Dahan Mangga Patah, Pria di Pontianak Tertancap Ujung Pagar saat Terjatuh

Dahan Mangga Patah, Pria di Pontianak Tertancap Ujung Pagar saat Terjatuh

Pontianak | Seorang pria berinisial GP, berusia 20 tahun, tertancap ujung pagar besi setelah terjatuh ketika berusaha mengambil mangga di halaman sebuah rumah warga di Pontianak Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 19.45 WIB. Lokasinya berada di Jalan Perdana, Kompleks Bali Agung II, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat.

Menurut keterangan Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasannah, GP datang seorang diri dengan berjalan kaki dari rumah. Ia membawa sebuah karung hitam saat menuju halaman rumah tersebut. Setibanya di lokasi, GP memanjat pagar dan berusaha menarik beberapa buah mangga dari dahan pohon yang menjulur di area itu.

Upaya tersebut berujung pada kecelakaan ketika dahan mangga yang ditariknya patah. GP kemudian kehilangan tumpuan dan jatuh dalam posisi terduduk. Saat terjatuh, tubuhnya tepat mengenai bagian pagar besi yang memiliki ujung runcing menyerupai tombak. Ujung pagar itu pun tertancap pada tubuhnya.

Kronologi awal tersebut menggambarkan rangkaian kejadian yang berlangsung saat GP mencoba mengambil mangga dari atas pagar. Ia memanjat terlebih dahulu, lalu menarik beberapa buah pada dahan. Setelah dahan patah, ia jatuh dan mengenai ujung pagar yang berada di bawahnya. Lokasi serta waktu kejadian disebutkan oleh kepolisian berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolsek Pontianak Selatan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena aktivitas mengambil buah tersebut berakhir dengan insiden serius di halaman rumah warga. Pagar besi dengan ujung runcing menjadi titik yang terkena saat GP jatuh terduduk. Informasi mengenai kejadian itu berpusat pada kronologi yang telah disampaikan, yakni kedatangan GP seorang diri, upayanya memanjat pagar dan menarik mangga, lalu dahan yang patah hingga menyebabkan dirinya terjatuh. Insiden berlangsung pada malam hari di kawasan permukiman Jalan Perdana, Pontianak Selatan.

Peristiwa itu diketahui setelah Nendy Chandra, pemilik rumah berusia 48 tahun, mendengar suara seseorang meminta tolong dari arah depan rumahnya. Suara tersebut membuat Nendy keluar untuk memastikan apa yang terjadi. Saat memeriksa area pagar, ia mendapati seorang pria berinisial GP dalam kondisi terduduk di atas pagar. Ujung besi pagar terlihat menancap pada bagian bokong GP.

Nendy kemudian menanyakan kepada GP bagaimana ia bisa sampai berada dalam kondisi tersebut. Menurut pengakuan yang disampaikan kepada Nendy, GP sedang berupaya mengambil mangga dari pohon di sekitar rumah. Namun, saat melakukan upaya itu, ia terjatuh dan akhirnya tertancap di pagar. Keterangan tersebut menjelaskan dugaan awal mengenai rangkaian kejadian, mulai dari usaha mengambil buah hingga korban mengalami luka.

Melihat kondisi GP, Nendy mengaku panik dan segera meminta bantuan warga di sekitar lokasi. Ia juga melaporkan kejadian itu melalui layanan call center 110 agar polisi dapat menindaklanjuti laporan dan memberikan bantuan. Polisi menerima laporan sekitar pukul 19.45 WIB. Informasi yang diterima melalui panggilan darurat itu menjadi dasar petugas untuk mengetahui adanya seorang pria yang tertancap ujung pagar setelah terjatuh.

Inayatun turut menyampaikan bahwa GP mengakui berusaha mengambil mangga seorang diri. Pengakuan tersebut sejalan dengan cerita yang disampaikan GP kepada Nendy ketika ditanya mengenai penyebab dirinya berada di atas pagar. Dari keterangan yang tersedia, tidak disebutkan adanya orang lain yang turut membantu GP mengambil buah tersebut. Penemuan oleh pemilik rumah, permintaan pertolongan kepada warga, serta laporan ke layanan 110 menjadi bagian penting dari penanganan awal insiden di Pontianak itu. Informasi mengenai bagaimana GP ditemukan bersumber dari keterangan pihak yang berada di lokasi, sedangkan waktu laporan merujuk pada catatan penerimaan polisi. Setelah laporan masuk, kejadian tersebut dapat diketahui aparat untuk ditindaklanjuti lebih lanjut sesuai prosedur.Besi pagar yang menancap pada tubuh GP tidak langsung dicabut karena tindakan tersebut dinilai berisiko memperparah kondisinya. Upaya menarik benda itu secara paksa dapat menimbulkan cedera tambahan, sehingga proses evakuasi perlu dilakukan dengan hati-hati. Polisi kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), dan ambulans RS Anton Soedjarwo untuk menangani korban di lokasi.

