Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Tidak Berubah hingga 5 Oktober 2026

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Tidak Berubah hingga 5 Oktober 2026

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terpantau tidak mengalami perubahan hingga 5 Oktober 2026. Kondisi tersebut terlihat pada SPBU Pertamina, Shell, dan BP yang masih memberlakukan harga sama seperti periode sebelumnya. Dengan demikian, konsumen belum menghadapi penyesuaian harga baru untuk berbagai produk BBM yang tersedia di jaringan SPBU tersebut.

Stabilnya harga BBM ini berlangsung ketika harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi. Pergerakan harga minyak global tersebut belum diikuti oleh perubahan harga jual BBM di SPBU Pertamina, Shell, maupun BP berdasarkan pemantauan per 5 Oktober 2026. Harga yang berlaku tetap menjadi acuan bagi masyarakat saat melakukan pembelian BBM di masing-masing jaringan SPBU.

Di Pertamina, harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi juga belum mengalami penyesuaian. Harga kedua kelompok BBM tersebut masih sama sejak September 2026. Artinya, tidak terdapat perubahan harga untuk BBM bersubsidi maupun nonsubsidi Pertamina sampai dengan 5 Oktober 2026.

Kestabilan harga juga tercatat pada produk BBM yang dijual Shell dan BP. Masing-masing perusahaan belum mengumumkan perubahan harga hingga tanggal tersebut. Informasi ini menunjukkan bahwa harga BBM di tiga jaringan SPBU utama masih berada pada tingkat yang sama, meskipun kondisi harga minyak dunia bergerak naik turun.

Dengan belum adanya perubahan, masyarakat dapat menggunakan harga yang berlaku sebelumnya sebagai rujukan ketika membeli BBM di SPBU Pertamina, Shell, dan BP. Pemantauan harga hingga 5 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa baik BBM subsidi maupun nonsubsidi Pertamina, serta produk BBM dari Shell dan BP, masih belum mengalami penyesuaian.

Harga BBM Pertamina pada 5 Oktober 2026 masih berada pada tingkat yang sama seperti sejak September 2026. Tidak terdapat perubahan pada daftar harga yang berlaku untuk setiap jenis BBM dalam informasi ini. Dengan demikian, konsumen dapat menggunakan patokan harga tersebut ketika memperkirakan biaya pengisian bahan bakar, baik untuk kendaraan pribadi maupun kebutuhan operasional lainnya.

Untuk BBM penugasan, Pertalite ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter. Sementara itu, solar subsidi dijual dengan harga Rp6.800 per liter. Kedua jenis ini memiliki karakteristik penggunaan dan ketentuan yang berbeda, tetapi harga masing-masing tetap mengacu pada angka yang berlaku sejak September 2026.

Pada kelompok BBM nonsubsidi, Pertamax tercatat seharga Rp15.950 per liter. Selanjutnya, Pertamax Turbo dipatok Rp19.600 per liter, sedangkan Pertamax Green berada di angka Rp19.150 per liter. Perbedaan harga tersebut mencerminkan variasi produk yang tersedia bagi konsumen, tanpa adanya penyesuaian sampai 5 Oktober 2026.

Produk lainnya, yaitu Dexlite, memiliki harga Rp23.700 per liter. Adapun Pertamina Dex dijual sebesar Rp25.200 per liter. Kedua harga tersebut juga tidak berubah sejak September 2026. Secara keseluruhan, daftar harga Pertamina per 5 Oktober 2026 adalah Pertalite Rp10.000 per liter, solar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax Green Rp19.150 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Informasi ini membantu pembaca membedakan setiap jenis BBM sekaligus mengetahui harga yang perlu disiapkan sebelum melakukan pengisian.

Harga BBM Pertamina, baik yang termasuk dalam kelompok subsidi maupun nonsubsidi, tercatat tetap hingga 5 Oktober 2026. Tidak terdapat pengumuman mengenai penyesuaian harga baru pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kedua kelompok produk mengalami perkembangan yang sama, yaitu tidak berubah sejak pembaruan harga terakhir pada September 2026.

BBM subsidi tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan harga selama periode pemberitaan. Harga yang berlaku pada awal Oktober masih mengacu pada ketentuan dan daftar harga yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada perubahan khusus untuk produk bersubsidi yang perlu dicatat setelah penyesuaian pada September.

Hal serupa juga berlaku bagi BBM nonsubsidi Pertamina. Meskipun harga produk nonsubsidi dapat ditinjau secara berkala mengikuti berbagai pertimbangan perusahaan dan kondisi pasar, hingga 5 Oktober 2026 belum ada perubahan yang diumumkan. Daftar harga yang tercantum pada bagian sebelumnya masih menjadi acuan untuk periode ini.

Kesamaan tersebut membedakan pemberitaan awal Oktober dari periode ketika salah satu kelompok produk mengalami penyesuaian lebih dahulu. Dalam informasi yang tersedia, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi sama-sama mempertahankan harga sejak September 2026. Oleh karena itu, pembaruan harga Pertamina pada 5 Oktober 2026 bersifat tetap untuk kedua kategori, tanpa adanya perubahan angka maupun kebijakan harga baru yang dilaporkan.

Harga produk Shell V-Power Diesel terpantau tidak mengalami perubahan hingga 5 Oktober 2026. Informasi ini menunjukkan bahwa produk tersebut masih mempertahankan harga yang sama seperti periode pemantauan sebelumnya. Namun, data yang tersedia hanya menyebutkan kestabilan harga dan tidak mencantumkan nominal yang berlaku. Karena itu, besaran harga Shell V-Power Diesel tidak dapat disampaikan dalam pemberitaan ini.

Perubahan harga biasanya menjadi perhatian konsumen karena berkaitan langsung dengan biaya pengisian bahan bakar. Meski demikian, untuk Shell V-Power Diesel, catatan yang tersedia memperlihatkan kondisi yang tetap selama periode tersebut. Tidak terdapat keterangan mengenai penyesuaian, kenaikan, maupun penurunan harga produk ini sampai dengan tanggal pemantauan terakhir.

Kestabilan tersebut telah terpantau sejak 1 September 2026 dan berlanjut hingga 5 Oktober 2026. Dengan demikian, fakta yang dapat ditegaskan adalah harga Shell V-Power Diesel tidak berubah selama periode 1 September sampai 5 Oktober 2026, sementara nominal harganya tidak disebutkan dalam sumber informasi yang tersedia.