Harga Pangan Nasional Turun pada Awal Pekan, Cabai Rawit Hijau Merosot Tajam

Harga Pangan Nasional Turun pada Awal Pekan, Cabai Rawit Hijau Merosot Tajam

Jakarta | Harga sejumlah komoditas pangan nasional tercatat turun pada Senin, 19 Oktober 2026. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan penurunan terjadi pada mayoritas komoditas yang dipantau. Kelompok yang mengalami penurunan mencakup bawang, beras, cabai, daging, serta minyak goreng kemasan. Dengan demikian, pergerakan harga pada awal pekan tersebut didominasi oleh perubahan turun di berbagai jenis bahan pangan.

Data PIHPS memberikan gambaran perkembangan harga komoditas pangan yang dipantau secara nasional. Pada laporan hari itu, penurunan tidak terbatas pada satu kelompok saja, tetapi terlihat pada sejumlah kategori penting untuk kebutuhan rumah tangga. Komoditas bawang dan beras termasuk dalam daftar yang bergerak turun, demikian pula berbagai jenis cabai, daging, dan minyak goreng dalam kemasan. Informasi ini menunjukkan perubahan harga berlangsung pada beberapa kelompok bahan pangan secara bersamaan.

Meski demikian, penyebutan bahwa mayoritas komoditas mengalami penurunan tidak berarti seluruh komoditas yang dipantau mencatat perubahan serupa. Data tersebut menggambarkan kecenderungan umum berdasarkan kategori yang dilaporkan PIHPS, sementara pergerakan masing-masing komoditas dapat berbeda. Karena itu, perkembangan harga perlu dibaca dengan memperhatikan jenis barang yang dimaksud dan catatan pada hari pengamatan, bukan disimpulkan sebagai penurunan merata pada setiap bahan pangan.

Catatan untuk Senin, 19 Oktober 2026 ini menempatkan harga pangan sebagai salah satu informasi yang dapat dipantau masyarakat dan pelaku pasar. Rangkuman PIHPS Bank Indonesia memperlihatkan bahwa mayoritas komoditas yang dicakup dalam pemantauan berada dalam tren turun pada hari tersebut. Kelompok bawang, beras, cabai, daging, dan minyak goreng kemasan menjadi bagian dari pergerakan itu. Informasi yang tersedia menegaskan arah perubahan harga, tanpa menyertakan keterangan mengenai faktor yang melatarbelakanginya.

Pergerakan harga sejumlah komoditas cabai pada awal pekan menunjukkan penurunan yang cukup besar. Cabai rawit hijau mencatat koreksi paling tajam, yakni 49,27 persen, sehingga harganya menjadi Rp40.000 per kilogram. Penurunan hampir separuh dari harga sebelumnya ini menempatkan cabai rawit hijau sebagai komoditas dengan perubahan paling menonjol di jenis cabai yang tercatat. Meski mengalami penurunan, harga per kilogramnya masih berada pada tingkat yang perlu dicermati oleh konsumen maupun pelaku usaha pangan.

Cabai merah besar juga mengalami penurunan harga sebesar 39,02 persen, menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah turun 38,27 persen dan berada di angka Rp65.000 per kilogram. Dengan demikian, ketiga jenis cabai sama-sama mencatat koreksi yang signifikan, meskipun harga akhirnya berbeda. Cabai rawit merah masih menjadi yang termahal di ketiganya, disusul cabai merah besar, sedangkan cabai rawit hijau memiliki harga terendah setelah mengalami penurunan paling dalam. Perbedaan harga tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam memilih komoditas untuk kebutuhan rumah tangga maupun bahan baku usaha kuliner.

Penurunan juga terjadi pada kelompok bawang. Harga bawang merah berkurang 18,92 persen menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 27,55 persen menjadi Rp28.000 per kilogram. Besaran koreksi bawang putih lebih besar daripada bawang merah, tetapi harga akhirnya tetap lebih rendah. Secara keseluruhan, data awal pekan ini memperlihatkan bahwa cabai dan bawang bergerak turun dengan persentase yang bervariasi. Informasi perubahan harga per kilogram dapat membantu masyarakat memantau belanja harian dan membandingkan harga antarkomoditas. Bagi pedagang serta pengelola usaha makanan, pembaruan harga juga relevan untuk memperhitungkan kebutuhan belanja dan biaya bahan. Namun, perubahan yang tercatat pada awal pekan merupakan gambaran pada waktu tersebut, sehingga perkembangan berikutnya tetap perlu dipantau sebelum mengambil keputusan pembelian dalam jumlah besar.