Petugas damkar dan PMI tiba sekitar pukul 20.22 WIB. Mereka membawa gerinda untuk memotong bagian pagar di sekitar besi yang tertancap. Dengan cara tersebut, besi tidak perlu dilepaskan langsung dari tubuh GP. Potongan pagar dibiarkan tetap menempel agar korban dapat dipindahkan dengan lebih aman, sementara petugas berupaya mengurangi risiko akibat pergerakan benda yang menancap.

Proses pemotongan dan penanganan berlangsung sekitar 24 menit. Pada pukul 20.46 WIB, bagian pagar yang diperlukan berhasil dipotong. Setelah itu, GP dibawa menggunakan ambulans RS Anton Soedjarwo menuju rumah sakit dalam keadaan sebagian pagar masih menempel pada tubuhnya. Langkah tersebut memungkinkan benda itu tetap berada pada posisinya selama perjalanan, tanpa dicabut di tempat kejadian.

Ibu GP, Arni, tiba setelah proses evakuasi selesai. Ia sempat pingsan ketika melihat kondisi anaknya. Petugas kemudian membawanya menggunakan ambulans PMI ke rumah sakit yang sama. Penanganan terhadap Arni dilakukan agar ia juga memperoleh pertolongan setelah mengalami kejadian tersebut. Koordinasi berbagai petugas memungkinkan GP dan ibunya dibawa ke fasilitas kesehatan, sementara besi pagar tidak ditarik secara paksa dari tubuh korban. Evakuasi dilakukan bertahap, dengan pemotongan pagar sebagai bagian utama dari upaya menjaga keselamatan GP sebelum mendapat penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Selama proses itu, petugas menggunakan peralatan untuk memisahkan pagar dari lingkungan sekitar korban, bukan untuk mencabut besi yang menancap.Menurut Inayatun, GP tiba di rumah sakit dalam keadaan sadar dan kondisinya saat itu tergolong stabil. Meski demikian, ujung besi pagar masih menancap pada tubuhnya, sehingga tim medis perlu menangani korban dengan sangat hati-hati. Kondisi tersebut membuat dokter belum dapat langsung mencabut benda yang tertancap tanpa mempertimbangkan risiko cedera lebih lanjut. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan posisi besi dan keadaan GP, sementara pihak keluarga menunggu penjelasan mengenai langkah medis berikutnya. Informasi yang tersedia sejauh ini masih bersumber dari keterangan awal mengenai pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (UGD).

Dokter piket UGD menyampaikan bahwa besi pagar yang menancap diperkirakan memiliki panjang sekitar 15 sentimeter. Ujungnya disebut menyerupai tombak, dengan posisi menancap di sisi lubang dubur hingga area pinggang. Karena lokasi dan bentuk benda tersebut, dokter masih menilai pilihan penanganan yang paling aman bagi pasien. Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada keputusan apakah GP perlu menjalani operasi atau akan dirujuk ke rumah sakit lain. Keputusan lanjutan menunggu pemeriksaan dan pertimbangan medis, sehingga belum dapat dipastikan berapa lama perawatan akan berlangsung maupun tindakan apa yang akhirnya diperlukan.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan 21 buah mangga serta sebuah karung atau kain berwarna hitam yang diduga dibawa untuk mengangkut buah. Barang-barang tersebut menjadi bagian dari penanganan awal kepolisian terhadap peristiwa itu. Namun, polisi belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari GP maupun ibunya karena keduanya masih mengalami syok. Keterangan dari korban dan keluarga diharapkan dapat diperoleh setelah kondisi mereka memungkinkan, tetapi belum ada informasi mengenai waktu pemeriksaan tersebut. Untuk saat ini, GP masih menjalani perawatan di RS Anton Soedjarwo, sementara pihak kepolisian menunggu kesempatan untuk melengkapi keterangan terkait kejadian dan barang yang ditemukan di lokasi.

406 kunjungan