medan | Kontingen Indonesia menambah 15 medali pada Selasa, 20 Oktober 2026, dalam persaingan Asian Para Games 2026. Tambahan tersebut membawa koleksi sementara Merah Putih menjadi 25 medali, terdiri atas 4 emas, 4 perak, dan 17 perunggu. Hasil itu menjadi perkembangan penting bagi tim Indonesia, terutama karena satu bagian dari sasaran medali yang ditetapkan telah berhasil dipenuhi lebih awal. Perolehan pada hari tersebut memperlihatkan kontribusi atlet dari sejumlah cabang olahraga sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk terus memperbaiki posisi di klasemen sementara. Meski demikian, perjuangan masih berlanjut karena target untuk kategori emas dan perak belum tercapai.
Sasaran 17 medali perunggu yang ditetapkan kontingen Indonesia telah tercapai sebelum seluruh kompetisi berakhir. Capaian ini memberi kepastian bahwa target perunggu sudah berada dalam genggaman, namun target keseluruhan masih menuntut tambahan prestasi dari para atlet. Chef de Mission Indonesia, Reda Manthovani, sebelumnya menyampaikan sasaran kontingen berupa 7 medali emas, 8 perak, dan 17 perunggu. Dengan koleksi sementara 4 emas dan 4 perak, Indonesia masih memerlukan 3 emas serta 4 perak untuk memenuhi sasaran tersebut. Selisih itu menjadi ukuran yang jelas bagi tim dalam menjalani pertandingan berikutnya. Setiap peluang medali akan berperan penting, baik untuk mendekati target maupun meningkatkan raihan akhir kontingen.
Hingga pukul 22.00 WIB pada Selasa, Indonesia menempati peringkat kesembilan dalam klasemen sementara. Posisi tersebut mencerminkan persaingan ketat antarnegara peserta, terutama di jajaran teratas yang dipimpin China dengan 70 medali emas. Uzbekistan berada di urutan berikutnya dengan 17 emas, sementara Jepang mengoleksi 16 emas. Jarak perolehan emas Indonesia dan negara-negara terdepan masih cukup besar, sehingga tambahan medali emas menjadi kebutuhan utama jika Merah Putih ingin memperbaiki peringkat. Namun, posisi klasemen dapat berubah seiring berlangsungnya pertandingan dan pembagian medali. Dengan target perunggu sudah terpenuhi dan kebutuhan emas serta perak masih terukur, fokus Indonesia kini tertuju pada kesempatan yang tersisa untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Tiga medali emas Indonesia menjadi sorotan karena masing-masing diraih dengan catatan yang memecahkan rekor. Prestasi tersebut datang dari cabang para atletik, para renang, dan para balap sepeda, dengan para atlet menunjukkan kemampuan terbaik pada nomor masing-masing. Salah satu pencapaian paling menonjol dibukukan oleh I Kadek Dwi Purwana Yasa, atlet para atletik berusia 18 tahun asal Bali. Ia memenangkan nomor lempar cakram F57 setelah mencatat lemparan sejauh 49,75 meter. Angka itu bukan hanya mengantarkannya ke posisi teratas, tetapi juga memperbarui rekor dunia yang sebelumnya ia miliki sendiri.
Rekor dunia terdahulu Kadek dibuat di Meksiko pada 22 Juli 2026. Dalam penampilannya kali ini, ia melampaui catatan tersebut sejauh 1,07 meter, sebuah peningkatan yang menegaskan perkembangan performanya. Keberhasilan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana konsistensi dan persiapan dapat berujung pada hasil yang melampaui pencapaian sebelumnya. Di kolam renang, Maulana Rifky Yavianda asal Magetan turut mencatat kemenangan bersejarah. Ia meraih emas nomor 100 meter gaya punggung S12 dengan waktu 1 menit 3,07 detik. Catatan tersebut memecahkan rekor Asia, sekaligus menempatkan namanya sebagai pemegang standar baru di nomor itu. Prestasinya melengkapi kontribusi para atlet Indonesia dalam rangkaian pertandingan.
Emas ketiga yang disertai pemecahan rekor diraih Muhammad Fadli Imammuddin pada nomor individual pursuit 4.000 meter C4. Ia menyelesaikan lomba dengan waktu 4 menit 50,169 detik. Catatan itu mematahkan rekor Asian Para Games milik Wang Xian dari China dengan selisih 1,863 detik. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan besarnya peningkatan yang dicapai Fadli dalam nomor yang menuntut kecepatan sekaligus ketahanan. Tiga kemenangan ini memiliki arti lebih dari tambahan medali: setiap atlet menghasilkan catatan baru pada tingkat dunia, Asia, atau Asian Para Games. Rangkaian hasil tersebut menjadi bukti daya saing Indonesia di berbagai cabang dan memberi dorongan penting bagi upaya mendekati target Asian Para Games 2026. Capaian mereka juga menambah alasan bagi publik untuk mengikuti perkembangan kontingen pada pertandingan berikutnya.
