Jakarta | Industri garmen lokal menghadapi persaingan yang semakin ketat. Para pelaku usaha perlu berhadapan dengan tekanan dari pasokan barang impor, sementara gejolak ekonomi dan geopolitik global turut menjadi bagian dari situasi yang melingkupi industri. Kombinasi tantangan tersebut membuat upaya menjaga daya saing menjadi persoalan penting bagi perusahaan garmen di dalam negeri. Persaingan bukan hanya menjadi latar umum, tetapi juga konteks yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan arah dan langkah usaha.
Dalam keadaan seperti ini, perusahaan perlu memahami tantangan yang ada sebelum menetapkan strategi. Tekanan barang impor dan perubahan situasi global menjadi faktor yang disebut dalam pembahasan mengenai kondisi industri, tanpa perlu menyimpulkan ukuran dampaknya ataupun menambahkan penyebab lain. Bagi perusahaan lokal, menjaga daya saing berarti merespons kondisi yang dihadapi dengan pertimbangan yang sesuai. Langkah tersebut menjadi relevan ketika persaingan berlangsung semakin menantang dan lingkungan ekonomi serta geopolitik global mengalami gejolak.
Konteks inilah yang melatarbelakangi strategi Alisan untuk mempertahankan daya saingnya. COO Alisan, Denny Irawan, menyampaikan strategi perusahaan di tengah tekanan industri garmen tersebut. Pemaparannya menjadi titik awal untuk melihat bagaimana Alisan menempatkan diri saat menghadapi persaingan yang kian ketat, termasuk tekanan dari pasokan barang impor. Dengan demikian, pembahasan strategi perusahaan tidak terlepas dari situasi yang sedang dihadapi industri garmen lokal. Fokusnya adalah upaya menjaga daya saing dalam keadaan yang menantang, dengan tetap berpijak pada faktor-faktor yang telah disebutkan: persaingan, pasokan impor, serta gejolak ekonomi dan geopolitik global.
Di tengah tekanan industri garmen, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan perusahaan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan usaha dan daya saing. Alisan menempatkan pasokan bahan baku dalam negeri sebagai salah satu fokus dalam menghadapi tantangan tersebut. Pilihan ini menunjukkan perhatian pada sumber pasokan domestik sebagai bagian dari strategi perusahaan, tanpa perlu mengaitkannya dengan jenis bahan tertentu atau rincian lain yang tidak dijelaskan. Penjelasan mengenai fokus tersebut disampaikan oleh Denny Irawan. Dalam konteks persaingan, upaya menjaga pasokan dapat dipahami sebagai bagian dari pengelolaan kebutuhan operasional, sementara informasi yang tersedia menegaskan pilihan pada bahan baku dalam negeri saja.
Pasokan bahan baku dalam negeri bukan satu-satunya unsur yang relevan bagi daya saing; kualitas produk juga perlu dijaga secara konsisten. Dalam penjelasan Denny Irawan, perhatian Alisan terhadap pasokan domestik berjalan seiring dengan komitmen untuk menjaga kualitas melalui penguatan quality control. Hubungan kedua hal tersebut memperlihatkan bahwa strategi menghadapi tekanan industri tidak hanya dipahami dari sisi ketersediaan bahan, tetapi juga dari upaya mempertahankan standar produk. Penekanan ini penting karena kelancaran pasokan dan mutu merupakan pertimbangan yang sama-sama mendukung kepercayaan terhadap produk. Namun, informasi yang disampaikan tidak merinci bagaimana penguatan pengendalian dilakukan, sehingga uraian ini tetap berfokus pada komitmen umum tersebut.
Dengan menghubungkan fokus pada bahan baku dalam negeri dan penguatan quality control, Alisan menempatkan pasokan serta mutu sebagai bagian dari respons terhadap tantangan industri garmen. Kedua aspek itu dapat dibahas sebagai prioritas yang berjalan berdampingan: bahan baku berkaitan dengan kebutuhan produksi, sedangkan pengendalian mutu berkaitan dengan komitmen menjaga kualitas produk. Penjelasan Denny Irawan menjadi dasar untuk memahami arah strategi tersebut, bukan untuk menyimpulkan rincian pelaksanaan ataupun hasilnya. Karena itu, pembahasan mengenai pendekatan Alisan perlu tetap berpegang pada informasi yang tersedia. Tidak ada keterangan mengenai jenis bahan baku, pihak pemasok, tahapan pemeriksaan, ataupun capaian tertentu. Yang dapat ditegaskan ialah perhatian pada pasokan domestik disertai komitmen menjaga kualitas melalui penguatan pengendalian mutu.
