Bisnis  

Fore Kopi Ungkap Akses Tanpa Izin yang Berdampak pada 5,7 Juta Akun

Fore Kopi Ungkap Akses Tanpa Izin yang Berdampak pada 5,7 Juta Akun

Jakarta | PT Fore Kopi Indonesia Tbk. mengonfirmasi adanya akses tanpa izin pada salah satu platform yang digunakan untuk mengelola data pelanggan. Informasi tersebut disampaikan perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam keterangan itu, Fore menyebut investigasi internal menemukan aktivitas tidak wajar pada platform terkait. Perusahaan menyampaikan perkembangan tersebut sebagai bagian dari penanganan insiden dan pemeriksaan atas dampaknya.

Berdasarkan hasil investigasi awal, insiden tersebut berpotensi berdampak pada data yang terkait dengan sekitar 5,7 juta akun. Angka itu merupakan perkiraan yang disampaikan pada tahap awal pemeriksaan, sehingga ruang lingkup dampak masih merujuk pada temuan sementara. Keterangan perusahaan tidak merinci dalam informasi tersebut jenis data yang terdampak ataupun rincian lain mengenai akun-akun yang masuk dalam perkiraan itu. Karena itu, besaran yang disebutkan perlu dipahami sesuai konteks hasil investigasi awal.

Konfirmasi ini menempatkan keamanan platform pengelolaan data pelanggan sebagai perhatian utama dalam penanganan insiden. Aktivitas tidak wajar yang ditemukan dalam pemeriksaan internal menjadi dasar bagi perusahaan untuk menelaah kemungkinan akses tanpa izin serta cakupan data yang terkait. Namun, informasi yang disampaikan tidak menjelaskan kronologi kejadian maupun lokasi terjadinya akses. Dengan demikian, detail di luar temuan awal tersebut tidak dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Pengungkapan melalui Bursa Efek Indonesia memberikan informasi resmi kepada publik mengenai adanya insiden dan estimasi dampak terhadap akun. Pernyataan PT Fore Kopi Indonesia Tbk. juga membedakan konfirmasi akses tanpa izin dan hasil awal yang masih diperiksa. Jumlah sekitar 5,7 juta akun menunjukkan skala yang sedang ditelaah, bukan rincian final mengenai setiap akun atau data yang terlibat. Perkembangan selanjutnya bergantung pada hasil investigasi perusahaan. Untuk saat ini, inti pengumuman adalah ditemukannya aktivitas tidak wajar pada salah satu platform pengelolaan data pelanggan dan adanya potensi dampak terhadap sekitar 5,7 juta akun.

Fore Kopi menyampaikan bahwa jenis informasi yang berpotensi terdampak tidak seragam untuk setiap pelanggan. Artinya, daftar data yang disebutkan perusahaan menggambarkan kategori informasi yang mungkin diakses, bukan kepastian bahwa seluruh kategori tersedia atau terpapar pada setiap akun. Data yang terkait dengan suatu pelanggan dapat berbeda bergantung pada informasi yang diberikan, penggunaan aplikasi, serta aktivitas transaksi yang tercatat. Karena itu, pelanggan sebaiknya tidak menganggap bahwa semua informasi dalam daftar tersebut pasti dimiliki atau diakses dalam kasus ini.

Kategori data yang mungkin terdampak mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, dan alamat yang terdaftar di aplikasi Fore. Informasi teknis akun seperti hashed PIN juga disebut dalam daftar, begitu pula riwayat pembelian yang dilakukan melalui aplikasi. Hashed PIN merupakan representasi PIN yang telah diproses dengan metode hashing, bukan PIN dalam bentuk teks biasa; namun, keberadaannya tetap termasuk informasi akun yang perlu diperhatikan. Riwayat pembelian, jika terkait dengan akun tertentu, dapat memuat catatan aktivitas pelanggan di aplikasi. Perusahaan tidak menyatakan bahwa setiap pelanggan memiliki seluruh informasi tersebut atau bahwa semuanya diakses dalam setiap kasus.

