Kota Salatiga | Seorang pria yang diduga melakukan pencurian di sebuah warung yang menyatu dengan rumah warga di Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa pada Kamis dini hari, 29 Oktober 2026. Peristiwa tersebut bermula ketika pria itu diduga masuk ke bangunan milik warga saat penghuni rumah sedang beristirahat. Dugaan pencurian kemudian diketahui oleh penghuni, dan situasi berlanjut menjadi keributan yang melibatkan warga sekitar. Informasi mengenai awal kejadian disampaikan oleh pemilik rumah, Brian Damara.
Menurut keterangan Brian, pria tersebut masuk sekitar pukul 01.30 WIB melalui salah satu sudut bangunan. Rumah itu juga digunakan sebagai warung, sehingga bagian tempat usaha dan tempat tinggal berada dalam satu bangunan. Setelah masuk, pria itu diduga mengambil sejumlah rokok dan uang tunai dari warung. Barang-barang tersebut berada di area usaha yang terhubung dengan ruang-ruang di dalam rumah. Perkiraan waktu serta jalur masuk itu merujuk pada penuturan pemilik rumah mengenai kejadian yang berlangsung pada dini hari.
Setelah berada di area warung, pria tersebut kemudian masuk ke kamar anak Brian. Ia diduga hendak mengambil telepon seluler yang berada di kamar itu. Gerak-geriknya akhirnya diketahui oleh penghuni rumah, sehingga dugaan pencurian itu tidak lagi berlangsung tanpa diketahui. Keberadaan orang asing di bagian tempat tinggal membuat penghuni menyadari adanya kejadian dan memicu upaya untuk menghadapi situasi tersebut. Dari sana, peristiwa yang semula diduga sebagai pencurian di warung berkembang menjadi keributan. Pria yang dicurigai itu kemudian menjadi sasaran amuk massa dan meninggal dunia. Rangkaian kejadian tersebut menempatkan dugaan pengambilan barang, masuknya seseorang ke kamar penghuni, serta reaksi warga sebagai bagian penting dari peristiwa di Randuacir. Keterangan Brian menjelaskan dugaan tindakan dan waktu masuk, sedangkan kematian pria tersebut terjadi setelah ia dikerumuni warga pada dini hari. Identitas maupun rincian lain mengenai pria itu tidak diuraikan dalam keterangan tersebut. Peristiwa ini berlangsung di lingkungan rumah warga, dengan warung dan kamar keluarga berada dalam satu bangunan.
Setelah mengetahui keberadaan pria tersebut di dalam rumah, Brian kemudian terlibat perkelahian dengan pria itu di dalam kamar. Situasi di ruangan tersebut berubah menjadi konfrontasi fisik yang tidak dapat dihindari oleh kedua belah pihak. Perkelahian ini menjadi peristiwa utama yang kemudian menjadi perhatian dalam penyelidikan kejadian di lokasi.
Menurut keterangan Brian, pria tersebut memukulnya selama perkelahian berlangsung. Brian juga menyebutkan bahwa pria itu menggunakan pecahan kaca yang berada di dalam kamar sebagai alat untuk melukainya. Meski demikian, Brian menyatakan bahwa pria tersebut tidak membawa senjata saat masuk ke dalam rumah, sehingga benda yang digunakan diambil dari lingkungan kamar itu sendiri.
Berdasarkan sumber yang dihimpun, Brian mengalami sejumlah luka akibat perkelahian tersebut. Luka sayatan ditemukan pada bagian lengan, ketiak, tangan, dan kaki. Keberadaan beberapa sayatan di berbagai bagian tubuh menunjukkan bahwa benda tajam tersebut digunakan lebih dari satu kali selama kejadian berlangsung.
Perkelahian di dalam kamar itu diperkirakan berlangsung cukup lama, yakni sekitar satu jam. Durasi tersebut menunjukkan bahwa kontak fisik kedua pihak berlangsung dalam waktu yang panjang sebelum situasi dapat dihentikan. Sumber yang ada tidak merinci lebih jauh mengenai bagaimana perkelahian tersebut berakhir.
Keterangan Brian ini menjadi salah satu dasar informasi mengenai kronologi kejadian di dalam kamar. Pihak terkait masih perlu memastikan kebenaran setiap rincian melalui proses yang berlaku, sehingga uraian mengenai peristiwa ini perlu dibaca sebagai bagian dari informasi yang masih berkembang.
