Enam Siswa MAN 2 Pekanbaru Berprestasi di OMI Riau, Empat Melaju ke Nasional

Enam Siswa MAN 2 Pekanbaru Berprestasi di OMI Riau, Empat Melaju ke Nasional

Kota Pekanbaru Amankan | Enam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Pekanbaru mencatatkan prestasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Riau. Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi madrasah karena para peserta mampu menunjukkan kompetensi, ketekunan, dan kesiapan akademik di tengah persaingan antarmadrasah se-Riau. Dari enam siswa yang meraih prestasi itu, empat di antaranya dipastikan memperoleh tiket untuk melanjutkan perjuangan pada OMI tingkat nasional.

Kepastian tersebut diperoleh setelah rekapitulasi penilaian OMI tingkat provinsi diumumkan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pengumuman itu menjadi penanda berakhirnya proses penilaian sekaligus memastikan nama-nama peserta yang berhak mewakili Riau pada tahapan berikutnya. Dengan hasil tersebut, MAN 2 Pekanbaru tidak hanya berhasil menempatkan enam siswanya sebagai peraih prestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mengantarkan empat siswa ke kompetisi berskala nasional.

Empat siswa yang lolos akan mempersiapkan diri menghadapi OMI tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2026. Tahapan nasional itu akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji kemampuan bersama peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi enam siswa pada tingkat provinsi juga mencerminkan peran madrasah dalam membina potensi akademik peserta didik secara berkelanjutan. Bagi MAN 2 Pekanbaru, hasil ini dapat menjadi dorongan untuk mempertahankan budaya belajar, meningkatkan pembinaan olimpiade, serta memberikan dukungan yang diperlukan kepada empat siswa yang akan berkompetisi di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat kontribusi madrasah dalam menghadirkan peserta didik berprestasi dari Riau pada ajang pendidikan madrasah tingkat nasional.

Enam siswa MAN 2 Kota Pekanbaru tercatat berprestasi dalam kompetisi tingkat provinsi yang telah dilaksanakan pada 5–6 Oktober 2026. Keenam siswa tersebut mengikuti bidang kompetisi yang berbeda sesuai dengan cabang yang diujikan. Bidang-bidang itu meliputi geografi terintegrasi, kimia terintegrasi, fisika terintegrasi, ekonomi terintegrasi, dan matematika terintegrasi. Rincian peserta beserta bidang yang diikutinya menunjukkan keterlibatan siswa MAN 2 Kota Pekanbaru dalam berbagai bidang kompetisi.

Habib Alhabsy Hidayat meraih prestasi pada bidang geografi terintegrasi. Pada bidang kimia terintegrasi, prestasi diraih oleh Mozalia Naira. Sementara itu, Danish Riziq Khairan Siregar berprestasi pada bidang fisika terintegrasi. Ketiga nama tersebut mewakili bidang geografi, kimia, dan fisika terintegrasi dalam kompetisi tingkat provinsi yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026.

Peserta berikutnya adalah Muhammad Faruq Alvarino, yang meraih prestasi pada bidang ekonomi terintegrasi. Dirga Aditya Muhtadi berprestasi pada bidang matematika terintegrasi. Adapun Adlyn Aldrin Hasan mengikuti bidang fisika terintegrasi dan meraih prestasi pada bidang tersebut. Dengan demikian, bidang fisika terintegrasi diikuti oleh dua siswa, yaitu Danish Riziq Khairan Siregar dan Adlyn Aldrin Hasan. Secara lengkap, enam siswa MAN 2 Kota Pekanbaru itu adalah Habib Alhabsy Hidayat pada geografi terintegrasi, Mozalia Naira pada kimia terintegrasi, Danish Riziq Khairan Siregar pada fisika terintegrasi, Muhammad Faruq Alvarino pada ekonomi terintegrasi, Dirga Aditya Muhtadi pada matematika terintegrasi, serta Adlyn Aldrin Hasan pada fisika terintegrasi. Seluruh pencapaian tersebut berkaitan dengan pelaksanaan kompetisi tingkat provinsi pada 5–6 Oktober 2026.

