Jakarta | Program revitalisasi gedung sekolah yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun anggaran 2025 menunjukkan perkembangan signifikan. Dari 19 gedung sekolah yang menjadi sasaran renovasi, sebanyak 16 gedung telah diselesaikan secara keseluruhan dengan capaian 100 persen. Sementara itu, tiga gedung sekolah lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian pekerjaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan perkembangan tersebut di Jakarta pada Jumat, 9 Oktober. Keterangan itu menegaskan bahwa sebagian besar sasaran program renovasi sekolah telah berhasil dituntaskan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan. Penyelesaian 16 gedung menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi fasilitas pendidikan di ibu kota.
Program tersebut dilaksanakan secara tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya berfokus pada satu kawasan, tetapi mencakup kebutuhan gedung sekolah di berbagai wilayah. Pekerjaan pada tiga gedung yang masih berjalan akan terus diarahkan agar dapat diselesaikan sesuai tahapan pelaksanaan yang berlaku.
Revitalisasi gedung sekolah merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kelayakan sarana pendidikan. Gedung yang diperbaiki diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar melalui lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan memadai bagi peserta didik serta tenaga pendidik. Capaian penyelesaian 16 gedung juga menunjukkan kemajuan pelaksanaan program pada tahun anggaran 2025, meskipun masih terdapat pekerjaan yang perlu dituntaskan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memiliki tanggung jawab untuk memastikan tiga gedung sekolah tersisa dapat rampung. Penyelesaian seluruh sasaran akan menjadi penanda bahwa program revitalisasi tahun anggaran tersebut telah terlaksana secara menyeluruh di lima wilayah administrasi Jakarta.
Program renovasi dan revitalisasi 19 gedung sekolah di Jakarta menggunakan total anggaran Rp876,7 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 gedung telah rampung direvitalisasi, sementara tiga gedung lainnya masih dalam proses pengerjaan. Anggaran itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi bangunan sekolah agar dapat digunakan sebagai fasilitas pendidikan yang layak bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan lingkungan sekolah yang mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Gedung yang memadai diperlukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih baik, sesuai dengan kebutuhan sekolah. Karena itu, renovasi tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan konstruksi, tetapi juga dengan tersedianya tempat belajar yang layak untuk menunjang aktivitas pendidikan sehari-hari.
Pramono mengatakan pemerintah ingin memastikan setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern. Menurutnya, kondisi tersebut penting agar para siswa dapat berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran dan meraih prestasi. Pernyataan itu menjadi dasar dari pelaksanaan revitalisasi sejumlah gedung sekolah dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan.
Dengan total dana Rp876,7 miliar, pemerintah menangani 19 gedung sekolah secara bertahap. Penyelesaian 16 gedung menandai kemajuan program, sedangkan tiga gedung yang masih berjalan akan melanjutkan proses revitalisasi hingga selesai. Keseluruhan pekerjaan tersebut ditujukan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak sekaligus membantu kegiatan belajar mengajar berjalan secara lancar. Melalui penyediaan ruang belajar yang aman, nyaman, dan modern, setiap sekolah diharapkan dapat memberikan lingkungan yang memungkinkan siswa berkonsentrasi untuk meraih prestasi.
Cakupan program revitalisasi sekolah tersebar di lima wilayah administrasi DKI Jakarta, dengan sasaran fasilitas pendidikan dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan. Penyebaran lokasi tersebut menunjukkan bahwa penataan tidak hanya berfokus pada satu tingkat pendidikan atau kawasan tertentu, melainkan diarahkan untuk memperbaiki mutu sarana belajar secara lebih merata.
Di Jakarta Barat, program mencakup SDN Tegal Alur 02/04, SMAN 33 Jakarta, SDN Jati Pulo 07, SMPN 130 Jakarta, SDN Kota Bambu 01/02, dan TKN Meruya Selatan. Selain pekerjaan revitalisasi, terdapat alih fungsi SDN Jati Pulo 08 Pagi menjadi Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 298. Langkah ini memperluas kapasitas pendidikan jenjang SMP sekaligus menyesuaikan pemanfaatan aset sekolah dengan kebutuhan peserta didik di wilayah tersebut.
Jakarta Timur mencakup SDN Pondok Bambu 01, SDN Cakung Timur 02, SMPN 91, serta SDN Pekayon 05/12. Di Jakarta Selatan, daftar sekolahnya meliputi SDN Cilandak Barat 08, SDN Cipulir 11, SDN Gandaria Selatan 03, SDN Lebak Bulus 04, SDN Tebet Timur 07, dan SMPN 15 Jakarta. Wilayah ini juga menjadi lokasi pembangunan USB SMPN 299, yang diproyeksikan mendukung ketersediaan ruang belajar baru.
Sementara itu, Jakarta Utara diwakili oleh SMKN 55 Jakarta, sedangkan Jakarta Pusat mencakup SDN Petojo Utara 01. Dengan demikian, sekolah yang masuk dalam program meliputi TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Keragaman jenjang dan lokasi tersebut memperlihatkan cakupan kebijakan yang menyeluruh, baik untuk meningkatkan kondisi bangunan maupun memenuhi kebutuhan daya tampung pendidikan di berbagai kawasan ibu kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan kelanjutan program renovasi dan revitalisasi sekolah secara bertahap. Langkah tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap satuan pendidikan serta prioritas pembangunan yang ditetapkan pemerintah daerah. Dengan pendekatan itu, perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara terukur, sekaligus mempertimbangkan kondisi bangunan, kebutuhan peserta didik, dan ketersediaan anggaran.
Program revitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memperbarui tampilan gedung sekolah, tetapi juga memastikan lingkungan belajar menjadi lebih aman, layak, dan mendukung kegiatan pendidikan. Penataan ruang, perbaikan fasilitas, serta peningkatan kualitas bangunan menjadi bagian penting agar sekolah mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta. Pelaksanaannya secara bertahap memungkinkan pemerintah memusatkan perhatian pada lokasi yang paling membutuhkan penanganan.
Pramono menyampaikan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur sekolah merupakan langkah penting untuk mendukung proses belajar mengajar. Fasilitas pendidikan yang memadai dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman bagi siswa dan guru. Perbaikan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan anak-anak Jakarta untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, tanpa terhambat oleh kondisi sarana dan prasarana.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus mendorong renovasi serta revitalisasi sekolah berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan. Kebijakan yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjaga kualitas fasilitas pendidikan sekaligus memperkuat dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar. Melalui perencanaan bertahap, pemerintah daerah berupaya memastikan pembangunan sekolah berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Jakarta.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | TNI-Polri Gelar Patroli Terpadu, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Jakarta | Pemkot Tangerang keluarkan SE jemput anak sekolah pada 27–28 Agustus

