Persib Bangkit di Menit Akhir, Tiga Gol Balikkan Keadaan atas Port FC

Persib Bangkit di Menit Akhir, Tiga Gol Balikkan Keadaan atas Port FC

BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Persib Bandung menunjukkan daya juang tinggi saat menghadapi Port FC dalam ajang ASEAN Club Championship. Bermain di markas lawan, Maung Bandung harus menerima kenyataan pahit setelah tertinggal 0-1. Situasi tersebut membuat Persib berada dalam tekanan, terutama karena keunggulan Port FC mampu bertahan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

Dalam kondisi yang tampak sulit, Persib tidak berhenti berusaha mencari celah untuk mengubah jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan akhirnya menghasilkan momentum penting bagi tim asal Bandung tersebut. Perlahan, keadaan yang sebelumnya menguntungkan tuan rumah mulai berbalik. Persib berhasil mencetak gol balasan dan membangun kembali kepercayaan diri para pemainnya.

Comeback itu kemudian berlangsung secara dramatis. Setelah menyamakan keadaan, Maung Bandung terus menjaga intensitas permainan dan memanfaatkan sisa waktu yang tersedia. Tiga gol balasan berhasil dicetak Persib, dengan dua di antaranya lahir pada masa injury time. Rentetan gol tersebut mengubah pertandingan secara menyeluruh, dari situasi tertinggal menjadi kemenangan dramatis bagi Persib di markas Port FC.

Perubahan cepat pada menit-menit akhir memperlihatkan ketangguhan mental Persib dalam menghadapi tekanan. Ketika waktu pertandingan hampir berakhir dan Port FC masih berada di posisi unggul, Maung Bandung justru mampu mempertahankan fokus hingga peluang terbuka. Respons itu menjadi inti dari keberhasilan Persib dalam pertandingan ini, sekaligus menegaskan bahwa perjuangan mereka belum berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan. Comeback tersebut juga memberi warna tersendiri bagi kiprah Persib di ASEAN Club Championship, karena tiga gol dalam fase akhir pertandingan benar-benar membalikkan keadaan yang sebelumnya berada di tangan tuan rumah.

Port FC menjadi tim yang lebih dahulu memecah kebuntuan dalam pertandingan melawan Persib. Gol tersebut tercipta melalui eksekusi penalti Jude Soonsup-Bell pada menit ke-66. Penyerang Port FC itu menjalankan tugasnya dengan tenang, sehingga bola berhasil melewati penjagaan kiper Persib dan mengubah arah pertandingan.

Gol dari titik putih itu menempatkan Persib dalam posisi tertinggal ketika pertandingan memasuki fase penting. Sebelumnya, kedua tim masih berusaha menjaga keseimbangan permainan dan mencari celah untuk membangun serangan. Namun, keunggulan Port FC membuat Persib harus segera meningkatkan intensitas permainan agar tidak kehilangan kendali atas jalannya laga.

Situasi tersebut menjadi ujian bagi Persib, terutama karena waktu untuk merespons semakin terbatas. Tertinggal setelah gol Soonsup-Bell menuntut para pemain untuk tampil lebih berani, mempercepat aliran bola, serta memanfaatkan setiap peluang yang muncul di area pertahanan lawan. Tekanan pun beralih kepada tim Bandung untuk menemukan cara membongkar pertahanan Port FC.

Alih-alih menyerah, Persib menunjukkan reaksi yang semakin kuat setelah kebobolan. Para pemain mulai lebih aktif menekan dan berupaya mempertahankan penguasaan bola di wilayah permainan Port FC. Perubahan tersebut menjadi awal dari kebangkitan yang berlangsung pada fase akhir pertandingan. Gol penalti Port FC memang sempat membuat Persib berada di belakang, tetapi keadaan itu justru memicu respons yang menentukan.

