Kabupaten Aceh Barat Erdian Mourny | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terus mengoptimalkan layanan bus gratis bagi pelajar dan masyarakat. Penguatan layanan tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang lebih luas agar keberadaan bus dapat diketahui dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong penggunaan transportasi umum sebagai pilihan perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Selain memperluas informasi kepada masyarakat, Pemkab Aceh Barat berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bus gratis. Perbaikan layanan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelajar saat berangkat dan pulang sekolah, sekaligus memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat umum. Dengan pelayanan yang semakin baik, penggunaan kendaraan umum diharapkan dapat tumbuh dan membantu menciptakan perjalanan yang lebih tertib.
Kampanye penggunaan transportasi umum turut ditekankan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Bus gratis tidak hanya dipandang sebagai fasilitas mobilitas, tetapi juga sebagai sarana untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, khususnya bagi pelajar. Sosialisasi yang berkelanjutan diperlukan agar pengguna memahami ketentuan layanan serta ikut menjaga fasilitas yang tersedia.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, Erdian Mourny, menyampaikan bahwa penyediaan bus sekolah gratis merupakan komitmen pemerintah daerah. “Penyediaan bus sekolah gratis merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi pelajar maupun masyarakat umum,” kata Erdian Mourny.
Komitmen tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan transportasi masyarakat di Aceh Barat. Melalui peningkatan mutu layanan, penyebaran informasi, dan kampanye transportasi umum, bus gratis diharapkan dapat digunakan secara lebih luas. Pelajar dan masyarakat pun memperoleh pilihan perjalanan yang mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus memperkuat budaya berlalu lintas secara aman dan tertib.
Layanan bus sekolah gratis di Kabupaten Aceh Barat mulai beroperasi pada Juli 2026. Program ini dirancang untuk membantu mobilitas pelajar sekaligus memberikan pilihan transportasi yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Sejumlah rute telah disiapkan untuk menghubungkan kawasan tempat tinggal warga dengan pusat pendidikan serta wilayah perkotaan, terutama Meulaboh.
Pada tahap awal pengoperasian, jumlah penumpang masih relatif terbatas. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh waktu peluncuran yang bertepatan dengan masa libur sekolah, sehingga belum banyak pelajar yang memanfaatkan layanan bus. Selain itu, sempat terjadi kesalahpahaman mengenai informasi operasional, termasuk jadwal dan rute yang dilayani. Situasi ini membuat pemanfaatan bus pada periode pertama belum menunjukkan jumlah penumpang yang optimal.
Memasuki Agustus hingga saat ini, sambutan masyarakat mulai terlihat lebih baik. Informasi mengenai keberadaan bus gratis semakin dikenal, sehingga mulai terbentuk pelanggan tetap dalam perjalanan harian. Rata-rata terdapat sekitar lima hingga sepuluh penumpang yang menggunakan bus setiap hari. Jumlah tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap layanan transportasi publik yang mendukung kegiatan sekolah dan aktivitas masyarakat, meskipun pemanfaatannya masih terus dikembangkan.
Salah satu rute yang beroperasi menghubungkan kawasan Kilometer 16 dengan Meulaboh. Rute ini memiliki peran penting bagi pelajar dari Kuta Tanjong dan Suak Timah yang bersekolah di Meulaboh. Dengan tersedianya bus sekolah gratis, mereka memperoleh alternatif perjalanan yang dapat membantu mengurangi beban biaya transportasi keluarga. Rute tersebut juga memudahkan pelajar mencapai kawasan sekolah secara lebih teratur, khususnya bagi mereka yang sebelumnya bergantung pada kendaraan pribadi atau antar-jemput keluarga.
Perkembangan jumlah penumpang pada rute-rute yang tersedia menjadi salah satu indikator awal penerimaan masyarakat. Pemerintah daerah dapat terus memperkuat penyebaran informasi, memastikan ketepatan jadwal, dan mengevaluasi kebutuhan setiap jalur agar layanan bus semakin dikenal serta dimanfaatkan oleh lebih banyak pelajar dan warga Aceh Barat.