Penurunan harga pada awal pekan juga terlihat di berbagai kategori beras, mulai dari kualitas bawah hingga kualitas super. Besaran koreksi berbeda pada setiap jenis, sehingga perubahan harga perlu dibaca dengan memperhatikan mutu dan angka masing-masing. Berdasarkan data yang tersedia, seluruh kategori yang disebutkan mengalami penurunan, tetapi harga akhirnya tetap bervariasi.

Beras kualitas bawah II tercatat turun 8,16 persen menjadi Rp13.500 per kilogram. Pada kelompok beras medium, medium I melemah 4,82 persen dan berada di harga Rp15.800 per kilogram. Sementara itu, beras medium II turun lebih besar, yakni 7,9 persen, dengan harga setelah penurunan mencapai Rp15.150 per kilogram. Perbedaan persentase dan harga akhir ini menunjukkan bahwa kedua jenis beras medium tidak mengalami perubahan yang sama.

Di kategori kualitas super, beras super I turun 8,08 persen menjadi Rp16.500 per kilogram. Beras super II juga melemah, dengan penurunan sebesar 7,78 persen dan harga tercatat Rp16.000 per kilogram. Dengan demikian, harga beras super I tetap lebih tinggi daripada super II, meskipun persentase penurunan super I sedikit lebih besar. Rincian tersebut penting agar data untuk tiap kategori tidak tertukar.

Jika dibandingkan berdasarkan harga setelah penurunan, beras kualitas bawah II menjadi yang paling rendah di lima kategori yang tercantum. Sebaliknya, beras super I memiliki harga tertinggi. Namun, angka ini hanya menggambarkan kategori-kategori yang disebut dalam data dan tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi semua jenis beras di setiap wilayah. Harga yang tercatat juga sebaiknya dibaca bersama periode pemantauan dan satuan per kilogram agar perbandingan tetap tepat.

Secara keseluruhan, koreksi harga terjadi pada beras kualitas bawah II, medium I, medium II, super I, dan super II. Penurunan terbesar di angka yang tercantum adalah 8,16 persen pada beras kualitas bawah II, sedangkan penurunan terkecil adalah 4,82 persen pada beras medium I. Penyebutan kategori secara terpisah membantu pembaca memahami perkembangan harga tanpa menyamakan mutu, persentase, maupun harga akhir tiap jenis beras.

Rangkaian data harga pangan yang dibahas menunjukkan pergerakan turun pada sejumlah komoditas. Di angka rinci yang tersedia, cabai rawit hijau mencatat penurunan paling besar. Perubahan pada komoditas ini menjadi yang paling menonjol dalam laporan, sementara bawang dan beras juga termasuk bahan pangan yang disertai keterangan angka. Karena angka lengkapnya tidak dicantumkan di bagian rangkuman ini, perbandingan sebaiknya dibaca berdasarkan data yang dipaparkan dalam laporan, tanpa menambahkan nilai atau persentase yang tidak tersedia.

Pemantauan yang menjadi acuan adalah pemantauan pada tanggal yang tercantum dalam laporan awal pekan, dengan sumber data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia. Dengan demikian, pembacaan angka merujuk pada catatan untuk tanggal tersebut, bukan pada gambaran harga sepanjang pekan atau kondisi yang berlaku pada waktu lain. Penyebutan tanggal dan sumber penting agar informasi dapat ditempatkan sesuai periode pengamatan serta dibedakan dari pembaruan harga berikutnya. Ringkasan ini hanya mencakup komoditas dan perubahan yang disebutkan oleh sumber yang dirujuk.

Cakupan angka rinci dalam bahan sumber terbatas pada cabai, bawang, dan beras. Bahan tersebut juga menyatakan bahwa penurunan terjadi pada komoditas daging dan minyak goreng kemasan, tetapi tidak memberikan angka harga ataupun persentase perubahan untuk keduanya. Karena itu, kedua komoditas tersebut dapat disebut sebagai bagian dari tren yang dilaporkan, tanpa membuat perkiraan mengenai besar penurunannya. Tidak ada dasar dalam informasi yang tersedia untuk menambahkan rincian harga lain atau menarik kesimpulan lebih jauh tentang akibat perubahan tersebut.

Secara keseluruhan, penurunan terbesar di angka yang disebutkan terjadi pada cabai rawit hijau.

Baca juga: Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Dandim Bojonegoro Raih Juara III Dansatgas Terbaik TMMD 129 | Cegah Karhutla Sejak Dini, TNI Intensifkan Patroli Udara di Taman Nasional Way Kambas | Harmoni dari Desa Leran Kalitidu Bojonegoro: Dusun Sido Kumpul Menuju Panggung Nasional KASAD Award 2026