Dengan semangat untuk mengejar ketertinggalan, Persib terus mencari momentum melalui serangan-serangan berikutnya. Perubahan pendekatan dan keberanian mengambil risiko kemudian membuka jalan bagi terciptanya rangkaian gol balasan. Dari situ, pertandingan berkembang menjadi drama yang memperlihatkan kemampuan Persib mengubah tekanan menjadi peluang untuk membalikkan keadaan.

Persib menunjukkan perubahan dramatis pada penghujung pertandingan melawan Port FC. Hingga memasuki menit-menit terakhir, hasil laga masih belum berpihak kepada tim Bandung. Namun, situasi berubah sangat cepat setelah Mariano Peralta mencetak gol pada menit ke-87. Gol tersebut menjadi titik awal kebangkitan Persib sekaligus membuka peluang untuk mengubah jalannya pertandingan yang sebelumnya berjalan sulit.

Gol Peralta hadir ketika waktu normal hanya menyisakan beberapa menit. Dengan demikian, Persib tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengatur ulang permainan secara panjang. Respons yang diberikan justru berlangsung dalam rentang waktu singkat. Setelah gol pada menit ke-87 itu, tekanan untuk mengejar hasil positif terus berlanjut hingga memasuki masa tambahan waktu.

Perubahan berikutnya terjadi pada menit ke-90+2 melalui Berguinho. Gol tersebut membuat kedudukan kembali seimbang atau membawa Persib membalikkan keadaan, bergantung pada situasi skor sebelum rangkaian gol akhir dimulai. Yang jelas, gol Berguinho mempertegas bahwa pertandingan belum selesai meskipun waktu normal telah berakhir. Jarak gol Peralta dan gol Berguinho hanya sekitar lima menit, memperlihatkan cepatnya perubahan momentum di lapangan.

Belum berhenti di sana, Persib kembali mencetak gol pada menit ke-90+6 melalui Luka Menalo. Gol ketiga dalam rangkaian kebangkitan tersebut menutup fase akhir laga dengan perubahan situasi yang sangat tajam. Dalam rentang waktu kurang dari sepuluh menit, Persib mencetak tiga gol melalui Peralta, Berguinho, dan Menalo. Urutan menit ke-87, 90+2, dan 90+6 menjadi gambaran jelas tentang bagaimana hasil pertandingan dapat berubah secara cepat pada masa tambahan waktu, tanpa membutuhkan rangkaian panjang untuk mengubah peta persaingan.

Pelatih Persib, Igor Tolic, memberikan apresiasi kepada para pemain setelah berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan atas Port FC. Menurutnya, penampilan tersebut menunjukkan kemampuan tim untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi sulit, sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan pertandingan. Para pemain dinilai tidak terpaku pada rencana awal, melainkan mampu membaca perkembangan laga dan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.

Tolic secara khusus menyoroti adaptasi Persib dalam mengubah sistem permainan pada pertengahan pertandingan. Perubahan itu dilakukan untuk merespons pola permainan lawan serta menciptakan ruang yang lebih efektif bagi lini serang. Ia menilai kemampuan tersebut mencerminkan kecerdasan kelompok pemain. Setiap pemain mampu memahami tugasnya, berkomunikasi, dan menjalankan penyesuaian tanpa kehilangan keseimbangan tim.

Ia mengakui Port FC sempat memiliki beberapa peluang pada babak pertama. Kendati demikian, Tolic menilai Persib mampu bertahan dengan baik dan tidak membiarkan tekanan tersebut berkembang menjadi kerugian yang lebih besar. Organisasi pertahanan serta kerja sama antarpemain membuat Persib tetap berada dalam pertandingan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, situasi pertandingan disebut menjadi lebih terbuka. Kondisi itu memberikan kesempatan bagi Persib untuk memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Port FC. Tolic melihat timnya memiliki solusi serangan balik yang sangat baik, terutama dalam menempatkan pemain pada posisi yang tepat ketika transisi berlangsung. Kecepatan pengambilan keputusan dan ketepatan pergerakan menjadi faktor penting dalam terciptanya peluang serta gol-gol Persib.