Elkan Baggott Tiga Laga Beruntun Tak Dimainkan Millwall, Perannya di Timnas Jadi Sorotan

Elkan Baggott Tiga Laga Beruntun Tak Dimainkan Millwall, Perannya di Timnas Jadi Sorotan

Jakarta | Elkan Baggott belum memperoleh menit bermain dalam tiga pertandingan beruntun Millwall di kompetisi Championship 2026/2027. Bek timnas Indonesia berusia 23 tahun itu tercatat berada di bangku cadangan, sementara klubnya menjalani rangkaian laga tanpa menurunkannya. Situasi tersebut membuat kesempatan bermain Baggott di level klub kembali menjadi perhatian, terutama karena ia memiliki peran penting ketika membela Indonesia.

Media sepak bola Asia Goalpost_asia menyoroti perbedaan posisi Baggott di klub dan tim nasional. Dalam unggahannya, media tersebut menggambarkan Baggott sebagai sosok pahlawan bagi Indonesia, tetapi hanya menjadi penghangat bangku cadangan di Millwall. Perbandingan itu menangkap kontras yang terlihat kepercayaan yang diterimanya bersama timnas dan minimnya kesempatan tampil dalam tiga laga terakhir klubnya.

Perhatian terhadap kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa Baggott kehilangan tempat secara permanen. Keputusan susunan pemain dapat dipengaruhi berbagai pertimbangan, termasuk kebutuhan taktik, pilihan pelatih, dan persaingan di posisi bek. Namun, tanpa menit bermain dalam beberapa pertandingan berturut-turut, perkembangan perannya di Millwall wajar menjadi bahan pemantauan bagi pendukung dan pengamat sepak bola Indonesia.

Bagi timnas, jam terbang di kompetisi klub dapat membantu pemain menjaga kebugaran serta ritme pertandingan. Karena itu, status Baggott sebagai pemain cadangan menjadi sorotan tersendiri menjelang agenda internasional berikutnya, meski belum cukup untuk memastikan dampaknya terhadap posisinya di skuad Indonesia. Situasi tersebut juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi pemain yang harus bersaing mendapatkan tempat di klub, sekaligus memenuhi harapan publik negaranya. Perhatian kini tertuju pada apakah ia akan mendapat kesempatan tampil dalam laga Millwall selanjutnya, serta bagaimana menit bermainnya berkembang sepanjang musim. Untuk saat ini, fakta yang menjadi dasar sorotan adalah tiga pertandingan beruntun tanpa penampilan, bukan kepastian mengenai masa depannya di klub atau tim nasional.

Millwall harus pulang dari Fratton Park dengan kekalahan 1-2 setelah menghadapi Portsmouth pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, Elkan Baggott kembali tidak memperoleh kesempatan bermain dan menyaksikan laga dari bangku cadangan. Pelatih Alex Neil tidak memasukkan bek asal Indonesia itu ke lapangan, meskipun Millwall akhirnya gagal mempertahankan keunggulan. Hasil ini menambah perhatian terhadap situasi Baggott di klub, terutama karena ia kembali hanya menjadi pemain cadangan dalam pertandingan liga. Bagi Millwall, laga tandang tersebut sempat berjalan menjanjikan, tetapi perubahan skor membuat keunggulan awal mereka tidak cukup untuk membawa pulang poin.

Millwall membuka keunggulan pada menit keenam melalui Jenson Metcalfe. Gol cepat itu memberi tim tamu awal yang baik dan membuat Portsmouth harus berusaha mengejar ketertinggalan di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan sampai akhir. Portsmouth menyamakan kedudukan setelah Lyndon Dykes mencetak gol bunuh diri, sehingga skor kembali imbang. Perubahan itu menggeser momentum pertandingan dan memberi tuan rumah peluang untuk terus menekan. Millwall kemudian kebobolan lagi lewat Thomas Waddingham, yang membawa Portsmouth berbalik unggul 2-1. Rangkaian gol itu menjadi penentu hasil akhir di Fratton Park.

Di tengah perubahan jalannya laga, Baggott tetap berada di bangku cadangan hingga pertandingan selesai. Alex Neil tidak melakukan pergantian yang memberinya menit bermain, sehingga bek tersebut kembali tidak tampil untuk Millwall. Kekalahan ini membuat keputusan pemilihan pemain dan posisi Baggott di skuad kembali menjadi bahan perhatian, khususnya menjelang agenda berikutnya bersama klub. Namun, satu hasil pertandingan saja tidak menjelaskan seluruh pertimbangan pelatih; faktor taktik, kebutuhan tim, dan persaingan di posisi belakang dapat memengaruhi susunan pemain. Bagi Baggott, kesempatan berikutnya untuk tampil akan menjadi penting untuk menunjukkan kesiapan dan menjaga ritme kompetitif. Sementara itu, Millwall perlu mengevaluasi bagaimana mereka kehilangan keunggulan setelah mencetak gol lebih dahulu, sebab kegagalan mempertahankan hasil ikut menentukan kekalahan mereka di Portsmouth.