Perubahan tren fashion yang berlangsung cepat membuat perusahaan garmen perlu menyesuaikan diri agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pasar. Selera konsumen dapat bergeser, sementara perhatian terhadap model dan pilihan produk terus berubah. Dalam situasi tersebut, kemampuan merespons perubahan menjadi bagian penting dari daya saing. Perusahaan perlu memperkuat produksi sekaligus memikirkan pengelolaan rantai pasok, karena kedua aspek itu saling berkaitan dalam upaya menghadapi permintaan yang dinamis. Respons yang terarah membantu perusahaan menjaga keselarasan produk yang ditawarkan dan kebutuhan pasar, tanpa mengabaikan pentingnya kelancaran kegiatan usaha.
Penguatan produksi menjadi salah satu langkah untuk menghadapi perubahan tren. Perusahaan garmen perlu memastikan kegiatan produksinya mampu mendukung penyesuaian terhadap kebutuhan pasar yang berubah. Hal ini tidak berarti mengejar setiap tren secara tergesa-gesa, melainkan menjaga kemampuan perusahaan untuk merespons perubahan secara tepat. Dengan perhatian pada proses produksi, perusahaan dapat mempertahankan relevansi penawaran dan mendukung keberlanjutan kegiatan bisnis. Langkah tersebut juga perlu dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, bukan upaya yang berdiri sendiri. Produksi yang responsif dapat membantu perusahaan menghadapi tekanan persaingan ketika tren bergerak cepat.
Di sisi lain, pengelolaan rantai pasok perlu diperkuat agar dapat mendukung respons perusahaan terhadap perubahan tren. Rantai pasok yang dikelola dengan baik berperan dalam menghubungkan kebutuhan produksi dengan ketersediaan berbagai sumber daya yang diperlukan. Karena itu, perusahaan perlu memberi perhatian pada pengelolaannya seiring dengan upaya memperkuat produksi. Kedua langkah ini sama-sama penting: produksi membantu perusahaan menyesuaikan penawaran, sedangkan rantai pasok mendukung kelancaran pemenuhan kebutuhan usaha. Dengan mengelola keduanya secara selaras, perusahaan garmen dapat menghadapi perubahan tren fashion dengan lebih siap dan menjaga daya saing di tengah tekanan industri.
Tekanan harga bahan baku dan persaingan harga yang ketat membuat pengendalian biaya menjadi penting bagi Alisan. Ketika biaya produksi meningkat, perusahaan perlu menjaga agar kenaikan tersebut tidak langsung menggerus margin. Pada saat yang sama, ruang untuk menaikkan harga jual dapat terbatas karena pelaku industri garmen berhadapan dengan persaingan yang intensif. Karena itu, upaya mempertahankan daya saing tidak hanya bergantung pada harga produk, tetapi juga pada cara perusahaan mengelola kebutuhan produksi dan menggunakan sumber dayanya secara efisien.
Denny Irawan menyebut penguatan kontrak kerja dengan angka besar sebagai salah satu cara untuk menekan biaya. Kontrak dalam skala besar dapat memberi dasar yang lebih terencana bagi kegiatan produksi dan membantu perusahaan mengelola pengeluaran. Dalam kondisi harga bahan baku melonjak, pengaturan kerja yang lebih kuat menjadi bagian dari langkah untuk meredam tekanan terhadap margin. Pendekatan ini juga berkaitan dengan kemampuan menjaga kelangsungan pekerjaan dan produksi di tengah persaingan harga, tanpa semata-mata mengandalkan penyesuaian harga jual. Dengan demikian, penguatan kontrak menjadi salah satu upaya yang disampaikan untuk menghadapi tekanan biaya di industri.
Selain pengaturan kontrak, Alisan menggunakan mesin berteknologi dengan tujuan mendorong efisiensi. Pemanfaatan mesin tersebut diarahkan untuk mendukung proses produksi agar penggunaan sumber daya dapat lebih optimal. Efisiensi menjadi perhatian ketika perusahaan perlu mengendalikan biaya sekaligus mempertahankan daya saing. Langkah ini melengkapi upaya melalui kontrak kerja, sehingga pembahasan mencakup pengelolaan kegiatan produksi maupun penggunaan teknologi. Keduanya ditempatkan sebagai bagian dari respons terhadap kenaikan harga bahan baku dan persaingan harga yang berlangsung ketat. Denny Irawan memaparkan strategi tersebut dalam wawancara di program Closing Bell pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca juga: FFPM 2026 Konsolidasikan Strategi Penguatan Fasilitas Produksi Migas | Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo





