Dipanggil Berkali-kali, Klinik Sentosa Tetap Mangkir dari Mediasi Disnaker

Dipanggil Berkali-kali, Klinik Sentosa Tetap Mangkir dari Mediasi Disnaker

Jakarta | Empat mantan petugas keamanan kembali mendatangi kantor Disnaker DKI Jakarta dengan harapan ada perkembangan baru terkait sengketa ketenagakerjaan yang mereka hadapi. Namun hingga agenda pemanggilan digelar pada 6 Mei 2026, pihak perusahaan yang dipersoalkan justru kembali tidak muncul.

Perkara tersebut melibatkan Klinik Utama Sentosa dan Klinik Apollo yang berlokasi di kawasan Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta. Perselisihan bermula setelah empat pekerja mengaku diberhentikan dari pekerjaan mereka dan hingga kini belum menerima hak pesangon.

Suasana ruang mediasi siang itu berlangsung cukup serius. Para pekerja hadir didampingi tim kuasa hukum dari Law Office Even, Esta & Partners serta perwakilan LSM GMBI Distrik Jakarta Timur. Hadir pula Pengawas Disnaker DKI Jakarta dan Korwas PPNS Polda Metro Jaya untuk mengikuti jalannya pembahasan.

Meski begitu, absennya pihak perusahaan membuat proses mediasi kembali belum menghasilkan keputusan yang diharapkan para pekerja.

Kuasa hukum pekerja, Hendricus Eventius, S.H., menjelaskan bahwa upaya penyelesaian sebenarnya telah ditempuh sejak tahun lalu. Langkah awal dilakukan melalui pengajuan tripartit pada 2 Juni 2025.

Dari proses tersebut, Disnaker disebut telah mengeluarkan surat anjuran yang meminta perusahaan memenuhi kewajibannya terhadap pekerja yang terkena PHK. Namun rekomendasi tersebut disebut tidak dijalankan.

β€œPekerja hanya meminta hak mereka dipenuhi sesuai aturan,” ujar Hendricus usai pertemuan.

Karena tidak ada tindak lanjut dari perusahaan, pihak pekerja kemudian mengajukan laporan kepada Pengawas Disnaker DKI Jakarta pada 17 Oktober 2025. Laporan itu tidak hanya berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja, tetapi juga dugaan pembayaran gaji yang dinilai berada di bawah standar UMR.

Di tengah proses pengaduan berlangsung, pihak pekerja mengaku menerima hasil gelar perkara tertanggal 17 Desember 2025 yang menyebut Klinik Utama Sentosa sudah tidak lagi beroperasi.

Kesimpulan tersebut justru menimbulkan tanda tanya dari pihak pekerja dan pendamping hukumnya. Mereka menilai hasil gelar perkara muncul sebelum pemeriksaan terhadap pengadu dilakukan secara menyeluruh.

β€œKami mempertanyakan dasar dari hasil gelar perkara itu karena pemeriksaan terhadap pelapor belum selesai,” kata Hendricus.

Tidak lama setelah itu, terbit surat keputusan dari Kepala Disnaker DKI Jakarta yang menyatakan perkara tidak dapat dilanjutkan atau dihentikan.

Keputusan tersebut sempat membuat proses penyelesaian sengketa berhenti. Namun pihak GMBI Jakarta Timur yang dipimpin Hakim Iskandar mengaku terus melakukan pendampingan agar kasus tersebut kembali diproses.

Setelah melalui berbagai tahapan, perkara akhirnya dibuka kembali. Meski begitu, sampai saat ini para mantan pekerja mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai pembayaran pesangon yang mereka tuntut.

Dalam agenda terakhir, pihak pekerja juga meminta penjelasan terkait status perusahaan yang disebut telah tutup. Mereka mempertanyakan apakah perusahaan pernah menyampaikan laporan resmi kepada Disnaker selama menjalankan operasional.

Selain itu, pihak pekerja meminta penjelasan mengenai hasil pengawasan terhadap perusahaan selama masih aktif beroperasi.

Suasana mediasi sempat berlangsung cukup alot ketika pihak pekerja meminta kejelasan mengenai langkah lanjutan penyelesaian perkara. Beberapa mantan pekerja terlihat beberapa kali berdiskusi dengan kuasa hukum mereka di sela forum berlangsung.

Karena pihak perusahaan kembali tidak hadir, agenda akhirnya ditutup dengan rencana pemanggilan ulang untuk pertemuan berikutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Klinik Utama Sentosa maupun Klinik Apollo terkait tuntutan pesangon serta dugaan PHK sepihak yang disampaikan mantan pekerja mereka.

πŸ“š Artikel Terkait:

  • <a href="https://lensapers.com/proyek-wifi-desa-di-tuban-disorot-speed-test-diduga-tak-sesuai-klaim-pemerintah/”>Proyek WiFi Desa di Tuban Disorot, Speed Test Diduga Tak Sesuai Klaim Pemerintah
  • <a href="https://lensapers.com/dugaan-praktik-judi-sabung-ayam-dan-dadu-di-sejumlah-wilayah-kediri-kembali-disorot-warga-sebut-penindakan-masih-sebatas-seremonial/”>Dugaan Praktik Judi Sabung Ayam dan Dadu di Sejumlah Wilayah Kediri Kembali Disorot, Warga Sebut Penindakan Masih Sebatas Seremonial
  • Senkom Kota Cilegon Jamu Senkom Kabupaten Tangerang FC, Pertandingan Meriah dan Penuh Kekeluargaan

Respon (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *