JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Penyanyi Betrand Peto, yang juga dikenal dengan sapaan Onyo, memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan syuting di industri hiburan. Keputusan tersebut diambil ketika dirinya sedang menghadapi proses hukum terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang kini ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Langkah untuk menepi dari aktivitas hiburan itu telah dibicarakan terlebih dahulu bersama manajemen artis yang menaunginya. Setelah mempertimbangkan situasi yang sedang berlangsung, Betrand dan pihak manajemen sepakat bahwa rehat sementara diperlukan agar ia dapat memberikan perhatian terhadap proses hukum yang tengah berjalan.
Penghentian kegiatan syuting bukan berarti Betrand menyatakan bersalah atau mengakui tuduhan yang ditujukan kepadanya. Perkara tersebut masih berada dalam tahap penanganan aparat penegak hukum, sehingga statusnya tetap merupakan dugaan sampai terdapat keputusan yang berkekuatan hukum tetap.
Selama masa rehat, Betrand diperkirakan tidak akan menjalankan agenda syuting maupun kegiatan hiburan lain yang berpotensi mengganggu konsentrasinya dalam mengikuti proses pemeriksaan. Pihak manajemen juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan perkembangan perkara dan kebutuhan hukum kliennya.
Keputusan ini sekaligus menjadi bentuk sikap kooperatif dalam menghadapi proses yang dilakukan Polda Metro Jaya. Informasi mengenai perkembangan kasus, termasuk tahapan pemeriksaan dan keterangan dari pihak-pihak terkait, masih menunggu penjelasan resmi dari penyidik. Karena itu, berbagai informasi mengenai perkara tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan tidak boleh mendahului hasil penyelidikan maupun proses hukum.
Di tengah keputusan tersebut, aktivitas Betrand sebagai penyanyi dan figur publik untuk sementara ditempatkan di luar prioritas. Ia memilih memusatkan perhatian pada penyelesaian proses hukum yang sedang dihadapi, sementara manajemen akan menyampaikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan resmi terkait agenda maupun perkara tersebut.
Betrand Peto menyampaikan bahwa untuk sementara waktu dirinya menepi dari kegiatan syuting. Keterangan tersebut disampaikan ketika ia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026). Ia menjelaskan bahwa keputusan menghentikan aktivitas di dunia hiburan berkaitan dengan persoalan hukum yang sedang dihadapi. Menurutnya, proses tersebut perlu diselesaikan terlebih dahulu sehingga perhatian dan waktunya dapat diarahkan pada tahapan hukum yang tengah berjalan.
Sejumlah agenda pekerjaan, termasuk jadwal syuting sinetron dan program lainnya, telah ditangguhkan untuk sementara. Penangguhan itu menjadi langkah yang dipilih agar proses hukum tidak terganggu oleh kesibukan di layar kaca. Dengan demikian, Betrand tidak menjalani kegiatan syuting seperti biasanya selama perkara tersebut masih memerlukan penanganan. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas hiburan bukan menjadi prioritas utamanya pada masa ini.
Mengenai kemungkinan kembali bekerja, Betrand menyebut hal tersebut masih akan dipertimbangkan apabila di kemudian hari ada rezeki atau kesempatan untuk menjalani syuting lagi. Namun, keputusan tersebut belum menjadi fokus dalam waktu dekat. Ia memilih menuntaskan persoalan hukum terlebih dahulu sebelum memikirkan agenda pekerjaan berikutnya. Sikap itu memperlihatkan bahwa setiap rencana kembali ke sinetron maupun program lain akan menyesuaikan perkembangan perkara dan situasi yang dihadapinya. Selama proses tersebut berlangsung, perhatian Betrand tetap diarahkan pada penyelesaian kewajiban hukum, sedangkan peluang untuk kembali beraktivitas di industri hiburan akan menunggu waktu yang tepat.
Rehat Betrand Peto dari aktivitas syuting tidak hanya berarti berhenti sementara dari pekerjaan di depan kamera. Dalam masa ini, ia juga mengurangi kegiatan berkumpul atau nongkrong di luar rumah. Keputusan tersebut diambil secara sadar agar perhatiannya tidak terpecah ketika proses hukum yang sedang ditangani penyidik masih berlangsung. Dengan membatasi agenda di luar rumah, ia berupaya menyediakan ruang yang lebih tenang untuk menghadapi persoalan tersebut.
Sikap itu menunjukkan bahwa jeda yang dijalani Betrand berkaitan dengan kebutuhan untuk menjaga konsentrasi. Ia tidak ingin aktivitas sosial di luar rumah mengalihkan fokus dari masalah yang sedang dihadapi. Karena itu, untuk sementara waktu, kegiatan berkumpul atau nongkrong tidak menjadi bagian dari rutinitasnya. Pilihan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian selama perkara masih berada dalam penanganan penyidik.
Dalam pernyataannya, Betrand menyampaikan bahwa untuk sementara ia tidak melakukan kegiatan berkumpul atau nongkrong. Ia memilih memusatkan perhatian pada masalah yang tengah dihadapi, termasuk mengikuti perkembangan proses hukum yang masih berlangsung. Langkah tersebut bukan sekadar jeda dari kesibukan hiburan, melainkan keputusan untuk menjaga fokus sampai persoalan tersebut dapat ditangani melalui proses yang berlaku. Dengan demikian, waktu rehatnya mencakup penghentian sementara aktivitas di depan kamera sekaligus pengurangan kegiatan sosial di luar rumah.
Di tengah persoalan hukum yang sedang dihadapi, Betrand Peto tetap memperoleh dukungan dari keluarga. Kehadiran orang-orang terdekat menjadi bagian penting bagi Betrand ketika ia perlu mengurangi aktivitas syuting dan memusatkan perhatian pada proses yang tengah berjalan. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk perhatian sehari-hari, tetapi juga melalui pendampingan serta penguatan moril agar Betrand dapat menghadapi situasi dengan lebih tenang.
Ayahnya, Ruben Onsu, disebut tetap berada di sisi Betrand selama masa sulit tersebut. Ruben memberikan dukungan secara langsung dan berusaha memastikan Betrand tidak merasa menghadapi persoalan ini seorang diri. Bagi keluarga, pendampingan menjadi wujud kepedulian sekaligus upaya untuk menjaga kondisi Betrand tetap baik ketika berhadapan dengan tekanan dari perkara hukum dan perhatian publik.
Selain dukungan Ruben, doa dan sokongan seluruh keluarga juga menjadi sumber kekuatan bagi Betrand. Lingkungan keluarga yang mendampingi membuatnya memiliki ruang untuk beristirahat, berbicara, dan mempersiapkan diri menjalani setiap tahapan yang diperlukan. Betrand menyampaikan bahwa dukungan dari ayahnya mencapai 100 persen. Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya peran Ruben dalam memberikan semangat dan dukungan moril kepada Betrand di tengah masa sulit yang sedang dilewati.