Dua pertandingan sebelum laga terakhir dalam rangkaian yang disebut, Elkan Baggott kembali tidak memperoleh kesempatan bermain bersama Millwall. Pada 17 Oktober 2026, Millwall menghadapi Lincoln City dan mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 2-2. Baggott tidak diturunkan dalam laga tersebut, sehingga ia melewati pertandingan tanpa mencatat satu menit pun di lapangan. Hasil seri itu menambah satu laga pada catatan beruntunnya sebagai pemain yang tidak dimainkan di Championship.

Sebelumnya, pada 13 Oktober 2026, Millwall bertemu Swansea City. Dalam pertandingan itu, Millwall menelan kekalahan 0-1, sementara Baggott juga tidak masuk ke lapangan. Dengan demikian, ia tidak tampil saat timnya menghadapi dua lawan tersebut, baik dalam pertandingan yang berakhir imbang maupun ketika Millwall harus menerima kekalahan. Kedua hasil itu menjadi bagian dari periode ketika bek tersebut belum mendapat menit bermain di kompetisi liga.

Jika digabungkan dengan laga terakhir yang disebut dalam sumber, pertandingan melawan Lincoln City dan Swansea City membentuk rangkaian tiga laga Championship berturut-turut tanpa penampilan Baggott. Rentang ini menunjukkan bahwa ia tidak dimainkan pada tiga pertandingan terakhir yang tercantum, bukan hanya absen dalam satu kesempatan. Meski demikian, catatan tersebut terbatas pada laga-laga yang disebutkan itu dan tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan keputusan pelatih atau perubahan statusnya di dalam skuad. Dua pertandingan sebelumnya memberikan konteks bagi sorotan terhadap minimnya menit bermain Baggott di Millwall. Perhatian pada situasi klub tersebut juga membuat perannya bersama tim nasional menjadi bahan pembahasan, terutama saat kesempatan bermain di level klub tidak datang selama beberapa laga beruntun. Untuk rangkaian yang dimaksud, faktanya jelas: pada 13 Oktober Millwall kalah dari Swansea, lalu pada 17 Oktober bermain seri melawan Lincoln, dan Baggott tidak tampil dalam keduanya. Bersama laga terakhir yang disebut, ketiganya menjadi catatan beruntun tanpa menit bermain di Championship.

Situasi Elkan Baggott di Millwall terlihat berbeda dari peran yang ia jalankan bersama timnas Indonesia beberapa pekan sebelumnya. Di klub Inggris tersebut, ia tidak dimainkan dalam tiga laga beruntun, sehingga kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di level klub masih terbatas. Kondisi itu membuat perhatian tertuju pada seberapa besar perannya dapat berkembang apabila ia kembali memperoleh menit bermain. Namun, minimnya kesempatan di Millwall tidak serta-merta menggambarkan kontribusi Baggott di panggung internasional.

Bersama Indonesia, Baggott disebut sebagai salah satu pemain yang berkontribusi dalam keberhasilan tim menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Peran tersebut menjadi kontras dengan statusnya di Millwall: di satu sisi, ia belum tampil dalam tiga pertandingan berturut-turut; di sisi lain, ia turut membantu tim nasional dalam perjalanan menuju gelar. Perbedaan konteks ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan kebutuhan tim dapat memengaruhi ruang bagi seorang pemain untuk memberikan dampak.

Kontribusinya juga disorot dalam final melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. Baggott mencetak gol penting dalam pertandingan tersebut. Momen itu memberi gambaran tentang perannya ketika mendapat kesempatan bersama tim nasional, terlebih dalam laga yang berlangsung di hadapan pendukung Indonesia. Gol tersebut menjadi bagian dari kisah kontribusinya di turnamen, tanpa menghapus fakta bahwa ia sedang menghadapi periode sulit untuk mendapatkan kesempatan bermain di klub.

Indonesia sempat tertinggal 1-2 setelah Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada babak tambahan waktu. Keadaan itu menambah sorotan pada kontribusi para pemain Indonesia dalam final, termasuk Baggott.

Baca juga: Praktik Judi Sabung Ayam di Weru Kandat, Ketegasan Aparat Jadi Sorotan | Lompatan Ranking FIFA Timnas Indonesia di Era Erick Thohir: Tiga Pelatih, Naik 31 Peringkat