Tukang Tambal Ban di Boyolali Luka Ditembak Orang Tak Dikenal

Tukang Tambal Ban di Boyolali Luka Ditembak Orang Tak Dikenal

Boyolali | Panji Suherman (23), seorang tukang tambal ban di Boyolali, mengalami luka setelah ditembak lima kali oleh orang tak dikenal. Penembakan tersebut terjadi di bengkel milik korban yang berada di Jalan Pandanaran, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 11.45 WIB.

Saat kejadian berlangsung, Panji sedang berada di dalam bengkel dan beristirahat. Suasana di sekitar lokasi semula disebut berjalan seperti biasa. Tidak lama kemudian, seorang pria datang ke bengkel dengan wajah tertutup masker. Pria tersebut langsung menodongkan senjata ke arah korban.

Tanpa banyak bicara, pelaku kemudian melepaskan tembakan sebanyak lima kali. Serangan itu membuat Panji mengalami luka dan situasi di bengkel mendadak panik. Setelah melancarkan aksinya, pria tersebut meninggalkan lokasi. Identitas maupun keberadaannya belum diketahui.

Penembakan terhadap tukang tambal ban itu mengundang perhatian warga di sekitar Jalan Pandanaran. Mereka berdatangan untuk melihat kondisi korban dan situasi bengkel setelah terdengar suara tembakan. Panji kemudian mendapat pertolongan untuk menangani luka yang dialaminya.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada aparat kepolisian. Petugas melakukan penanganan awal di lokasi, termasuk mengumpulkan keterangan terkait kronologi penembakan dan ciri-ciri pelaku. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan serta memastikan jumlah tembakan yang dilepaskan.

Hingga laporan ini disusun, motif pelaku menembak Panji belum diketahui. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan menelusuri kemungkinan adanya hubungan korban dan pelaku. Keterangan dari saksi di sekitar bengkel diharapkan dapat membantu mengungkap rangkaian kejadian serta mempercepat pencarian terhadap pria yang wajahnya tertutup masker itu.

Serangan menggunakan airsoft gun terhadap Panji menyebabkan sejumlah luka pada beberapa bagian tubuhnya. Korban, yang berprofesi sebagai tukang tambal ban di Boyolali, mengalami luka tembak pada pipi kiri, hidung, dada, dan bagian belakang kepala. Luka-luka tersebut menjadi dampak yang dialami Panji setelah diserang oleh pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Luka pada pipi kiri dan hidung menunjukkan bahwa serangan berdampak pada bagian wajah Panji. Selain itu, tembakan juga mengenai dada serta bagian belakang kepala. Keempat bagian tubuh tersebut tercatat sebagai lokasi luka tembak yang dialami korban dalam kejadian tersebut. Tidak ada informasi lain yang ditambahkan mengenai kondisi korban di luar luka pada bagian-bagian tubuh itu.

Setelah kejadian, Panji dibawa ke Rumah Sakit Hidayah Boyolali. Ia kemudian mendapatkan penanganan dan menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut. Pemindahan korban ke fasilitas kesehatan dilakukan setelah Panji diserang menggunakan airsoft gun oleh seseorang yang identitasnya belum diketahui.

Dengan demikian, dampak langsung serangan terhadap Panji berupa luka tembak pada pipi kiri, hidung, dada, serta bagian belakang kepala. Saat ini, korban telah berada di Rumah Sakit Hidayah Boyolali untuk memperoleh penanganan medis. Sementara itu, pelaku yang menyerang Panji menggunakan airsoft gun masih belum diketahui identitasnya. Informasi mengenai korban terbatas pada lokasi luka dan perawatan medis yang dijalaninya setelah kejadian.

Sesaat setelah menerima laporan penembakan, aparat gabungan Polres Boyolali mendatangi bengkel tempat korban bekerja. Personel dari Pamapta, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), serta Tim Identifikasi atau Inafis dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan memulai penyelidikan. Kedatangan petugas menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi tempat kejadian tetap terjaga sebelum seluruh bukti diperiksa secara lebih menyeluruh.

Di lokasi, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memeriksa area sekitar bengkel. Petugas mendokumentasikan kondisi ruangan, posisi benda-benda, serta bagian lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara cermat agar informasi yang diperoleh dapat membantu menyusun rangkaian kejadian dan memperjelas arah penyelidikan.

Tim Inafis turut bekerja untuk mengidentifikasi serta mengamankan berbagai jejak yang mungkin tertinggal. Setiap temuan dicatat dan diperiksa sesuai prosedur, termasuk barang atau benda yang diduga memiliki hubungan dengan penembakan. Proses ini diperlukan untuk menjaga keutuhan bukti, sekaligus mendukung analisis lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim.

Untuk mencegah warga mendekati atau mengubah kondisi lokasi, polisi memasang garis pembatas di sekitar bengkel. Masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian diminta tidak memasuki area tersebut selama pemeriksaan berlangsung. Sejumlah barang bukti yang ditemukan kemudian diamankan untuk keperluan penyidikan. Selanjutnya, aparat akan mencocokkan hasil olah TKP dengan keterangan saksi dan informasi lain yang diperoleh, guna mengungkap pelaku serta motif di balik penembakan terhadap tukang tambal ban tersebut.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan terkait penembakan terhadap seorang tukang tambal ban di Boyolali. Dalam proses tersebut, petugas memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu penyidik menelusuri rangkaian peristiwa, termasuk pergerakan pelaku sebelum dan setelah penembakan berlangsung.

Pemeriksaan CCTV dilakukan untuk menemukan petunjuk mengenai identitas serta jejak orang tak dikenal yang diduga terlibat dalam kejadian itu. Penyidik akan mencermati rekaman dari sejumlah titik di sekitar lokasi, apabila tersedia, guna mengidentifikasi kendaraan, arah pelarian, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan peristiwa penembakan menggunakan airsoft gun tersebut.

Selain mengamati rekaman kamera pengawas, polisi juga meminta keterangan dari para saksi. Keterangan mereka diperlukan untuk mencocokkan informasi mengenai waktu kejadian, situasi di lokasi, serta ciri-ciri orang yang diduga sebagai pelaku. Data dari saksi akan dibandingkan dengan temuan lain yang diperoleh selama penyelidikan.

Langkah pemeriksaan CCTV dan saksi itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mengusut penembakan menggunakan airsoft gun terhadap korban. Polisi masih mengumpulkan bukti dan informasi untuk memperjelas perkara tersebut. Hingga pemeriksaan berlangsung, identitas pelaku belum disebutkan dalam bahan sumber. Penyidik juga belum menyampaikan hasil akhir dari penelusuran rekaman maupun keterangan para saksi. Perkembangan penyelidikan akan menjadi dasar bagi polisi untuk menentukan langkah berikutnya dalam menangani kasus tersebut.