Kota Tasikmalaya | Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk bekerja sama melanjutkan pembangunan daerah. Ajakan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya pada Sabtu, 17 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kemajuan kota tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan warga dinilai penting agar agenda pembangunan berjalan berkesinambungan serta menjawab kebutuhan nyata penduduk. Pesan itu menjadi penekanan utama dalam peringatan seperempat abad berdirinya Kota Tasikmalaya, ketika kota menatap fase pembangunan berikutnya.
Bagi Wiyagus, hari jadi bukan semata-mata seremoni untuk mengenang perjalanan kota. Peringatan 25 tahun juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan, melihat hal-hal yang masih perlu diperbaiki, serta memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan mendatang. Evaluasi tersebut dapat membantu seluruh pihak memahami sejauh mana program yang dijalankan telah menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan menengok perjalanan yang telah dilalui, pemerintah daerah dan para mitra pembangunan dapat menyusun langkah lanjutan secara lebih terarah. Tantangan ke depan menuntut kerja sama yang konsisten, sehingga berbagai rencana tidak berhenti sebagai agenda, tetapi dapat diteruskan melalui upaya yang nyata dan melibatkan masyarakat.
Wiyagus juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan seharusnya tidak hanya diukur melalui angka atau capaian administratif. Ukuran yang penting ialah manfaat yang benar-benar dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, setiap kebijakan dan program perlu memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat serta memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara luas. Dalam pesan tersebut, peringatan hari jadi dipandang sebagai momentum untuk menentukan arah langkah Kota Tasikmalaya selanjutnya. Penentuan arah itu memerlukan komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, agar kemajuan yang dicapai dapat menjadi dasar bagi upaya berikutnya. Dengan menjadikan kebutuhan warga sebagai perhatian, pembangunan kota diharapkan terus bergerak secara relevan dan berkelanjutan.
Tema Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya, “Langkah Santun Jiwa Tangguh”, mencerminkan arah pembangunan yang tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga menjaga karakter masyarakat. Tasikmalaya diharapkan terus tumbuh sebagai kota yang nyaman ditinggali, tulus dalam melayani, unggul dalam berkarya, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk memperkuat kehidupan kota sekaligus mendorong warganya berperan dalam pembangunan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Wiyagus mengaitkan tema tersebut dengan pentingnya kesantunan dan kebersamaan. Menurutnya, sikap santun dan semangat saling mendukung perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembangunan serta pelayanan publik. Dengan demikian, kemajuan tidak hanya terlihat dari capaian angka, tetapi juga dari mutu layanan yang dirasakan masyarakat dan kemampuan pemerintah daerah merespons kebutuhan warga. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi unsur penting untuk menjaga kesinambungan upaya tersebut.
Sejumlah indikator yang disampaikan dalam peringatan menunjukkan perkembangan di beberapa bidang. Tingkat kemiskinan pada 2026 tercatat 9,34 persen, turun dibandingkan 10,84 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,39 persen, meningkat dari 5,22 persen pada tahun sebelumnya. Indeks Pembangunan Manusia juga naik, dari 76,03 poin pada 2024 menjadi 76,59 poin pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka menurun dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 6,43 persen pada 2025.
Capaian tata kelola turut menjadi bagian dari catatan pembangunan. Pemerintah Kota Tasikmalaya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan daerah selama 10 kali berturut-turut. Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meraih TPID Award 2026 sebagai TPID kabupaten/kota berkinerja terbaik di kawasan Jawa-Bali. Penghargaan tersebut menjadi capaian untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Berbagai hasil ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kinerja, menjaga akuntabilitas, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Wiyagus menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, upaya di bidang pemenuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan menunjukkan bahwa agenda nasional dapat diterjemahkan menjadi layanan yang dekat dengan kebutuhan warga. Pelaksanaan program tersebut perlu terus disesuaikan dengan kondisi daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh anak-anak, keluarga, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu perhatian utama adalah program Makan Bergizi Gratis. Wiyagus menilai pemanfaatan bahan baku lokal dalam penyediaan makanan merupakan pendekatan yang strategis. Selain membantu memastikan anak memperoleh asupan bergizi, penggunaan produk setempat dapat membuka peluang bagi petani dan peternak Tasikmalaya untuk memasok kebutuhan program. Dengan demikian, belanja untuk pemenuhan gizi berpotensi memberi dampak berantai: mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menggerakkan kegiatan ekonomi lokal. Pelaksanaan yang terencana, termasuk pengadaan dan distribusi yang baik, diperlukan agar kualitas makanan dan keberlanjutan pasokan tetap terjaga.
Di bidang kesehatan, layanan cek kesehatan gratis dan penanganan tuberkulosis di puskesmas menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pelayanan. Layanan pemeriksaan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini, sementara penanganan tuberkulosis membutuhkan deteksi, pengobatan, dan pendampingan yang konsisten. Puskesmas berperan sebagai titik layanan yang mudah dijangkau, sekaligus penghubung warga dan sistem kesehatan. Integrasi berbagai layanan tersebut dapat memperkuat pencegahan dan memastikan warga memperoleh tindak lanjut yang diperlukan.
Pada sektor pendidikan, Wiyagus turut menyoroti penguatan digitalisasi pembelajaran serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah. Dukungan teknologi dapat memperluas akses terhadap bahan belajar, sedangkan ruang kelas dan fasilitas yang layak menunjang proses belajar yang aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah pusat dan daerah penting agar kebijakan prioritas terlaksana secara selaras, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Pemerintah kota memahami kebutuhan setempat, sementara dukungan pusat dapat memperkuat sumber daya dan koordinasi. Wiyagus pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya dan warga yang berpartisipasi dalam pembangunan. Kolaborasi keduanya menjadi modal penting untuk memastikan program prioritas menghasilkan manfaat yang inklusif bagi masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Wiyagus mengingatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar tidak berpuas diri atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama 25 tahun perjalanan kota. Perayaan hari jadi, menurut pesan tersebut, bukan hanya kesempatan untuk mengenang kemajuan, tetapi juga momentum menilai pekerjaan yang masih perlu dituntaskan. Kebutuhan masyarakat terus berkembang, sementara target pembangunan menuntut perhatian dan tindak lanjut yang konsisten.
Karena itu, pemerintah daerah perlu melanjutkan upaya pembangunan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kerja bersama pemerintah, unsur masyarakat, dan pihak terkait diperlukan agar program yang disusun dapat menjawab kebutuhan warga secara nyata. Kolaborasi juga membantu menyelaraskan prioritas, memperkuat pelaksanaan kebijakan, serta memastikan bahwa sumber daya dan gagasan yang tersedia diarahkan pada kepentingan bersama.
Ukuran utama keberhasilan pembangunan, sebagaimana ditekankan Wiyagus, bukan semata-mata jumlah program atau pencapaian administratif. Hal yang lebih penting ialah sejauh mana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat pembangunan perlu hadir secara nyata, menjangkau warga, dan mendukung peningkatan kesejahteraan. Dengan ukuran tersebut, pemerintah dapat terus mengevaluasi kebijakan sekaligus memperbaiki pelayanan sesuai kebutuhan yang dijumpai di lapangan.
Wiyagus berharap peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya dapat memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi untuk mendorong perkembangan kota serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran, Babinsa Turut Hadiri Musrenbangdes | Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda | Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan di Kampung Kulonggame






