KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmennya untuk tetap berada di Partai Gerindra. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada acara pendidikan dan pelatihan (diklat) Laskar Partai Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit, Deliserdang, Sabtu, 3 Oktober. Di hadapan para kader, Bobby menyampaikan bahwa dirinya telah menemukan partai yang dinilai sesuai dengan perjalanan politiknya.
Bobby mengungkapkan, perpindahan dari partai sebelumnya ke Gerindra cukup terjadi satu kali. Ia tidak ingin kembali berpindah kendaraan politik setelah bergabung dengan partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurut dia, keputusan itu bukan sekadar langkah politik sesaat, melainkan pilihan yang ingin dipertahankan dalam perjalanan politiknya ke depan.
Dalam pidatonya, Bobby juga menyampaikan alasan yang membuatnya merasa mantap berada di Gerindra. Ia mengatakan merasa tenang karena kader serta Partai Gerindra menyambut dan membuka tangan untuk menerimanya. Sikap tersebut dinilai memberikan ruang bagi dirinya untuk bekerja, berkontribusi, dan menjalankan tanggung jawab politik bersama seluruh elemen partai.
Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan keinginannya untuk membangun konsistensi setelah sebelumnya mengalami perpindahan partai. Bobby berharap kebersamaan dengan Gerindra dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat Sumatera Utara. Di hadapan kader Laskar Gerindra, ia menempatkan komitmen tersebut sebagai pesan utama bahwa dirinya ingin bertahan dan bekerja bersama partai, bukan kembali mencari pilihan politik lain.
Perjalanan politik Bobby Nasution diwarnai perpindahan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke Partai Gerindra. Dalam kesempatan tersebut, Bobby semula menyampaikan bahwa dirinya merasa kurang patut berbicara di atas podium. Alasannya, ia masih tergolong sebagai kader baru di Gerindra dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang telah lebih lama berkiprah di partai tersebut.
Bobby kemudian menjelaskan latar belakang politiknya kepada para hadirin. Sebelum bergabung dengan Gerindra, ia merupakan kader PDIP selama beberapa tahun. Melalui partai tersebut, Bobby berhasil memenangkan pemilihan dan menduduki kursi Wali Kota Medan. Posisi itu menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan politiknya sekaligus memperkenalkan namanya secara lebih luas di tingkat daerah.
Hubungan Bobby dengan PDIP kemudian berakhir setelah muncul perbedaan sikap dalam menghadapi agenda politik nasional dan daerah pada 2024. Ia diberhentikan dari keanggotaan partai karena pilihan politiknya tidak sejalan dengan keputusan PDIP dalam Pilkada dan Pilpres 2024. Dalam pemilihan presiden, Bobby menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dukungan tersebut menempatkan Bobby pada posisi yang berseberangan dengan PDIP, yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dengan demikian, perbedaan pilihan dalam Pilpres 2024 menjadi salah satu faktor utama yang menjelaskan berakhirnya keanggotaan Bobby di PDIP dan langkahnya untuk bergabung dengan Gerindra.
Bobby menggambarkan pengalaman tersebut secara terbuka saat menyampaikan sambutan. “Saya pernah berada di partai lain, kemudian diberhentikan,” ujar Bobby, sebagaimana dikutip dalam kesempatan itu. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perpindahan partai bukanlah tahap pertama dalam perjalanan politiknya, melainkan terjadi setelah ia mengalami perubahan hubungan politik akibat perbedaan sikap. Di Gerindra, Bobby kini menegaskan komitmennya untuk tetap bersama partai tersebut.
Keputusan Bobby Nasution untuk tetap bersama Partai Gerindra berangkat dari pengalaman personal ketika ia membutuhkan ruang politik baru. Pada saat itu, Gerindra disebut membuka pintu dengan tangan terbuka. Sikap tersebut menjadi hal penting bagi Bobby karena memberikan kesempatan untuk melanjutkan pengabdian politik dalam lingkungan yang menerimanya. Penerimaan itu pula yang membuatnya merasa tidak lagi berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian mengenai arah perjuangannya.
Bobby mengaku menemukan ketenangan setelah diterima sebagai bagian dari Gerindra. Bagi dirinya, ketenangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan dalam berorganisasi, tetapi juga dengan keyakinan bahwa ia dapat menjalankan tanggung jawab politik secara lebih terarah. Pengalaman itu memperkuat hubungan personalnya dengan partai sekaligus menjadi alasan mengapa ia tidak memandang perpindahan sebelumnya sebagai dasar untuk kembali mencari pilihan lain.
Dalam pandangan Bobby, Gerindra merupakan partai yang tepat untuk memperjuangkan cita-cita bangsa. Penilaian itu berkaitan dengan ruang perjuangan yang ia temukan setelah bergabung, serta kesempatan untuk menyatukan kepentingan politik dengan tujuan yang lebih luas. Karena itu, keberadaannya di Gerindra dipahami sebagai pilihan yang memiliki alasan, baik secara pribadi maupun politik, bukan sekadar keputusan untuk mengikuti perubahan keadaan.
Sumber menyebut Gerindra sebagai partai yang dipimpin Presiden Prabowo. Partai tersebut juga telah melalui proses panjang hingga meraih kemenangan. Informasi itu menjadi bagian dari gambaran perjalanan Gerindra sebagai wadah politik yang dipilih Bobby. Dengan latar tersebut, penegasan Bobby untuk tetap menjadi kader Gerindra menunjukkan adanya komitmen terhadap partai yang telah memberinya ruang ketika membutuhkan arah politik baru. Ia melihat penerimaan, ketenangan, dan tujuan perjuangan sebagai alasan yang saling berkaitan dalam mempertahankan pilihannya.
Bobby Nasution menyampaikan pesan kepada seluruh kader Partai Gerindra di Sumatera Utara agar ikut mengawal sekaligus menyukseskan berbagai program yang dijalankan Presiden. Menurut dia, tugas kader tidak berhenti pada kegiatan internal partai atau konsolidasi organisasi, tetapi juga mencakup upaya memastikan kebijakan pemerintah dipahami oleh masyarakat secara luas.
Ia menilai program-program pemerintah perlu disampaikan hingga ke tingkat bawah, terutama kepada warga yang menjadi penerima manfaat secara langsung. Dengan penyampaian yang jelas dan berkelanjutan, masyarakat dapat memahami tujuan kebijakan, manfaat yang tersedia, serta cara mengakses program tersebut. Karena itu, kader Gerindra di daerah diminta hadir di tengah masyarakat dan membantu menjelaskan program pemerintah berdasarkan kondisi serta kebutuhan warga.
Bobby juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kader bukan hanya menjaga nama baik partai. Mereka perlu menjaga dan mengawal program-program Presiden agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai sasaran. Ia menyebut kebijakan tersebut memiliki dampak bagi masyarakat bawah dan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan itu disampaikan agar kader tidak sekadar menjadi bagian dari struktur politik, tetapi turut berperan dalam memastikan manfaat kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan warga. Pengawalan tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi dengan masyarakat, penyampaian informasi yang benar, serta dukungan terhadap pelaksanaan program di lapangan.






