Medan | Ameriza M. Moesa resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Dengan pengukuhan ini, Ameriza mengemban jabatan sebagai pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Peristiwa pengukuhan itu menandai penetapan Ameriza M. Moesa untuk memimpin Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Sumatera Utara. Jabatan yang diembannya adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, sedangkan proses pengukuhan dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Fakta tersebut menjadi inti dari penetapan kepemimpinan baru pada perwakilan Bank Indonesia di provinsi tersebut.
Pengukuhan Ameriza berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, dengan Destry Damayanti sebagai pihak yang mengukuhkan. Nama Ameriza M. Moesa dan jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menjadi pokok utama dalam peristiwa tersebut. Lembaga yang terlibat adalah Bank Indonesia, melalui pengukuhan yang dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia terhadap kepala perwakilan untuk Provinsi Sumatera Utara.
Dengan demikian, Ameriza M. Moesa tercatat resmi memimpin Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara sejak pengukuhan yang berlangsung pada 9 Oktober 2026. Penetapan itu disampaikan melalui prosesi pengukuhan oleh Destry Damayanti selaku Gubernur Bank Indonesia. Informasi ini menegaskan identitas pejabat yang dikukuhkan, jabatan yang diemban, waktu pelaksanaan, serta lembaga yang melaksanakan pengukuhan.
Ameriza M. Moesa resmi meneruskan kepemimpinan Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara yang sebelumnya dijalankan oleh Rudy Brando Hutabarat. Pergantian ini menandai keberlanjutan pengelolaan institusi Bank Indonesia di wilayah Sumatera Utara, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi perwakilan tetap berjalan dalam kerangka kebijakan yang telah ditetapkan. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi kebijakan Bank Indonesia, menjaga koordinasi dengan pemangku kepentingan daerah, serta memperkuat pemahaman mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan di Sumatera Utara.
Penunjukan Ameriza berlangsung dalam konteks kesinambungan kepemimpinan. Dengan demikian, perubahan tokoh yang memimpin tidak serta-merta mengubah arah umum pelaksanaan tugas kelembagaan. Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara tetap menjalankan mandatnya melalui koordinasi, penyampaian kebijakan, dan dukungan terhadap stabilitas ekonomi daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Kehadiran pemimpin baru memberikan kesempatan untuk melanjutkan tanggung jawab tersebut dengan pengalaman dan perspektif yang dibawa oleh Ameriza.
Ameriza memiliki pengalaman selama 30 tahun di Bank Indonesia. Rekam pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami mekanisme kerja, tanggung jawab kelembagaan, serta dinamika pelaksanaan kebijakan di lingkungan bank sentral. Pengetahuan yang diperoleh selama perjalanan kariernya dapat mendukung proses adaptasi dalam menjalankan peran sebagai pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, terutama dalam membangun kesinambungan koordinasi dengan berbagai pihak.
Penerusan kepemimpinan dari Rudy Brando Hutabarat kepada Ameriza juga mencerminkan berlangsungnya proses regenerasi dan kesinambungan organisasi. Fokus utama perwakilan tetap diarahkan pada pelaksanaan mandat Bank Indonesia di daerah, dengan menjaga hubungan kerja bersama pemerintah daerah, lembaga terkait, pelaku usaha, dan masyarakat. Dalam kerangka tersebut, kepemimpinan Ameriza menjadi bagian dari upaya melanjutkan fungsi strategis Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara secara konsisten.
Pengukuhan Ameriza M. Moesa sebagai pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara diharapkan menjadi penguatan bagi keberlanjutan pelaksanaan tugas dan kontribusi Bank Indonesia di daerah. Pengalaman yang dimiliki Ameriza diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai agenda kelembagaan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan dalam menjalankan mandat Bank Indonesia di Sumatera Utara.
Bank Indonesia menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih serta memperkuat sinergi yang selama ini telah terbangun. Pesan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan program dan kerja sama antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia. Dengan demikian, pengalaman Ameriza diharapkan semakin memperkuat kontribusi Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian Sumatera Utara sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.
Harapan itu juga mencakup keberlanjutan komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta berbagai unsur terkait lainnya. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam meneruskan capaian yang telah ada dan memastikan setiap agenda dapat dilaksanakan secara terkoordinasi. Dalam konteks ini, kepemimpinan Ameriza diharapkan dapat memperkuat peran Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara sebagai mitra kerja dalam pelaksanaan kebijakan dan program yang relevan.
Momentum pengukuhan sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga kesinambungan hubungan kelembagaan yang telah dibangun. Bank Indonesia menekankan bahwa berbagai capaian dan sinergi sebelumnya perlu diteruskan melalui kerja sama yang konsisten. Berbekal pengalaman tersebut, Ameriza diharapkan mampu melanjutkan kontribusi Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, memperkuat koordinasi yang telah berjalan, dan mendukung pelaksanaan mandat lembaga secara berkelanjutan.
Pengukuhan Ameriza M. Moesa sebagai pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara menjadi momentum untuk memperkuat agenda kolaborasi pembangunan daerah. Sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, otoritas terkait, dan seluruh pemangku kepentingan akan diarahkan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat. Stabilitas harga tetap menjadi prioritas, terutama melalui penguatan koordinasi pengendalian inflasi, kelancaran distribusi pangan, serta peningkatan ketahanan pasokan di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Kolaborasi tersebut juga mencakup percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Perluasan transaksi digital, penguatan ekosistem pembayaran, serta peningkatan literasi masyarakat diharapkan dapat menciptakan layanan yang lebih efisien, aman, dan mudah dijangkau. Pada saat yang sama, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah perlu terus didorong melalui akses pembiayaan, pendampingan, peningkatan kapasitas, dan perluasan pasar. UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja serta memperkuat struktur ekonomi daerah.
Potensi Sumatera Utara di sektor pertanian, pariwisata, perdagangan, industri, dan ekonomi kreatif juga perlu dioptimalkan secara terarah. Pemanfaatan potensi tersebut harus disertai penguatan konektivitas, peningkatan produktivitas, dan pengembangan sumber daya manusia agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Seluruh agenda itu diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata tanpa mengabaikan ketahanan lingkungan dan kepentingan generasi mendatang.
Acara pengukuhan turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para kepala daerah, kalangan perbankan, dunia usaha, serta mitra strategis lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan ekonomi Sumatera Utara.
Baca juga: Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan

