Bisnis  

Pupuk Kaltim Raih Pengakuan ASEAN Berkat Pengembangan PLTS Atap 3,8 MWp

Pupuk Kaltim Raih Pengakuan ASEAN Berkat Pengembangan PLTS Atap 3,8 MWp

Jakarta | PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim meraih ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 pada kategori on grid. Penghargaan ini menandai pengakuan tingkat Asia Tenggara terhadap pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap yang dilakukan perusahaan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah Pupuk Kaltim dalam memanfaatkan sumber energi baru terbarukan untuk mendukung operasional perusahaan secara lebih terarah.

PLTS atap yang dikembangkan Pupuk Kaltim memiliki kapasitas 3,8 MWp. Fasilitas ini menunjukkan bahwa energi surya dapat diintegrasikan secara bertahap ke dalam kegiatan industri. Pengembangan pembangkit tersebut sekaligus mencerminkan upaya perusahaan untuk memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan dalam lingkungan operasionalnya, tanpa mengabaikan kebutuhan keberlangsungan kegiatan industri.

Raihan pada kategori on grid memperkuat posisi Pupuk Kaltim sebagai perusahaan yang terus mengembangkan penerapan energi surya dalam aktivitasnya. Penggunaan PLTS atap menjadi wujud nyata integrasi energi baru terbarukan ke dalam operasional perusahaan, dengan penerapan yang dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini memperlihatkan arah pengembangan energi perusahaan yang dijalankan melalui proses bertahap dan terukur.

Pengakuan melalui AEA 2026 juga memberikan arti penting bagi perjalanan Pupuk Kaltim dalam mengembangkan solusi energi untuk kebutuhan industri. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan keberadaan PLTS atap berkapasitas 3,8 MWp, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan energi baru terbarukan ke dalam kegiatan operasional. Di tingkat Asia Tenggara, penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Pupuk Kaltim membangun pemanfaatan energi surya yang berkelanjutan.

Pemanfaatan energi surya menjadi bagian dari strategi Pupuk Kaltim dalam mendorong industri yang lebih berkelanjutan. Melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan total kapasitas 3,8 megawatt peak (MWp), perusahaan mengarahkan sumber energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan operasional secara lebih efisien. Instalasi tersebut menunjukkan bahwa energi surya tidak hanya dipandang sebagai alternatif sumber listrik, tetapi juga sebagai elemen dalam pengelolaan energi perusahaan. Pemanfaatannya mendukung upaya meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat langkah perusahaan dalam menekan emisi dari aktivitas industri.

Kapasitas PLTS atap sebesar 3,8 MWp menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan energi di lingkungan operasional. Strategi ini menempatkan efisiensi sebagai salah satu pertimbangan penting dalam menjalankan kegiatan industri, tanpa mengabaikan kebutuhan terhadap sistem yang andal. Penggunaan energi bersih juga memperkuat arah pengembangan perusahaan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin memperhatikan aspek lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan tenaga surya berfungsi sebagai pendukung pencapaian sasaran keberlanjutan sekaligus sebagai faktor yang dapat memperkuat daya saing industri.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, menyampaikan bahwa “pengembangan energi bersih diupayakan dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri.” Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan penerapan solusi energi terbarukan dan kesinambungan kegiatan perusahaan. Pengembangan PLTS atap dilakukan dalam kerangka strategi yang tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional, sehingga agenda pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi dapat berjalan bersama dengan tuntutan keandalan industri. Langkah ini mencerminkan upaya Pupuk Kaltim untuk mengintegrasikan pemanfaatan energi surya ke dalam pengelolaan perusahaan secara terarah.

Pengakuan terhadap pengembangan energi bersih Pupuk Kaltim mencapai tingkat regional melalui penghargaan yang diterima Maslani di Manila, Filipina, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Penerimaan tersebut berlangsung dalam rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026, forum yang mempertemukan pelaku usaha, pemangku kepentingan, serta perwakilan berbagai negara ASEAN untuk membahas arah bisnis dan ketahanan energi di kawasan.

Momen ini menjadi penanda atas perhatian regional terhadap langkah Pupuk Kaltim dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 3,8 MWp mencerminkan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan sumber energi bersih ke dalam kegiatan operasional. Inisiatif tersebut juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mengelola kebutuhan listrik secara lebih efisien sekaligus mendukung pengurangan penggunaan energi berbasis fosil.

Dalam forum tersebut, Maslani tampil sebagai pihak yang menerima penghargaan atas capaian dan pengembangan PLTS Atap Pupuk Kaltim. Penyerahan di Manila menempatkan praktik perusahaan dalam konteks percakapan energi ASEAN, terutama mengenai penerapan teknologi rendah emisi di lingkungan industri. Penghargaan itu sekaligus memperkuat visibilitas Pupuk Kaltim sebagai perusahaan yang berupaya menjalankan transisi energi melalui proyek nyata.

Kehadiran Pupuk Kaltim pada ASEAN Energy Business Forum 2026 juga memperluas ruang berbagi pengalaman mengenai pengembangan pembangkit surya di kawasan industri. Penerimaan penghargaan oleh Maslani pada 7 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa langkah perusahaan tidak hanya relevan bagi kebutuhan internal, tetapi turut memperoleh pengakuan dalam agenda energi regional. Dengan demikian, forum di Manila menjadi bagian penting dari perjalanan Pupuk Kaltim dalam memperkuat komitmen terhadap energi bersih dan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

PLTS atap Pupuk Kaltim memiliki kapasitas terpasang total sebesar 3,8 megawatt peak (MWp). Kapasitas tersebut dibangun melalui dua fase pengembangan yang saling melengkapi. Fase pertama menyumbang kapasitas 1,2 MWp, sedangkan fase kedua menambahkan 2,6 MWp. Dengan demikian, keseluruhan sistem mencerminkan pengembangan bertahap yang dilakukan untuk memperluas pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya di lingkungan operasional perusahaan.

Dari sisi kinerja, sistem PLTS atap ini mencatat tingkat ketersediaan atau availability factor pada kisaran 98 hingga 98,6 persen. Angka tersebut menggambarkan tingkat kesiapan sistem dalam beroperasi sesuai periode pengamatan yang digunakan. Kinerja pembangkit juga tercermin melalui produksi energi tahunan yang mencapai 4.723.458 kilowatt-hour (kWh). Data kapasitas, ketersediaan, dan produksi tersebut menjadi indikator utama dalam melihat performa PLTS yang terpasang di area perusahaan.

Fase pertama dengan kapasitas 1,2 MWp menjadi bagian awal dari penerapan PLTS atap, sementara fase kedua berkapasitas 2,6 MWp memperbesar skala sistem secara keseluruhan. Setelah kedua fase tersebut terpasang, total kapasitas mencapai 3,8 MWp dan didukung tingkat ketersediaan yang berada pada kisaran tinggi. Produksi energi sebesar 4.723.458 kWh per tahun menunjukkan bahwa sistem tersebut secara aktif menghasilkan listrik dari instalasi surya yang ditempatkan pada area atap.

Rangkaian angka teknis itu menempatkan PLTS atap sebagai salah satu pendukung operasional Pupuk Kaltim. Sistem ini menjadi bagian dari infrastruktur kelistrikan perusahaan melalui kapasitas pembangkitan yang terukur, tingkat ketersediaan yang tercatat, serta produksi energi tahunan yang dapat dipantau. Dengan konfigurasi dua fase tersebut, PLTS atap hadir sebagai elemen pendukung dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.