Zaidar Siapkan Trik Andalan untuk Tampil di Youth Olympic Games 2026

Zaidar Siapkan Trik Andalan untuk Tampil di Youth Olympic Games 2026

Jakarta | Atlet skateboard Indonesia Zaidar Maulana Ibrahim tengah mematangkan persiapan bersama tim pelatih untuk menghadapi Youth Olympic Games 2026, yang akan digelar di Dakar, Senegal. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November, sehingga persiapan menuju kompetisi menjadi perhatian utama bagi Zaidar dan timnya. Dalam pertemuan dengan awak media di Slipi Skatepark, Jakarta, pada Rabu, ia menyampaikan bahwa proses persiapan sejauh ini berjalan lancar.

Menjelang keberangkatan untuk berlaga, Zaidar dan tim pelatih berfokus pada penyempurnaan trik-trik yang telah dikuasainya. Fokus itu menjadi bagian penting dari persiapannya, karena ia ingin dapat mengandalkan kemampuan yang sudah dimiliki ketika tampil dalam pertandingan. Zaidar tidak merinci jenis trik yang sedang disempurnakan maupun bentuk latihan yang dijalani. Karena itu, hal yang dapat dipastikan dari keterangannya adalah perhatian latihan diarahkan pada pematangan trik yang telah dikuasai, bukan pada penambahan rincian program yang tidak disampaikan.

Pernyataan bahwa persiapannya berjalan lancar memberikan gambaran mengenai perkembangan persiapan Zaidar saat ini. Bersama tim pelatih, ia terus mematangkan kesiapan untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut. Upaya menyempurnakan trik menjadi fokus yang ia sebutkan secara langsung, dengan tujuan agar kemampuan itu siap digunakan saat bertanding. Pendekatan tersebut menjaga perhatian pada keterampilan yang telah dipelajari dan dapat diandalkan di arena, tanpa mengubah keterangan Zaidar menjadi klaim tentang target hasil atau strategi tertentu.

Youth Olympic Games 2026 akan menjadi panggung bagi Zaidar untuk bertanding di Dakar pada jadwal yang telah ditetapkan, yakni 31 Oktober sampai 13 November. Dalam masa persiapan, ia tetap bekerja bersama tim pelatih dan menaruh perhatian pada pemantapan trik yang sudah dikuasai. Keterangan singkatnya di Slipi Skatepark menegaskan bahwa persiapan berlangsung lancar serta memiliki fokus yang jelas. Dengan demikian, perhatian menjelang kompetisi berada pada kesiapan menjalankan trik-trik tersebut ketika dibutuhkan dalam pertandingan, sementara rincian lain mengenai latihan maupun jenis trik tidak ia ungkapkan.

Zaidar mengaku bahagia mendapat kepercayaan untuk membela Indonesia pada cabang skateboard di Youth Olympic Games 2026. Kesempatan tampil di ajang olahraga tingkat dunia itu menjadi pengalaman penting baginya, terlebih karena ia akan membawa nama Merah Putih di atlet muda dari berbagai negara. Perasaan senang tersebut, menurut Zaidar, muncul karena kesempatan ini menunjukkan bahwa kerja kerasnya selama berlatih mendapat perhatian. Ia menyambut pemilihan itu dengan rasa syukur sekaligus semangat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Baginya, mewakili Indonesia bukan hanya soal mengikuti kompetisi, melainkan juga tanggung jawab yang patut dijalani dengan sungguh-sungguh.

Zaidar menjelaskan bahwa para atlet yang akan tampil dipilih oleh pelatih skateboard. Ia merasa terhormat karena namanya termasuk dalam pilihan tersebut. Keputusan pelatih itu membuatnya semakin bersemangat menghadapi persiapan menuju Youth Olympic Games 2026. Ia memahami bahwa terpilihnya seorang atlet merupakan bagian dari proses penilaian, termasuk melihat kemampuan dan kesiapan untuk bersaing. Karena itu, Zaidar tidak memandang kesempatan ini sebagai sesuatu yang datang begitu saja. Ia ingin menjawab kepercayaan tersebut melalui latihan yang konsisten dan sikap disiplin, sambil terus belajar dari para pelatih serta atlet lain dalam tim.

Zaidar juga berpandangan bahwa para pelatih mengetahui potensi yang dimilikinya untuk tampil di kompetisi tersebut. Kepercayaan itu menjadi dorongan baginya untuk terus mengembangkan kemampuan, bukan jaminan mengenai hasil yang akan diraih. Ia menyadari bahwa setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri dan performa ditentukan oleh banyak hal, termasuk kesiapan, kondisi saat bertanding, serta kemampuan membaca situasi di arena. Karena itu, ia memilih berfokus pada proses persiapan dan berusaha memberikan penampilan terbaik. Dukungan dari pelatih dan kesempatan mengenakan seragam Indonesia menjadi motivasi tersendiri. Zaidar berharap dapat menjalani pengalaman tersebut dengan baik, memperoleh pelajaran berharga, dan menunjukkan semangat sebagai atlet muda yang mewakili negaranya.

