Harga BBM Pertamina pada 5 November 2026: Rincian Tarif di Indonesia

Harga BBM Pertamina Awal November 2026: Rincian Produk Subsidi dan Nonsubsidi

Jakarta | Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina yang berlaku pada Kamis, 5 November 2026, tidak mengalami perubahan baru pada awal bulan ini. Dengan demikian, konsumen masih mengacu pada tarif yang telah ditetapkan sebelumnya, tanpa adanya penyesuaian harga khusus untuk November. Informasi ini mencakup BBM nonsubsidi yang dijual melalui jaringan resmi Pertamina.

Tarif BBM nonsubsidi tersebut masih mengikuti penetapan yang berlaku sejak 2 September 2026. Artinya, memasuki November, belum ada ketentuan baru yang menggantikan harga tersebut. Pengguna kendaraan dapat menjadikan tarif yang berlaku sejak tanggal itu sebagai acuan saat merencanakan pengeluaran bahan bakar, dengan tetap memperhatikan jenis produk yang digunakan dan lokasi pembelian.

Perlu dibedakan bahwa tidak adanya perubahan pada awal November bukan berarti harga semua jenis BBM di seluruh wilayah selalu identik. Harga jual dapat dipengaruhi oleh kategori produk dan ketentuan yang berlaku di masing-masing wilayah. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan angka tarif terperinci sebaiknya memeriksa daftar harga resmi Pertamina untuk provinsi atau daerah tempat mereka membeli BBM.

Informasi mengenai harga yang berlaku juga penting untuk membantu konsumen membandingkan kebutuhan dan biaya perjalanan. Namun, pembaruan tarif dapat dilakukan kemudian apabila perusahaan atau pemerintah menerbitkan keputusan baru. Sampai ada pengumuman resmi berikutnya, tidak ada penyesuaian baru yang perlu diterapkan pada harga BBM Pertamina per Kamis, 5 November 2026, dan acuan untuk produk nonsubsidi tetap merujuk pada penetapan 2 September 2026.

Dengan demikian, fokus pemberitaan pada awal bulan ini adalah keberlanjutan tarif yang sudah berjalan, bukan kenaikan maupun penurunan baru. Konsumen disarankan memastikan informasi terkini melalui kanal resmi Pertamina sebelum melakukan pembelian, terutama apabila berada di wilayah dengan daftar harga berbeda. Langkah tersebut membantu menghindari penggunaan angka yang tidak sesuai dengan lokasi, sekaligus memastikan keputusan pengisian bahan bakar didasarkan pada informasi yang masih berlaku.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya, Pertamina menetapkan harga Pertamax Turbo sebesar Rp19.600 per liter. Tarif ini meningkat dibandingkan harga sebelumnya yang tercatat Rp18.300 per liter. Dengan demikian, konsumen perlu memperhitungkan selisih Rp1.300 per liter ketika mengisi bahan bakar jenis tersebut.

Sementara itu, Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp19.150 per liter di wilayah yang menerapkan PBBKB 5 persen. Harga tersebut lebih tinggi Rp2.550 per liter dibandingkan tarif sebelumnya, yakni Rp16.600 per liter. Perbedaan perubahan harga kedua produk menunjukkan bahwa penyesuaian tarif tidak sama untuk setiap jenis bahan bakar.

Angka yang tercantum tersebut merupakan harga yang berlaku sejak 2 September 2026. Karena itu, harga Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 pada tanggal tersebut menjadi acuan untuk wilayah yang disebutkan, bukan tarif yang berlaku secara seragam di seluruh Indonesia. Besaran PBBKB dapat berbeda antardaerah dan turut memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Bagi pengendara di DKI Jakarta dan wilayah sekitar, informasi ini membantu memperkirakan pengeluaran sebelum mengisi bahan bakar. Sebagai gambaran, pembelian 10 liter Pertamax Turbo memerlukan biaya Rp196.000, sedangkan jumlah yang sama untuk Pertamax Green 95 mencapai Rp191.500. Perhitungan tersebut menggunakan tarif per liter yang berlaku di wilayah dengan PBBKB 5 persen dan belum memperhitungkan kemungkinan perbedaan harga akibat ketentuan daerah lainnya.

