Pergerakan Harga Pangan Nasional: Cabai Melemah, Sejumlah Beras Menguat

Pergerakan Harga Pangan Nasional: Cabai Melemah, Sejumlah Beras Menguat

Jakarta | Harga pangan nasional bergerak beragam pada Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, sedangkan komoditas lain turun atau tidak berubah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa perubahan harga pada hari tersebut tidak berlangsung seragam di seluruh bahan pangan yang dipantau.

Cabai termasuk komoditas yang melemah. Pada saat yang sama, beberapa jenis beras tercatat menguat. Dengan demikian, arah perubahan harga cabai berbeda dari sebagian harga beras dalam pembaruan data tersebut. Informasi yang tersedia menyebutkan adanya pergerakan naik, turun, dan tetap, tetapi tidak memberikan rincian angka untuk setiap komoditas dalam bahan yang menjadi acuan bagian ini.

Gambaran tersebut perlu dibaca sebagai catatan harga pada satu tanggal tertentu, bukan sebagai kesimpulan mengenai tren dalam rentang waktu yang lebih panjang. Data PIHPS memberikan potret perubahan harga pangan pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan variasi arah antarkomoditas. Tanpa angka pembanding atau rincian perubahan per jenis bahan pangan, besarnya kenaikan maupun penurunan tidak dapat dijelaskan secara lebih spesifik.

Untuk cabai, informasi yang dapat ditegaskan adalah bahwa harganya melemah. Sementara itu, penguatan tercatat pada sejumlah beras, bukan berarti seluruh jenis beras mengalami kenaikan. Komoditas lain dalam pantauan dapat berada pada posisi naik, turun, atau tidak berubah, sesuai catatan PIHPS. Karena tidak tersedia angka terperinci dalam bahan sumber, uraian ini tidak menambahkan nilai harga maupun besaran perubahan yang tidak tercantum.

Secara keseluruhan, perkembangan harga pangan nasional pada tanggal tersebut memperlihatkan kondisi yang bervariasi: cabai melemah, beberapa beras menguat, dan komoditas lainnya menunjukkan arah perubahan yang berbeda atau tetap. Penyebab perubahan tidak dapat disimpulkan dari data ringkas yang tersedia. Untuk mengetahui harga dan perubahan setiap komoditas secara tepat, pembaca perlu merujuk langsung pada rincian tabel PIHPS Bank Indonesia untuk tanggal tersebut.

Pergerakan harga pada kelompok bawang menunjukkan arah yang berbeda untuk dua komoditas yang dicatat. Harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dan berada pada level Rp37.150 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang putih turun 0,65 persen, dengan nilai tercatat Rp38.300 per kilogram. Dengan demikian, perubahan harga bawang merah bergerak naik, sementara bawang putih bergerak turun pada periode pemantauan yang sama.

Perbedaan arah tersebut terlihat meskipun kedua komoditas berada dalam kelompok pangan yang sama. Kenaikan bawang merah sebesar 0,13 persen tergolong perubahan positif pada angka yang dilaporkan, sedangkan penurunan bawang putih sebesar 0,65 persen menunjukkan pergerakan negatif. Angka persentase itu menjelaskan besaran perubahan masing-masing harga, sementara harga per kilogram menunjukkan posisi harga yang tercatat. Kedua informasi tersebut dapat dibaca secara berdampingan tanpa menyamakan pola pergerakan keduanya.

Dari sisi nilai, harga bawang putih tercatat Rp38.300 per kilogram, atau lebih tinggi daripada harga bawang merah yang mencapai Rp37.150 per kilogram. Namun, tingkat harga dan arah perubahan merupakan dua hal yang berbeda. Bawang putih memiliki harga tercatat lebih tinggi dalam data ini, tetapi mengalami penurunan; bawang merah berada pada harga yang lebih rendah, tetapi mengalami kenaikan. Perbandingan ini menggambarkan keadaan harga kedua jenis bawang berdasarkan angka yang tersedia, bukan penyebab di balik perubahan tersebut.

Informasi yang dapat ditegaskan dari catatan ini terbatas pada nilai dan persentase perubahannya: bawang merah naik 0,13 persen menjadi Rp37.150 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 0,65 persen menjadi Rp38.300 per kilogram. Karena arahnya berlawanan, pembaca sebaiknya memperhatikan setiap komoditas secara terpisah ketika mengikuti perkembangan harga pangan. Data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi pasokan, permintaan, distribusi, maupun faktor lain. Uraian yang cermat cukup membedakan kenaikan pada bawang merah dan penurunan pada bawang putih sesuai angka yang tercantum.