Pelatih tim skateboard Indonesia, Tony Sruntul, menjelaskan bahwa penentuan atlet untuk tampil di Youth Olympic Games 2026 berlangsung melalui jalur bertahap. Proses tersebut tidak dilakukan hanya dengan satu keputusan dalam waktu singkat, tetapi dimulai dari keikutsertaan atlet dalam sejumlah kompetisi nasional dan berlanjut hingga kejuaraan dunia. Tahapan itu menjadi rangkaian yang menghubungkan persaingan di tingkat nasional dengan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada ajang internasional.

Menurut Tony, para atlet terlebih dahulu mengikuti berbagai kompetisi nasional. Setelah melalui tahap tersebut, proses berlanjut ke kejuaraan dunia. Dengan demikian, jalur pemilihan mencakup beberapa tingkat kompetisi sebelum penetapan wakil Indonesia. Keterangan itu memberi gambaran mengenai proses yang dilalui, tanpa merinci nama kompetisi nasional ataupun hasil yang dicapai dalam setiap tahap.

Dalam kasus Zaidar, dasar pemilihannya berkaitan dengan kualifikasi kejuaraan dunia yang berlangsung di Jepang. Keikutsertaannya dalam kualifikasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan menuju Youth Olympic Games 2026. Tony menyebut bahwa penentuan Zaidar tidak dapat dilepaskan dari jalur kompetisi bertahap yang telah dijelaskan, dengan kualifikasi kejuaraan dunia di Jepang sebagai rujukan dalam proses seleksi.

Sesudah tahap kualifikasi itu, tim menerima informasi dari National Olympic Committee (NOC) bahwa Indonesia memperoleh kuota satu atlet untuk cabang skateboard. Kuota tersebut menetapkan jumlah tempat yang tersedia bagi Indonesia, yakni satu atlet. Berdasarkan informasi tersebut, Zaidar kemudian ditetapkan sebagai wakil Indonesia untuk tampil di Youth Olympic Games 2026.

Penjelasan Tony menunjukkan bahwa penetapan atlet melibatkan rangkaian kompetisi dan informasi resmi mengenai kuota. Jalurnya bermula dari kompetisi nasional, berlanjut ke kejuaraan dunia, lalu mengacu pada hasil kualifikasi di Jepang dan kepastian kuota dari NOC. Setelah Indonesia mendapatkan satu tempat, Zaidar dipilih untuk mengisi kuota tersebut. Uraian ini menjelaskan dasar penetapan wakil Indonesia tanpa menambahkan rincian lain tentang nama perlombaan, hasil pertandingan, atau mekanisme seleksi yang tidak disampaikan. Dengan demikian, perjalanan Zaidar menuju ajang tersebut tercermin melalui tahapan yang disampaikan pelatih dan keputusan setelah kuota Indonesia dipastikan.

Partisipasi Zaidar dalam Youth Olympic Games 2026 berlangsung dalam konteks keikutsertaan kontingen Indonesia di Dakar. Kehadiran atlet tersebut menjadi bagian dari persiapan nasional untuk ajang olahraga usia muda yang akan mempertemukan peserta dari berbagai negara. Indonesia disebut akan mengirim 12 atlet, dengan komposisi enam putra dan enam putri. Angka itu memberikan gambaran mengenai jumlah anggota kontingen, tetapi tidak merinci pembagian atlet pada masing-masing cabang olahraga. Keterangan yang tersedia juga tidak menyebutkan nama seluruh atlet atau rincian penempatan mereka. Karena itu, informasi tentang Zaidar dapat dipahami sebagai bagian dari kiprah tim Indonesia, tanpa mengasumsikan peran atau posisi tertentu di luar keterangan yang telah disampaikan.

Kontingen Indonesia dinyatakan akan mengikuti 12 cabang olahraga. Cabang yang tercantum dalam informasi yang tersedia meliputi skateboard, bulu tangkis, renang, atletik, balap sepeda, judo, berkuda, triathlon, dan wushu. Daftar tersebut memuat sembilan nama cabang, sedangkan jumlah keseluruhan yang dinyatakan adalah 12. Kedua informasi ini perlu disampaikan sebagaimana adanya. Tidak ada dasar dalam keterangan tersebut untuk mengisi tiga cabang yang tidak tercantum, sehingga nama-nama tambahan tidak dapat ditentukan di sini. Penyebutan jumlah atlet dan cabang juga merupakan dua rincian yang berbeda: jumlah atlet merujuk pada anggota kontingen, sementara jumlah cabang menggambarkan cakupan pertandingan yang diikuti Indonesia.

Dalam cakupan itu, skateboard termasuk cabang yang relevan dengan partisipasi Zaidar, sesuai konteks persiapannya untuk tampil di ajang tersebut.

Baca juga: Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI