Jakarta | Ruben Onsu menyampaikan pesan penuh kasih untuk Thalia dan Thania, dua putrinya yang kini tinggal bersama Sarwendah. Di tengah upayanya untuk kembali bertemu dengan mereka, Ruben menitipkan doa agar kedua anak itu selalu menjalani hari-hari dengan baik dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh perhatian. Pesan tersebut dikutip pada 21 Oktober 2026, dengan harapan yang berpusat pada kebahagiaan serta masa depan kedua putrinya.
Ruben berharap Thalia dan Thania tumbuh menjadi anak-anak yang baik, memiliki sikap yang membanggakan, dan mampu membawa manfaat bagi banyak orang. Ia juga mendoakan agar keduanya senantiasa sehat, kuat, serta dapat menjalani proses tumbuh kembang dengan bahagia. Bagi Ruben, keberhasilan anak bukan hanya tentang pencapaian, melainkan juga tentang karakter, kepedulian, dan kebaikan yang mereka berikan kepada orang-orang di sekitarnya.
Di balik doa tersebut, tersimpan harapan Ruben agar suatu saat ia dapat kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama kedua putrinya. Keinginan untuk bertemu itu disampaikan dengan tetap menghormati keadaan yang sedang berlangsung. Ia ingin terus memiliki ruang dalam kehidupan Thalia dan Thania, meskipun saat ini mereka tinggal bersama Sarwendah. Pesan itu menunjukkan bahwa hubungan seorang ayah dengan anak-anaknya tetap penting baginya.
Ruben menegaskan bahwa rasa sayangnya kepada Thalia dan Thania tidak berkurang. Ia ingin tetap hadir, mendengarkan cerita maupun keluh kesah mereka, dan menjadi sosok yang dapat mereka hubungi ketika membutuhkan dukungan. Kehadiran yang ia maksud bukan semata-mata tentang berada di dekat mereka, tetapi juga memastikan anak-anaknya mengetahui bahwa perhatian dan kasih sayangnya tetap ada.
Melalui pesan tersebut, Ruben menyampaikan dukungan tanpa membebani kedua putrinya. Doanya menjadi ungkapan kasih sekaligus pengingat bahwa ia berharap mereka tumbuh sehat, bahagia, dan membanggakan. Sambil menantikan kesempatan untuk bertemu kembali, ia ingin terus menjaga hubungan dengan Thalia dan Thania serta menjadi pendengar bagi mereka. Harapan itu memperlihatkan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan kedua anak tetap menjadi perhatian utamanya.
Ruben Onsu menyampaikan bahwa dirinya masih berupaya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan kedua putrinya, Thalia dan Thania. Pernyataan itu menggambarkan keinginannya untuk tetap menjalin kedekatan dengan anak-anak, meski saat ini ia menyebut sedang menghadapi masa yang tidak mudah. Ruben tidak menguraikan secara terperinci bagaimana upaya tersebut dijalankan maupun kapan pertemuan dapat terjadi. Karena itu, keterangannya lebih menekankan harapan pribadi untuk bisa kembali menghabiskan waktu bersama kedua putrinya.
Dalam pesannya, Ruben menggambarkan situasi yang tengah dihadapi sebagai sebuah badai. Ia berharap masa sulit tersebut dapat berlalu, sehingga hubungan mereka nantinya bisa dijalani dengan lebih tenang. Ia juga menyampaikan keinginan agar interaksi pada masa mendatang tidak diwarnai keributan. Ungkapan tersebut menjadi bagian dari harapannya, bukan penjelasan mengenai hasil atau kepastian dari upaya untuk bertemu dengan Thalia dan Thania.
Ruben turut menitipkan doa bagi kedua putrinya. Pesan itu menunjukkan bahwa perhatian dan harapannya tetap tertuju kepada Thalia dan Thania, sementara ia masih berusaha memperoleh kesempatan untuk bertemu. Ia tidak menyampaikan rincian lebih jauh tentang situasi yang mendasari kesulitan tersebut, sehingga tidak ada dasar untuk memastikan bagaimana prosesnya akan berkembang. Pernyataannya juga tidak menjelaskan apakah sudah ada jadwal pertemuan atau perubahan tertentu dalam hubungan mereka. Yang disampaikan Ruben adalah keinginan agar badai yang ia rasakan berlalu, serta harapan bahwa kelak hubungan dengan kedua anaknya dapat berlangsung tanpa keributan. Sampai ada keterangan lebih lanjut, hal tersebut tetap merupakan harapan yang ia ungkapkan kepada publik. Dengan demikian, fokus pesannya berada pada upaya yang masih ia perjuangkan, doa untuk putri-putrinya, dan keinginan menjalani hubungan yang lebih damai pada masa mendatang. Ia berharap keadaan yang sulit ini tidak berlangsung selamanya dan membuka ruang bagi hubungan keluarga yang lebih tenang. Namun, ia belum menyebutkan kepastian mengenai waktu ataupun bentuk pertemuan yang diharapkan tersebut.
Di tengah situasi keluarga yang masih berlangsung, Ruben Onsu kini tinggal bersama dua anak angkatnya, Betrand Putra Onsu dan Thayaka Putra Onsu. Kehidupan bersama kedua anak tersebut menjadi bagian dari kesehariannya saat ini. Namun, keadaan itu tidak menghapus harapannya untuk dapat bertemu dengan Thalia dan Thania. Ruben tetap menyimpan keinginan tersebut, meski belum mengetahui kapan kesempatan itu akan terwujud.
Ruben mengungkapkan bahwa situasi yang terjadi membuatnya tidak banyak memiliki mimpi. Ia memilih menjalani sisa usia yang ada dan berusaha melakukan yang terbaik. Pernyataan itu menggambarkan sikapnya dalam menghadapi keadaan saat ini, tanpa menetapkan harapan tertentu mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Di tengah hal-hal yang belum dapat dipastikan, ia berupaya menjalani kehidupannya dan melakukan bagian yang menurutnya masih bisa dilakukan.
Keinginan untuk bertemu Thalia dan Thania tetap ia sampaikan, tetapi Ruben menyerahkan kemungkinan pertemuan itu kepada Allah. Ia tidak memastikan bahwa pertemuan akan berlangsung dalam waktu dekat, maupun menyebutkan kapan hal tersebut dapat terjadi. Baginya, kesempatan untuk bertemu kedua anak itu berada di luar hal yang bisa ia tentukan sendiri. Karena itu, ia memilih menitipkan harapan tersebut melalui doa dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Ruben juga tidak menyampaikan banyak mimpi lain di tengah keadaan yang sedang dihadapi. Ia lebih menekankan keinginannya untuk menjalani sisa usia serta berusaha memberikan yang terbaik. Harapan untuk bertemu Thalia dan Thania tetap ada, sementara kesehariannya kini dijalani bersama Betrand dan Thayaka. Dua hal tersebut menjadi bagian dari pengakuannya tentang keluarga dan masa depan: menjalani apa yang ada sekarang, tetap berharap, serta menyerahkan kemungkinan pertemuan kepada Allah. Ia tidak menambahkan kepastian mengenai bagaimana hubungan keluarga itu akan berkembang, tetapi menyampaikan bahwa doa dan ikhtiarnya tetap berjalan seiring dengan situasi yang dihadapinya. Dengan demikian, keinginan bertemu tetap menjadi harapan yang ia titipkan, bukan sesuatu yang ia pastikan akan segera terjadi.
Di tengah perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah yang disebut semakin memanas, psikolog sekaligus mantan artis Lita Gading turut menyampaikan pandangannya. Tanggapannya muncul setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call Ruben dengan seorang pria melalui akun Instagram. Pada 15 Oktober 2026, Lita menilai langkah tersebut sebagian besar keliru, terutama jika mempertimbangkan kemungkinan dampaknya terhadap anak-anak. Penilaian itu merupakan pandangan Lita atas situasi yang berkembang, bukan kesimpulan bahwa dampak tertentu telah terbukti terjadi.
Lita menyoroti pentingnya memisahkan persoalan orang dewasa dari kebutuhan anak untuk merasa aman dan tidak terseret dalam konflik. Menurut pandangannya, konten yang menyangkut perselisihan keluarga dapat membuat anak berhadapan dengan informasi atau perhatian publik yang belum tentu sesuai dengan usia serta kesiapan mereka. Karena itu, ia mengingatkan agar orang tua berhati-hati sebelum membagikan materi pribadi di media sosial, terlebih ketika hubungan keluarga sedang menghadapi ketegangan. Unggahan video call tersebut menjadi konteks komentarnya, tetapi Lita tidak menguraikan bukti mengenai bagaimana anak-anak secara langsung menanggapi rekaman itu.
Di sisi lain, Lita juga menyatakan bahwa seorang ibu tetap memiliki hati nurani untuk memikirkan kebaikan anak. Pernyataan ini menunjukkan bahwa, menurut Lita, kepentingan anak semestinya menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan, sekalipun orang tua sedang berselisih. Pandangannya tidak dapat dipahami sebagai penilaian menyeluruh atas niat Sarwendah, maupun sebagai kepastian bahwa unggahan itu telah menimbulkan kerugian tertentu.