Perubahan harga beras menunjukkan perbedaan arah dan besaran menurut kualitas. Dalam kelompok beras kualitas bawah, harga beras bawah I tidak mengalami perubahan dan tercatat sebesar Rp14.950 per kilogram. Sementara itu, beras bawah II mengalami kenaikan 0,34 persen menjadi Rp14.800 per kilogram. Kedua angka ini menggambarkan pergerakan yang tidak seragam di dalam kategori kualitas bawah: satu harga tetap, sedangkan yang lain meningkat tipis.

Pada kelompok beras medium, harga beras medium I tercatat Rp16.650 per kilogram, sementara beras medium II berada di Rp16.450 per kilogram. Angka yang tersedia menunjukkan tingkat harga untuk masing-masing kualitas tersebut. Tidak ada besaran perubahan persentase yang dicantumkan untuk kedua jenis beras medium, sehingga informasi yang dapat dibandingkan pada bagian ini adalah harga per kilogramnya.

Untuk kategori beras super, kedua kualitas mengalami kenaikan. Beras super I naik 0,28 persen menjadi Rp18.000 per kilogram. Adapun beras super II meningkat 0,29 persen menjadi Rp17.450 per kilogram. Dengan demikian, harga beras super I tetap lebih tinggi daripada beras super II, sementara persentase kenaikannya sedikit lebih kecil. Penyajian berdasarkan kualitas membantu memperjelas perbedaan harga sekaligus perubahan yang terjadi pada setiap jenis.

Secara keseluruhan, data memperlihatkan bahwa harga beras bawah I bertahan, sedangkan beras bawah II dan kedua jenis beras super mencatat kenaikan. Harga beras medium I dan medium II masing-masing berada pada Rp16.650 dan Rp16.450 per kilogram. Sementara itu, harga beras bawah II tercatat Rp14.800 per kilogram setelah naik 0,34 persen, dan beras bawah I tetap di Rp14.950 per kilogram. Pada kelompok super, harga terbaru masing-masing adalah Rp18.000 per kilogram untuk kualitas I dan Rp17.450 untuk kualitas II. Rincian tersebut memungkinkan pembaca melihat posisi harga per kilogram tanpa menyamakan perubahan antar-kualitas. Seluruh angka disajikan sebagaimana tercantum dalam data, termasuk nilai kenaikan yang disebutkan untuk beras bawah II serta beras super I dan II. Perbedaan tersebut menegaskan pentingnya membaca harga beras menurut tingkat kualitas, bukan hanya melihat satu angka umum untuk seluruh jenis beras.

Harga cabai yang tercatat dalam pemantauan menunjukkan pergerakan menurun. Cabai merah besar turun 4,09 persen hingga berada pada Rp72.750 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting melemah 2,3 persen menjadi Rp85.100 per kilogram. Angka tersebut memperlihatkan penurunan pada kedua jenis cabai yang disebutkan secara khusus dalam data, meskipun besaran penurunannya tidak sama. Cabai merah besar mencatat persentase koreksi lebih besar daripada cabai merah keriting.

Sumber juga menyatakan bahwa seluruh jenis cabai yang tercatat mengalami penurunan harga. Namun, rincian angka yang tersedia hanya mencakup cabai merah besar dan cabai merah keriting. Karena itu, informasi mengenai jenis cabai lainnya sebaiknya dipahami sebatas arah pergerakannya, yakni turun, tanpa menyimpulkan nilai harga maupun persentase perubahan yang tidak dicantumkan. Pembatasan ini penting agar gambaran kondisi pasar tetap sesuai dengan data yang tersedia.

Perbedaan persentase penurunan dua jenis cabai tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga tidak berlangsung dengan ukuran yang seragam. Meski demikian, angka yang disampaikan tidak menjelaskan penyebab pergerakan maupun kondisi pasokan dan permintaan. Data ini juga tidak memberikan keterangan tentang wilayah pengamatan atau periode pembanding secara terperinci.

Baca juga: Kasum TNI Bersama Menko Polkam Hadiri Perayaan Hari Nasional ke-77 RRC | Dukung Ketahanan Energi Nasional, Bati Tuud Koramil Ngasem Bojonegoro Hadiri Sosialisasi Survei Seismik 2D Lamturo | Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Dandim Bojonegoro Raih Juara III Dansatgas Terbaik TMMD 129