Keributan di rumah keluarga Brian terdengar oleh orang-orang yang berada di dalam rumah dan warga di sekitar lokasi. Dalam suasana yang semakin gaduh, Simbah Brian berteriak meminta pertolongan. Ia juga meneriakkan kata “maling” agar anggota keluarga lainnya keluar dan mengetahui bahwa ada seseorang yang diduga masuk ke rumah. Teriakan itu membuat situasi segera menjadi perhatian orang-orang di sekitar. Sejumlah warga kemudian keluar dari rumah masing-masing dan berkumpul di luar rumah keluarga tersebut. Suasana yang semula berada di dalam rumah pun meluas ke area sekitar, sementara orang-orang berusaha mengetahui apa yang sedang terjadi dan siapa pria yang berada di sana.
Menurut keterangan Brian, ketika pria tersebut dibawa keluar, warga menghadangnya. Namun, Brian mengatakan ia tidak mengetahui secara pasti tindakan yang dilakukan warga terhadap pria itu. Pada saat tersebut, keadaan sudah ramai dan gaduh sehingga ia tidak dapat memastikan rangkaian kejadian secara utuh. Keterangan itu menggambarkan situasi yang berkembang cepat di tengah kehadiran banyak orang, tanpa memastikan siapa yang melakukan tindakan tertentu. Setelahnya, Brian pergi ke rumah sakit. Peristiwa tersebut berlangsung sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi, sehingga keadaan yang dihadapi warga dan keluarga saat itu masih dipenuhi kepanikan serta kerumunan.
Pria yang diduga sebagai pelaku pencurian itu dilaporkan meninggal dunia di lokasi sebelum polisi datang. Kematian tersebut terjadi setelah ia menjadi sasaran amuk massa, tetapi rincian mengenai tindakan yang dialaminya perlu dipastikan melalui keterangan para saksi dan penyelidikan aparat. Dengan demikian, kesaksian Brian mengenai keramaian dan penghadangan warga perlu dipahami sebagai keterangan tentang apa yang ia ketahui, bukan sebagai kepastian mengenai seluruh kejadian. Perbedaan apa yang terdengar, apa yang terlihat, dan apa yang dilakukan masing-masing orang menjadi penting untuk ditelusuri. Kehadiran polisi setelah peristiwa itu menjadi bagian dari proses penanganan kejadian, termasuk mengumpulkan informasi untuk menjelaskan urutan peristiwa dan keadaan pria tersebut.
Rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian pria yang diduga terlibat dalam pencurian di Randuacir masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian. Dugaan pencurian dan pengeroyokan merupakan dua hal yang perlu ditelusuri untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian tersebut. Polisi belum menyampaikan identitas pria itu sebagai informasi yang telah dipastikan.
Keterangan mengenai peristiwa tersebut perlu diperiksa dengan mengacu pada bukti dan informasi yang dapat diverifikasi. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan kronologi, termasuk bagaimana dugaan pencurian diketahui, apa yang terjadi setelahnya, serta kondisi yang menyebabkan pria tersebut meninggal dunia. Hingga proses itu berjalan, berbagai informasi mengenai kejadian sebaiknya dipahami sebagai keterangan awal, bukan kesimpulan resmi.
Identitas pria yang meninggal juga belum diketahui secara lengkap oleh Brian. Brian mengaku belum mengetahui nama lengkap pria tersebut. Menurut informasi yang ia terima, pria itu diperkirakan berusia sekitar 44 tahun dan berasal dari wilayah Tembalang, Semarang. Keterangan tersebut masih berasal dari Brian dan belum dapat diperlakukan sebagai identitas yang telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Brian juga menyampaikan bahwa pria itu disebut tinggal di sebuah rumah kos di Salatiga, tidak jauh dari rumah sakit umum. Informasi mengenai tempat tinggal tersebut, sebagaimana keterangan tentang usia dan asal daerahnya, merupakan informasi yang diterima Brian. Kepastian mengenai identitas maupun domisili pria tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari kepolisian.
Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, menyatakan Satreskrim Polres Salatiga masih menyelidiki dugaan pencurian dan pengeroyokan yang berujung pada kematian pria tersebut. Pernyataan itu menegaskan bahwa penanganan perkara masih berlangsung, sementara kepolisian berupaya mengurai kejadian dan memastikan informasi yang berkaitan dengannya. Sampai penyelidikan menghasilkan keterangan yang terverifikasi, identitas pria tersebut belum dapat dinyatakan secara pasti.
Baca juga: Seniman Bantengan Probolinggo Minta Klarifikasi, Pemberitaan Berujung Laporan






