja sama antarnegara anggota, bukan sebagai peristiwa yang berkaitan dengan Indonesia. Informasi mengenai latihan ini menempatkan Belarus dan CSTO sebagai pusat pemberitaan internasional pada Minggu tersebut.

Latihan gabungan semacam ini umumnya digunakan untuk memperkuat koordinasi antarpasukan, menyelaraskan prosedur operasional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Dengan dimulainya “Indestructible Brotherhood-2026” dan “Barrier-2026”, CSTO kembali memperlihatkan mekanisme kerja sama keamanan yang melibatkan sejumlah anggotanya dalam satu agenda militer bersama di Belarus.

Latihan pos komando yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian kolektif Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) resmi dibuka di Alun-Alun Kemenangan, Kota Vitebsk, Belarus. Upacara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan latihan gabungan yang menguji kesiapan koordinasi, perencanaan, dan pengendalian operasi bersama di negara-negara anggota organisasi tersebut. Lokasi pembukaan dipilih karena memiliki nilai sejarah penting bagi Belarus serta menjadi ruang publik yang berkaitan erat dengan penghormatan terhadap pengorbanan para pembela negara.

Kontingen Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Rusia, dan Tajikistan berkumpul di alun-alun itu untuk mengikuti prosesi pembukaan. Kehadiran para personel dari berbagai negara mencerminkan komitmen terhadap kerja sama keamanan regional dan pemeliharaan kemampuan pasukan penjaga perdamaian kolektif CSTO. Dalam suasana khidmat, para peserta meletakkan bunga di tugu peringatan yang didedikasikan bagi para pembebas Soviet, partisan, dan pejuang bawah tanah yang berjuang di kawasan tersebut. Prosesi itu sekaligus menjadi penghormatan kepada mereka yang gugur dalam perjuangan melawan pendudukan dan mempertahankan wilayah Belarus.

Upacara tersebut dihadiri Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata sekaligus Wakil Pertama Menteri Pertahanan Belarus, Mayor Jenderal Vladimir Bely. Turut hadir Wakil Kepala Staf Gabungan CSTO, Letnan Jenderal Ruslan Shpekbaev, serta Komandan Pasukan Operasi Khusus Angkatan Bersenjata Belarus, Kolonel Alexander Ilyukevich. Kehadiran para pejabat militer senior menegaskan pentingnya latihan ini bagi penguatan interaksi antarkomando dan peningkatan kesiapan operasional. Setelah prosesi penghormatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda latihan pos komando sesuai rencana yang telah disusun oleh pihak-pihak terkait.

Dalam sambutannya, Vladimir Bely menekankan bahwa lanskap keamanan global terus mengalami perubahan. Menurut Bely, perkembangan tersebut ditandai oleh munculnya tantangan dan ancaman yang semakin kompleks, sehingga negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) perlu meningkatkan kesiapan bersama. Ia memandang kerja sama regional sebagai unsur penting untuk menjaga stabilitas serta merespons berbagai risiko yang dapat memengaruhi keamanan negara-negara anggota.

Bely menyerukan penguatan koordinasi di dalam CSTO, baik melalui pertukaran pengalaman maupun peningkatan kemampuan operasional. Dalam penjelasannya, kerja sama yang lebih erat diperlukan agar setiap negara dapat bertindak secara terkoordinasi ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan. Ia juga menempatkan latihan gabungan sebagai sarana penting untuk menguji kesiapan pasukan, memperbaiki komunikasi antarmiliter, dan memastikan bahwa mekanisme respons bersama dapat berjalan secara efektif.

Dalam sambutan yang sama, Bely menyampaikan penilaiannya mengenai kebijakan dan tindakan negara-negara Barat. Menurutnya, langkah-langkah tersebut meningkatkan risiko keamanan regional dan memperumit situasi yang dihadapi negara-negara CSTO. Penilaian ini merupakan pandangan Bely dalam konteks pembahasan mengenai kondisi keamanan, bukan kesimpulan terpisah dari penyelenggara latihan atau penulis. Karena itu, penguatan kerja sama internal dipandangnya sebagai kebutuhan yang semakin mendesak.

Bely juga menekankan bahwa latihan gabungan harus dilaksanakan secara efektif dan berorientasi pada tujuan pertahanan bersama. Kegiatan semacam itu tidak hanya berkaitan dengan pengerahan personel dan peralatan, tetapi juga dengan kemampuan untuk menyusun rencana, berbagi informasi, serta mengambil keputusan dalam kondisi yang berubah. Melalui latihan yang terkoordinasi, negara-negara peserta diharapkan dapat memperkuat kepercayaan satu sama lain dan meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai skenario keamanan.

Pesan tersebut menempatkan latihan di Belarus sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperdalam kerja sama keamanan regional. Bagi Bely, kesatuan sikap dan kesiapan praktis menjadi landasan penting bagi CSTO dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.

Latihan khusus “Barrier-2026” dibuka secara terpisah di Wilayah Minsk oleh Brigade Kedelapan Perlindungan Radiologi, Kimia, dan Biologi. Kegiatan ini dirancang untuk menguji kemampuan perlindungan gabungan serta dukungan medis ketika pasukan menghadapi risiko radiologis, kimia, dan biologis. Salah satu skenario utamanya ialah respons terhadap ancaman biologis, termasuk pengenalan bahaya, pengamanan area terdampak, dekontaminasi, dan pemberian bantuan kepada personel maupun masyarakat yang memerlukan pertolongan.

Komposisi peserta menunjukkan bahwa latihan tersebut tidak terbatas pada unsur angkatan bersenjata. Personel dari badan urusan dalam negeri, kepolisian, pasukan internal, dan layanan darurat turut dilibatkan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga. Keterlibatan berbagai unsur ini penting karena penanganan insiden biologis atau kimia memerlukan pembagian tugas yang jelas, mulai dari pengendalian wilayah dan evakuasi hingga pemeriksaan medis, pengiriman peralatan, serta pemulihan kondisi di lokasi.

Pada waktu yang sama, “Indestructible Brotherhood-2026” diarahkan untuk mengasah pelaksanaan operasi pemeliharaan perdamaian. Kedua latihan berlangsung di lokasi berbeda: “Barrier-2026” digelar di medan latihan Starodorozhsky, sedangkan “Indestructible Brotherhood-2026” berlangsung di medan latihan Losvido. Perbedaan tujuan dan tempat pelaksanaan memungkinkan setiap kegiatan menguji kemampuan khusus, tetapi tetap berada dalam kerangka kerja sama pertahanan kolektif.

Secara keseluruhan, pengerahan kedua latihan mencakup lebih dari 1.500 personel militer dan lebih dari 300 unit peralatan militer serta peralatan khusus. Di perlengkapan itu terdapat sekitar 80 kendaraan udara nirawak yang dapat digunakan untuk pengintaian, pemantauan wilayah, dan dukungan terhadap pengambilan keputusan. Kegiatan ini melibatkan negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Rusia, dan Tajikistan.

Baca juga: Latihan Cyber Super Garuda Shield 2026 Perkuat kemampuan Pertahanan Siber Gabungan | TNI Dan Militer Negara Sahabat Bangun Sinergi Operasi Gabungan Melalui STAFFEX SGS 2026 | Latgabma SGS 2026, Menguji Ketangguhan Sinergi Land Joint Strike Antar Negara Pada Latihan Puncak