Kota Tasikmalaya | Staf Khusus Presiden bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, menilai keterlibatan sektor ekonomi kreatif dapat membantu memperluas jangkauan program pemerintah. Menurutnya, pendekatan kreatif membuat informasi mengenai program lebih mudah dikenal masyarakat, sekaligus menghadirkan cara penyampaian yang dekat dengan kehidupan warga. Kegiatan seni, produk lokal, dan ruang interaksi publik dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai inisiatif secara lebih menarik, tanpa mengubah tujuan utama program tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kolaborasi Pekan Ekonomi Kreatif dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu. Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya. Perpaduan agenda ekonomi kreatif dan layanan kesehatan memberi warga kesempatan untuk mengenal potensi pelaku usaha kreatif setempat sekaligus mengakses pemeriksaan kesehatan. Dengan demikian, acara tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang pertemuan program publik dan aktivitas masyarakat.
Tiar mengaitkan upaya tersebut dengan program Presiden Prabowo Subianto. Ia berpandangan, saat ekosistem ekonomi kreatif terlibat, program pemerintah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih beragam. Pelaku kreatif memiliki jejaring, kanal komunikasi, dan bentuk kegiatan yang berpotensi menarik perhatian warga yang mungkin belum memperoleh informasi melalui saluran formal. Pengenalan yang lebih luas diharapkan mendorong masyarakat untuk memahami manfaat program dan mengambil bagian secara sukarela.
Kolaborasi semacam ini juga menunjukkan bagaimana agenda pemerintah dapat hadir melalui kegiatan lokal yang relevan dengan kebutuhan warga. Di Tasikmalaya, unsur kreatif memberi warna pada pelaksanaan CKG, sementara layanan kesehatan menghadirkan manfaat langsung bagi pengunjung. Keterhubungan keduanya membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkontribusi dalam kegiatan publik, sekaligus membantu penyelenggara membangun suasana yang lebih partisipatif. Menurut Tiar, semakin kuat keterlibatan berbagai sektor, semakin besar pula kesempatan program dikenal dan diikuti masyarakat. Pendekatan lintas sektor ini dapat mempertemukan pemerintah, pelaku kreatif, dan warga dalam satu kegiatan, dengan manfaat yang saling melengkapi bagi komunitas setempat.
Tiar mengapresiasi kerja sama sektor ekonomi kreatif, pelaku UMKM, dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Tasikmalaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut mempertemukan kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga dan upaya pemerintah untuk menyampaikan program prioritas kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak membuka ruang bagi informasi mengenai CKG untuk menjangkau publik melalui aktivitas ekonomi kreatif dan usaha lokal. Dengan demikian, program kesehatan tidak hanya hadir sebagai layanan, tetapi juga diperkenalkan dalam ruang interaksi yang dapat diikuti warga.
Ia menilai pendekatan bersama itu sekaligus dapat mendorong partisipasi masyarakat. Ketika pelaku ekonomi kreatif dan UMKM turut terlibat, warga memiliki kesempatan untuk mengenal program pemerintah melalui kegiatan yang berlangsung di lingkungan mereka. Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa penyampaian informasi dan ajakan untuk berpartisipasi dapat dilakukan dengan dukungan berbagai unsur, bukan hanya melalui satu saluran. Tiar mengapresiasi peran para pihak yang ikut membantu memperkenalkan program serta mengajak publik memanfaatkan kesempatan untuk terlibat.
Bagi Tiar, pola kolaborasi seperti ini berpeluang diterapkan di kota lain. Peluang tersebut bergantung pada keterbukaan pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan sektor ekonomi kreatif dan UMKM, serta adanya semangat yang sama dalam melayani masyarakat. Ia tidak menyebut penerapan di daerah lain sebagai sesuatu yang otomatis, melainkan sebagai kemungkinan yang dapat dipertimbangkan apabila prasyarat tersebut terpenuhi. Kesediaan untuk membuka ruang kolaborasi dinilai penting agar program prioritas dapat lebih dikenal dan warga terdorong mengambil bagian.
Pengalaman di Tasikmalaya, dalam pandangannya, memperlihatkan bagaimana kerja sama lintas sektor dapat mendukung pengenalan CKG sekaligus membangun keterlibatan publik. Jika pemerintah daerah memiliki keterbukaan dan orientasi pelayanan yang sejalan, pendekatan serupa dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. Inti yang ditekankan Tiar adalah kemauan untuk melibatkan berbagai pihak dalam menyampaikan program kepada masyarakat. Dengan dukungan yang sesuai, kerja bersama sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan program pemerintah berpotensi menjadi cara untuk memperluas jangkauan informasi serta membuka kesempatan partisipasi warga.Perhatian terhadap identitas lokal menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan di Tasikmalaya. Tiar menilai bahwa penggunaan elemen kreatif yang dekat dengan kehidupan warga dapat membuat acara terasa lebih akrab sekaligus menarik perhatian pengunjung. Salah satu contohnya adalah kehadiran Titi dan Tata, maskot Kota Tasikmalaya, yang turut memeriahkan kegiatan. Karakter tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi juga menghadirkan ciri khas daerah di tengah rangkaian layanan dan aktivitas yang diselenggarakan.
Menurut Tiar, pendekatan yang mengangkat kekhasan Tasikmalaya dapat memperkuat daya tarik acara dan mendorong warga untuk datang. Ketika pengunjung berdatangan, suasana di sekitar lokasi menjadi lebih hidup. Keramaian itu berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Warga yang hadir memiliki kesempatan untuk melihat, mencoba, dan membeli produk lokal, sementara pelaku usaha dapat memperkenalkan barang maupun jasa secara langsung kepada calon pelanggan.
Kesempatan bertemu dengan pengunjung juga memberi ruang bagi UMKM untuk menjelaskan karakter dan nilai produk mereka. Interaksi langsung dapat membantu pelaku usaha memperoleh tanggapan dari konsumen, membangun pengenalan merek, serta membuka peluang pembelian ulang. Dengan demikian, kegiatan publik tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga dapat mendukung promosi dan penjualan produk lokal. Manfaat tersebut bergantung pada keterlibatan pelaku usaha dan kemudahan pengunjung untuk menemukan produk yang ditawarkan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar turut menekankan arti identitas lokal bagi produk UMKM Tasikmalaya. Unsur khas daerah dapat menjadi pembeda di tengah beragamnya produk yang beredar, sekaligus memberi konsumen alasan untuk mengenali dan mengingat suatu produk. Ia mengapresiasi komunitas Gekraf Kota Tasikmalaya yang telah memasukkan unsur lokal ke dalam produk kreatif. Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi komunitas, pelaku UMKM, dan penyelenggara kegiatan dapat membantu mengangkat karakter daerah. Ketika identitas Tasikmalaya hadir secara konsisten dalam karya dan promosi, peluang produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas pun dapat tumbuh, tanpa kehilangan keterkaitannya dengan budaya dan lingkungan asal.
Irene berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dapat terus berlanjut setelah kegiatan di Tasikmalaya. Menurutnya, kerja sama lintas pihak sebaiknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah berkesinambungan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan bersama dapat membuka ruang bagi pelaku kreatif untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi lokal sekaligus memperkuat hubungan pemerintah dan warga.
Pelaku ekraf, kata Irene, dapat membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan produk dengan menggali serta mengangkat identitas lokal. Kekhasan daerah dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat karakter produk, mulai dari gagasan dan desain hingga cara produk dikenalkan kepada konsumen. Pendekatan tersebut memberi peluang bagi UMKM untuk menampilkan nilai dan cerita yang lekat dengan Tasikmalaya, tanpa menghilangkan ciri khas usaha masing-masing.
Irene juga menilai pertukaran talenta penting bagi keberlanjutan kolaborasi. Pertemuan dan kerja bersama pelaku ekraf, UMKM, serta unsur pemerintah dapat membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya menghadirkan kegiatan dalam satu waktu, melainkan juga mendorong proses saling belajar yang dapat diteruskan. Keterlibatan talenta dari berbagai bidang diharapkan membantu pelaku usaha memperoleh perspektif baru dalam mengembangkan produk dan memperluas potensi ekonomi kreatif daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut layanan Cek Kesehatan Gratis CKG mencakup pemeriksaan mata mulut dan gigi.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Forkopimcam Hadir untuk Warga, Bagikan Masker sebagai Upaya Jaga Kesehatan | Kodim 0906/Kkr Hadir Untuk Masyarakat, Gelar Donor Darah Serta Pengobatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menyambut HUT TNI