Konsumen sebaiknya memastikan harga di SPBU sebelum bertransaksi, terutama saat bepergian melintasi wilayah dengan kebijakan pajak bahan bakar berbeda. Pemeriksaan informasi terbaru dari Pertamina atau papan harga di lokasi dapat membantu menghindari kekeliruan. Dengan mencermati jenis produk, tarif per liter, serta wilayah penerapannya, masyarakat dapat membandingkan biaya pengisian secara lebih akurat. Rincian ini secara khusus membedakan Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 dari produk Pertamina lain yang mungkin memiliki tarif dan perubahan harga tersendiri.

Dexlite dan Pertamina Dex tercatat pada tingkat harga yang lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya. Dexlite mencapai Rp23.700 per liter, naik dari Rp19.700 per liter. Selisih kedua angka tersebut adalah Rp4.000 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex dibanderol Rp25.200 per liter, dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp21.150 per liter, sehingga selisihnya mencapai Rp4.050 per liter.

Angka tersebut menggambarkan harga untuk dua jenis BBM diesel nonsubsidi yang berbeda. Pada 5 November 2026, tidak ada perubahan baru yang diumumkan dalam informasi harga yang menjadi acuan. Dengan demikian, penyebutan tanggal tersebut tidak berarti terdapat penyesuaian tambahan pada hari itu; harga yang dicantumkan tetap Rp23.700 per liter untuk Dexlite dan Rp25.200 per liter untuk Pertamina Dex.

Perbandingan dengan harga sebelumnya membantu pembaca melihat besaran perbedaan secara langsung. Pada Dexlite, kenaikannya sebesar Rp4.000 per liter, sedangkan pada Pertamina Dex selisihnya Rp4.050 per liter. Berdasarkan harga yang tercantum, Pertamina Dex memiliki tarif Rp1.500 per liter lebih tinggi daripada Dexlite. Perbandingan ini hanya merujuk pada kedua produk dan angka yang disebutkan, tanpa mengubah status bahwa pada 5 November tidak terdapat pembaruan harga baru.

Bagi konsumen yang menggunakan BBM diesel, informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkirakan pengeluaran berdasarkan jumlah liter yang dibeli. Sebagai ilustrasi, pembelian 10 liter Dexlite dengan harga Rp23.700 per liter bernilai Rp237.000, sedangkan 10 liter Pertamina Dex dengan harga Rp25.200 per liter bernilai Rp252.000. Perhitungan itu menggunakan tarif per liter yang tercantum dan tidak memasukkan biaya lain. Selisih biaya untuk jumlah pembelian yang sama mengikuti perbedaan harga kedua produk.

Dengan mencermati harga saat ini dan pembanding sebelumnya, pembaca dapat membedakan kenaikan yang tercatat dari pembaruan pada tanggal tertentu. Untuk 5 November 2026, keterangan yang tersedia menyatakan tidak ada perubahan baru. Karena itu, angka Dexlite dan Pertamina Dex di atas disajikan sebagai rincian harga masing-masing produk, bukan sebagai penyesuaian tambahan khusus pada tanggal tersebut.

Dalam rincian harga BBM Pertamina yang berlaku pada 5 November 2026, Pertamax tercatat tetap Rp15.950 per liter. Angka tersebut menjadi harga yang perlu diperhatikan oleh pengguna bahan bakar nonsubsidi saat melihat daftar tarif pada tanggal tersebut. Informasi yang tersedia menyatakan bahwa harga Pertamax tidak berubah, sehingga tarifnya masih sama dengan harga yang berlaku sebelumnya. Penyebutan harga per liter membantu konsumen membaca rincian secara langsung dan membandingkannya dengan jenis BBM lain yang tercantum dalam informasi yang sama.

Untuk bahan bakar bersubsidi, Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter. Bio Solar tercatat Rp6.800 per liter. Kedua tarif itu juga tidak berubah dalam informasi harga yang berlaku pada 5 November 2026. Dengan demikian, rincian untuk tiga produk yang disebutkan menunjukkan Pertamax Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Keterangan tersebut terbatas pada harga masing-masing produk dan statusnya yang tetap, tanpa menyatakan perubahan pada rincian lain.

Angka-angka ini dapat dijadikan acuan untuk membaca informasi harga Pertamina pada tanggal yang dimaksud, dengan memperhatikan perbedaan produk nonsubsidi dan BBM subsidi. Pertamax berada pada tarif Rp15.950 per liter, sementara Pertalite dan Bio Solar masing-masing berada pada Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Tidak Berubah hingga 5 Oktober 2026 | Bapanas Tambah Penyaluran SPHP Beras untuk Menjaga Stabilitas Harga hingga November 2026 | Prospek Harga Emas Oktober 2026: Peluang Menguat dan Level Penting Antam

70 kunjungan