Untuk memastikan layanan bus gratis berjalan secara konsisten, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengerahkan dua unit bus milik pemerintah daerah. Dukungan tersebut diperkuat oleh dua unit bus perintis yang disediakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Dengan total empat unit armada, pemerintah memiliki dukungan operasional untuk melayani kebutuhan transportasi pelajar dan masyarakat di wilayah yang telah ditetapkan.
Berdasarkan keterangan Erdian, seluruh armada disiagakan setiap hari. Pengaturan ini dilakukan agar layanan tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh warga sesuai kebutuhan, khususnya pelajar yang memerlukan akses perjalanan menuju dan pulang dari sekolah. Satu unit bus ditempatkan di terminal untuk mendukung mobilitas penumpang dari titik keberangkatan utama. Sementara itu, satu unit lainnya melayani rute dari kawasan lapang hingga Kilometer 16.
Penempatan armada pada titik dan jalur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keteraturan layanan. Bus tidak hanya disiapkan ketika terlihat oleh masyarakat, tetapi tetap berada dalam status siaga sesuai jadwal operasional. Erdian menegaskan bahwa armada tetap siap digunakan meskipun masyarakat tidak selalu melihat bus beroperasi atau berada di lokasi tertentu. Kondisi itu tidak berarti layanan dihentikan, karena kendaraan dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan dan pengaturan lapangan.
Tarif perjalanan masih gratis, sejalan dengan program serta komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk menyediakan transportasi bagi pelajar dan masyarakat. Kebijakan ini diharapkan membantu mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus memperluas akses warga terhadap angkutan umum. Kesiapan empat unit bus, pembagian lokasi layanan, dan pengoperasian setiap hari menjadi dasar penting untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.
Tantangan utama dalam pengembangan layanan bus gratis di Aceh Barat adalah minat masyarakat terhadap transportasi umum yang masih relatif rendah. Sebagian besar warga telah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, karena dinilai lebih praktis, fleksibel, dan mudah menjangkau berbagai tujuan. Kebiasaan tersebut membuat bus belum menjadi pilihan utama, termasuk bagi pelajar yang setiap hari melakukan perjalanan menuju sekolah. Kondisi ini perlu direspons melalui peningkatan kualitas layanan, bukan sekadar penambahan armada atau rute.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana membenahi layanan secara bertahap agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Perbaikan dapat mencakup ketepatan waktu, kenyamanan kendaraan, keamanan penumpang, keteraturan jadwal, serta informasi rute yang mudah diakses. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan bus dan mengidentifikasi kendala yang masih dirasakan pengguna. Dengan layanan yang lebih andal, masyarakat diharapkan memiliki alasan yang kuat untuk mempertimbangkan bus sebagai sarana perjalanan sehari-hari.
Dinas Perhubungan Aceh Barat akan mengadakan kampanye penggunaan bus sekolah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, jajaran dinas pendidikan, perwakilan sekolah, serta insan pers. Kampanye ini diarahkan untuk mendorong pelajar dan masyarakat beralih dari kendaraan roda dua ke bus umum demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Sosialisasi dapat dilakukan melalui sekolah, media massa, dan kanal komunikasi publik agar manfaat layanan dipahami secara luas. Pada saat yang sama, pemerintah akan mengaktifkan kembali program Zona Selamat Sekolah (ZOSS) yang telah lama tidak tersentuh. Keberadaan ZOSS diharapkan memperkuat perlindungan bagi pelajar di sekitar lingkungan sekolah, menata arus kendaraan, dan menciptakan area naik turun penumpang yang lebih aman.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Kodim 0906/Kkr Hadir Untuk Masyarakat, Gelar Donor Darah Serta Pengobatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menyambut HUT TNI | PLTMH Hadir di Kampung Tabukeker, Buka Akses Listrik dan Air Bersih bagi Masyarakat