Tambahan tiga medali perak memperkuat kontribusi para atletik bagi Indonesia. Muhammad Ridho Alfares Putra, Marcelino Michael, dan Lia Priyanti masing-masing naik ke podium, melengkapi raihan yang membawa kontingen semakin dekat dengan target Asian Para Games 2026. Hasil ini juga menunjukkan bahwa perjuangan atlet dari berbagai nomor terus memberi tambahan penting bagi perolehan medali nasional.
Salah satu capaian yang menonjol datang dari Marcelino, yang merebut perak pada nomor tolak peluru klasifikasi S12. Ia mencatat lemparan sejauh 12,85 meter, melampaui rekor terbaik pribadinya sebelumnya, yakni 11,55 meter. Catatan tersebut menjadi pencapaian baru bagi Marcelino, sekaligus bukti bahwa penampilannya pada pertandingan itu melampaui capaian yang pernah ia raih dalam latihan maupun kompetisi sebelumnya.
Marcelino mengaku tidak menyangka dapat membawa pulang medali. Sebelum bertanding, ia tidak memasang target khusus dan memilih menjalani perlombaan tanpa membebani diri dengan harapan tertentu. Karena itu, hasil perak tersebut terasa istimewa baginya. Ia mempersembahkan medali itu kepada almarhum Slamet Widodo, pelatih para atletik yang meninggal pada 17 September 2026.
Slamet telah mendampingi Marcelino sejak 2019 dan menjadi sosok penting dalam perjalanan kariernya. Marcelino mengenang sang pelatih sebagai orang yang terus memotivasinya untuk berlatih dan berjuang. Persembahan itu menjadi bentuk penghormatan atas dukungan serta pendampingan yang diberikan Slamet selama bertahun-tahun, termasuk dalam proses Marcelino berkembang sebagai atlet.
Selain tiga perak, Indonesia juga memperoleh sembilan medali perunggu dari sejumlah cabang. Para atletik menyumbangkan perunggu melalui Alfin Nomleni, Helin Wardina, dan Nanda Mei Sholihah. Dari para tenis meja, Hamida, Komet Akbar, serta Barce Layaba menambah tiga medali. Para angkat berat menyumbang perunggu lewat Margono dan Shebrioni, sementara Fajar Pambudi meraih medali dari para judo. Sebaran hasil ini menggambarkan kontribusi luas atlet Indonesia di arena pertandingan. Gabungan perak dan perunggu tersebut menjadi tambahan berarti dalam persaingan, sekaligus memperlihatkan upaya kontingen menjaga momentum menuju target yang telah ditetapkan.
Reda Manthovani menilai pencapaian tim Indonesia sejauh ini sebagai hasil yang luar biasa. Tiga medali emas yang diraih bukan hanya menambah perolehan medali, tetapi juga mengantar kontingen mencatatkan rekor dan semakin dekat dengan target di Asian Para Games 2026. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang mendukung persiapan tim. Namun, perjuangan belum selesai. Hasil yang sudah diraih patut diapresiasi, sekaligus menjadi dorongan bagi para atlet untuk menjaga semangat dan konsentrasi menghadapi pertandingan berikutnya.
Reda menyampaikan bahwa peluang Indonesia untuk menambah medali emas masih terbuka di sejumlah nomor final. Kesempatan itu tersedia dalam cabang para renang, atletik, balap sepeda, panahan, bulu tangkis, serta boccia. Setiap final akan menghadirkan tantangan tersendiri, sehingga atlet perlu mengerahkan kemampuan terbaik sesuai strategi dan kesiapan masing-masing. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang akan bertanding. Dukungan dari Tanah Air diharapkan dapat menambah motivasi mereka, terutama ketika menghadapi persaingan ketat di arena. Meski demikian, Reda tidak menyampaikan dukungan tersebut sebagai jaminan kemenangan, melainkan sebagai bentuk perhatian dan semangat bagi perjuangan para atlet.
Menjelang rangkaian final pada Rabu 21 Oktober Reda berpesan agar atlet yang akan berlaga beristirahat dengan cukup.
Baca juga: Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 | Rudal Mistral dan Stinger Siap Hadapi Target Udara di SGS 2026