Fore juga menjelaskan batasan mengenai informasi identitas dan pembayaran. Menurut perusahaan, aplikasi Fore tidak meminta maupun menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto KTP. Dengan demikian, kedua jenis informasi itu bukan bagian dari data yang disimpan melalui aplikasi sebagaimana dijelaskan perusahaan. Untuk pembayaran, informasi seperti detail kartu kredit atau kartu debit diproses dan disimpan pada platform terpisah, bukan di sistem aplikasi Fore. Perusahaan menyebut informasi pembayaran tersebut tidak terdampak oleh akses tanpa izin yang dilaporkan. Pemisahan ini penting dipahami, tetapi tidak mengubah perlunya pelanggan mengikuti arahan resmi perusahaan mengenai keamanan akun. Pelanggan dapat memeriksa komunikasi dari Fore untuk mengetahui langkah yang disarankan, serta terhadap pesan atau tautan yang mengatasnamakan perusahaan dan meminta PIN, kata sandi, atau informasi pembayaran. Jangan membagikan kode verifikasi kepada pihak lain. Penjelasan mengenai kategori yang mungkin terlibat dan batas penyimpanan ini membantu membedakan data aplikasi dari data yang berada di layanan pembayaran terpisah, tanpa menyimpulkan bahwa setiap akun mengalami dampak yang sama.Setelah akses tanpa izin teridentifikasi, Fore mengambil langkah untuk menghentikan akses tersebut dan mengamankan sistem terkait dalam kurun waktu 24 jam. Perusahaan menyatakan bahwa penanganan awal ini dilakukan untuk membatasi dampak insiden serta mencegah akses lebih lanjut. Upaya pengamanan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap sistem dan platform yang berhubungan dengan layanan Fore.

Langkah teknis yang telah dilakukan mencakup pengujian keamanan, penanganan kerentanan yang ditemukan, serta pembaruan platform terkait ke versi terbaru. Fore juga menerapkan pengamanan tambahan sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sistem. Tindakan tersebut menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap kejadian yang berdampak pada akun pelanggan, sekaligus mendukung proses pemeriksaan lanjutan atas kemungkinan risiko pada lingkungan teknologinya.

Untuk memperoleh penilaian yang independen, Fore menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan investigasi forensik. Pemeriksaan mencakup aplikasi Fore, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan. Penyelidikan tersebut masih berlangsung, sehingga perusahaan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai seluruh aspek insiden. Fore menyatakan akan menindaklanjuti temuan investigasi dan menggunakan hasilnya untuk menentukan langkah perlindungan berikutnya.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Fore juga akan berkoordinasi dengan otoritas terkait sepanjang proses penanganan dan penyelidikan. Pelanggan yang terdampak dihubungi secara langsung oleh perusahaan, agar dapat menerima informasi mengenai kejadian dan tindak lanjut yang relevan melalui saluran komunikasi resmi.

CEO Fore, Vico Lomar, menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut dan dampak yang ditimbulkannya. Ia menegaskan bahwa Fore bertanggung jawab menangani kejadian ini dengan serius, memperkuat keamanan sistem, serta memberikan informasi kepada pelanggan dan pihak berwenang. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk terbuka selama investigasi berlangsung dan untuk mengambil tindakan yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Sementara itu, pelanggan disarankan mengikuti pemberitahuan resmi dari Fore dan tetap berhati-hati terhadap komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan.

Pelanggan yang menerima pemberitahuan dari Fore Kopi mengenai insiden akses tanpa izin disarankan segera mengganti PIN akun Fore. Langkah ini tetap perlu dilakukan meskipun pelanggan belum melihat aktivitas yang tidak biasa pada akunnya. Apabila akun Fore belum memiliki PIN, pelanggan dianjurkan membuat PIN baru yang sulit ditebak dan tidak menggunakan informasi pribadi yang mudah diketahui orang lain. PIN sebaiknya hanya digunakan untuk akun tersebut, agar risiko pada layanan lain dapat dibatasi apabila suatu saat informasi akun terungkap.

Jika pelanggan memakai PIN yang sama pada akun lain, perusahaan juga menganjurkan agar PIN tersebut diganti di layanan terkait. Gunakan kombinasi berbeda untuk setiap akun, dan jangan menyimpan PIN di tempat yang mudah diakses orang lain. Aplikasi Fore telah menerapkan autentikasi dua faktor untuk proses masuk melalui perangkat baru. Fitur ini menambahkan lapisan verifikasi saat pelanggan mengakses akun dari perangkat yang belum pernah digunakan. Pelanggan perlu menjaga kode verifikasi yang diterima, termasuk kode sekali pakai atau OTP, sama hati-hatinya dengan PIN.

Sampai pernyataan perusahaan dibuat, Fore menyebut belum menemukan indikasi bahwa informasi yang diakses telah disalahgunakan. Namun, pelanggan tetap perlu memantau aktivitas akun dan bersikap terhadap komunikasi yang tidak terduga.