Hasil Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Riau menunjukkan capaian membanggakan bagi enam siswa MAN 2 Pekanbaru. Mereka berhasil meraih prestasi pada sejumlah bidang ilmu, dengan empat siswa memastikan tempat sebagai delegasi Riau menuju tingkat nasional. Sementara itu, dua siswa lainnya tetap mencatatkan hasil gemilang meskipun belum memperoleh tiket untuk melanjutkan kompetisi.

Habib Alhabsy Hidayat menjadi juara pertama provinsi pada bidang geografi terintegrasi. Prestasi serupa diraih Mozalia Naira yang menempati peringkat pertama provinsi untuk bidang kimia terintegrasi. Keduanya lolos ke tingkat nasional melalui kategori juara pertama provinsi. Pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan siswa dalam menguasai materi lintas konsep serta menyelesaikan tantangan olimpiade dengan persaingan yang ketat.

Danish Riziq Khairan Siregar juga memberikan hasil terbaik dengan menjadi juara pertama pada bidang fisika terintegrasi. Selain meraih peringkat tertinggi di bidangnya, Danish memperoleh kelolosan melalui kategori 10 besar. Dengan demikian, ia termasuk dalam jajaran peserta yang berhak mewakili Provinsi Riau pada kompetisi tingkat nasional. Keberhasilan Danish menambah daftar delegasi MAN 2 Pekanbaru dalam ajang lanjutan tersebut.

Delegasi keempat adalah Muhammad Faruq Alvarino, yang meraih juara kedua pada bidang ekonomi terintegrasi. Peringkat tersebut sekaligus memberinya tiket ke tingkat nasional sebagai wakil Provinsi Riau. Adapun Dirga Aditya Muhtadi berhasil menjadi juara kedua matematika terintegrasi, sedangkan Adlyn Aldrin Hasan meraih juara ketiga fisika terintegrasi. Walaupun belum lolos ke tingkat nasional, prestasi keduanya tetap menjadi bukti konsistensi dan kualitas akademik siswa MAN 2 Pekanbaru. Seluruh capaian ini juga menunjukkan dukungan pembinaan madrasah dalam mendorong siswa berkompetisi secara berkelanjutan di bidang akademik.

Kepala MAN 2 Kota Pekanbaru, Ghafardi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi enam siswa yang berhasil mengharumkan nama madrasah dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Riau. Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan para siswa dalam mengikuti setiap tahapan persiapan. Keberhasilan itu juga tidak terlepas dari bimbingan intensif serta pendampingan tanpa kenal lelah yang diberikan oleh para guru pembimbing.

Ghafardi berpesan kepada empat siswa yang dinyatakan lolos ke tingkat nasional agar terus berjuang, menjaga semangat, dan mempertahankan kedisiplinan selama masa persiapan. Ia berharap keempat delegasi tersebut mampu memberikan hasil terbaik bagi MAN 2 Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau. Setiap proses, katanya, perlu dijalani dengan penuh tanggung jawab, kerendahan hati, serta keyakinan bahwa kerja keras akan menjadi bekal penting saat menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Kepada siswa yang belum berhasil lolos, Ghafardi juga menyampaikan apresiasi dan dorongan agar mereka tidak kehilangan semangat. Pengalaman mengikuti kompetisi dipandang sebagai proses pembelajaran yang berharga, sekaligus bekal untuk menghadapi kesempatan berikutnya. Evaluasi atas hasil yang diperoleh diharapkan dapat membantu para siswa meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik pada ajang mendatang.

Koordinator Olimpiade MAN 2 Kota Pekanbaru, Vetras Humadi, turut mengapresiasi dedikasi seluruh tim yang terlibat. Ia menjelaskan bahwa kelolosan empat siswa tersebut merupakan buah dari latihan panjang, terarah, dan konsisten. Dukungan guru, komitmen peserta, serta kerja sama madrasah menjadi unsur penting dalam membangun kesiapan akademik dan mental para delegasi.

Saat ini, madrasah tengah menyiapkan pembinaan dan persiapan intensif bagi empat siswa yang akan bertanding pada OMI tingkat nasional, 10–11 November 2026. Pihak madrasah memohon doa dan dukungan dari seluruh warga madrasah serta masyarakat agar para delegasi dapat tampil maksimal, mengharumkan nama MAN 2 Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau, serta meraih medali di tingkat nasional.