BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kabar mengenai For Revenge yang disebut akan bubar ramai beredar di media sosial menjelang rangkaian konser tunggal bertajuk “20 Tahun: Titik Sadrah”. Isu tersebut menjadi perhatian karena muncul ketika band asal Bandung itu tengah menyiapkan perayaan perjalanan bermusiknya selama dua dekade. Percakapan di penggemar pun berkembang, terutama terkait masa depan grup dan aktivitas mereka setelah rangkaian pertunjukan tersebut digelar.
Dalam informasi yang beredar, konser “20 Tahun: Titik Sadrah” dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 31 Oktober 2026. Setelah itu, For Revenge juga akan tampil di Kuala Lumpur pada 15 November 2026. Kedua agenda tersebut menjadi bagian dari perayaan 20 tahun perjalanan band, sekaligus kesempatan bagi For Revenge untuk kembali menyapa pendengar melalui pertunjukan berskala khusus. Namun, sumber yang beredar di media sosial turut memunculkan kabar bahwa grup tersebut akan mengakhiri aktivitasnya.
Klarifikasi mengenai isu itu kemudian disampaikan langsung oleh Boniex ketika menghadiri showcase menuju “Titik Sadrah” di M Bloc, Jakarta Selatan, Kamis (8/10). Kehadiran vokalis For Revenge tersebut menjadi momen bagi publik untuk memperoleh penjelasan terkait kabar yang sedang ramai diperbincangkan. Boniex menegaskan bahwa For Revenge tetap berkarya di tengah isu pembubaran yang beredar. Pernyataan itu menjawab spekulasi mengenai keberlangsungan band, tanpa mengubah informasi mengenai jadwal konser di Bandung dan Kuala Lumpur yang telah disebutkan sebelumnya. Dengan demikian, kabar tentang For Revenge bubar menjadi isu yang diklarifikasi oleh Boniex saat persiapan menuju perayaan dua dekade grup tersebut terus berjalan.
Ketika ditanya mengenai kabar yang menyebut For Revenge akan bubar, Boniex memberikan tanggapan awal secara langsung. Vokalis tersebut mengaku bingung karena tidak mengetahui sumber maupun awal mula beredarnya isu itu. Menurut Boniex, kabar pembubaran tersebut bukan informasi yang ia pahami atau sampaikan kepada publik. Ia juga tidak menunjuk pihak tertentu sebagai penyebar kabar tersebut. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa responsnya didasarkan pada pengetahuan pribadi, bukan pada dugaan yang berkembang di luar lingkaran band.
Sikap Boniex menunjukkan bahwa ia memilih menanggapi kabar tersebut secara terbuka tanpa memperluas isu dengan dugaan baru. Ia menyampaikan apa yang diketahui dan dirasakannya ketika pertanyaan itu diajukan, sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak memahami dasar munculnya kabar pembubaran. Keterangan langsung tersebut penting untuk memberikan konteks di tengah percakapan publik mengenai kondisi For Revenge. Alih-alih membiarkan spekulasi berkembang tanpa penjelasan, Boniex menghadirkan klarifikasi dari sudut pandang personel yang terlibat langsung dalam aktivitas band. Respons itu juga memperlihatkan bahwa setiap informasi mengenai masa depan grup sebaiknya merujuk pada pernyataan resmi dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Isu mengenai kemungkinan For Revenge berhenti berkarya disebut bermula dari sebuah kalimat yang disampaikan Boniex dalam salah satu video promosi konser buatan promotor. Ucapan tersebut kemudian dipahami sebagian warganet sebagai tanda bahwa For Revenge akan mengakhiri perjalanan. Padahal, pernyataan Boniex menyiratkan bahwa band tersebut pada waktu tertentu perlu berhenti sejenak. Perbedaan pemaknaan atas kalimat singkat itu lantas memunculkan dugaan dan pembicaraan mengenai keberlanjutan For Revenge.
Boniex menduga kabar tersebut semakin berkembang setelah sejumlah potongan klip wawancara For Revenge beredar di kalangan netizen. Wawancara itu dilakukan bersama keempat anggota band dalam satu kesempatan. Dalam situasi tersebut, setiap jawaban disampaikan secara spontan, sesuai dengan keadaan dan perasaan yang mereka rasakan pada saat wawancara berlangsung. Karena diambil dari percakapan yang berlangsung secara langsung, potongan jawaban itu kemudian dapat dipahami secara berbeda ketika dipisahkan dari keseluruhan wawancara.
Menurut penjelasan Boniex, klip-klip tersebut kemudian “digoreng” dan berulang kali dikaitkan dengan kata “bubar”. Pengulangan potongan video serta pemaknaan yang terus diarahkan pada istilah tersebut membuat dugaan tentang For Revenge semakin meluas. Boniex menyampaikan bahwa rangkaian klip itu ikut menjadi pemicu munculnya spekulasi, meskipun jawaban para anggota pada awalnya disampaikan secara spontan berdasarkan keadaan dan perasaan mereka ketika wawancara dilakukan. Pernyataan tersebut menjelaskan bagaimana isu berkembang dari ucapan dalam video promosi dan potongan wawancara yang beredar di media sosial.
Boniex menegaskan bahwa For Revenge akan tetap berkarya di tengah isu pembubaran yang beredar di media sosial. Pernyataan tersebut menjadi bantahan langsung terhadap kabar yang menyebut grup musik itu akan mengakhiri perjalanan mereka. Ia memastikan, For Revenge masih memiliki komitmen untuk melanjutkan aktivitas bermusik dan menghadirkan karya bagi pendengarnya.
Penegasan Boniex juga memperjelas bahwa informasi mengenai pembubaran For Revenge tidak mencerminkan sikap resmi grup tersebut. Di tengah munculnya berbagai unggahan dan pembahasan mengenai masa depan band, For Revenge memilih menyampaikan kepastian bahwa proses berkarya tetap berjalan. Dengan demikian, kabar yang beredar tidak mengubah keberadaan maupun rencana bermusik grup asal Bandung tersebut.
For Revenge merupakan grup musik asal Bandung, Indonesia, yang dibentuk pada 18 April 2006. Dalam perjalanan musiknya, grup ini mengusung emo, rock alternatif, dan post-hardcore. Perpaduan karakter tersebut menjadi bagian dari identitas For Revenge dalam menyampaikan berbagai emosi melalui lagu dan penampilan mereka.
Nama For Revenge dipilih sebagai bentuk pelampiasan atau pembalasan atas kepedihan dan kekecewaan yang dialami para personelnya. Perasaan tersebut kemudian disalurkan melalui karya musik, baik lewat lirik maupun penyampaian musikal. Bagi grup tersebut, musik menjadi medium untuk mengungkapkan pengalaman emosional sekaligus menghadirkan karya yang dapat diterima oleh pendengar.
Dengan pernyataan Boniex, For Revenge memastikan bahwa mereka tidak berhenti berkarya. Kepastian untuk terus melanjutkan aktivitas musik itu sekaligus membantah kabar pembubaran yang sebelumnya beredar di media sosial. Grup tersebut tetap menyatakan keberadaannya sebagai band yang akan melanjutkan perjalanan melalui karya-karya musik.

