Rafael Struick Tetap Berjuang untuk Kembali ke Timnas Senior

Rafael Struick Tetap Berjuang untuk Kembali ke Timnas Senior

Jakarta | Rafael Struick menegaskan bahwa saat ini ia berfokus bekerja keras dan memberikan penampilan terbaik bersama Dewa United Banten FC. Ia tidak ingin menggantungkan harapan pada kemungkinan kembali dipanggil ke tim nasional senior. Menurutnya, hal terpenting yang dapat dilakukan adalah menjalankan tugasnya dengan maksimal di level klub, sementara keputusan mengenai pemanggilan pemain berada di luar kendalinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Struick saat menjawab pertanyaan media di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu. Ia menjelaskan bahwa fokusnya tetap tertuju pada latihan dan pertandingan bersama Dewa United. Struick juga menekankan komitmennya untuk mengerahkan kemampuan terbaik bagi tim yang dibelanya, tanpa membiarkan spekulasi mengenai tim nasional mengganggu konsentrasinya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Struick memilih menyikapi absennya dari timnas senior dengan tetap menjalankan tanggung jawab profesionalnya. Ia berupaya menjaga kesiapan, meningkatkan kontribusi, serta membantu Dewa United dalam setiap kesempatan bermain. Dengan cara itu, ia dapat terus membangun performa tanpa menjadikan keputusan seleksi sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilannya.

Kesempatan membela tim nasional tentu tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pemain, tetapi Struick tidak ingin berspekulasi mengenai kapan peluang tersebut datang. Ia memilih menyerahkan penilaian kepada pihak yang berwenang dan memastikan bahwa pekerjaannya di klub tetap menjadi perhatian utama. Performa yang konsisten dapat menjadi dasar bagi perkembangan kariernya, baik bersama Dewa United maupun dalam persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad nasional.

Dengan demikian, fokus Struick bukan sekadar menunggu kabar pemanggilan, tetapi terus menunjukkan keseriusan melalui kerja sehari-hari. Ia ingin memberi kontribusi nyata untuk klub dan menjaga standar penampilannya. Pendekatan itu menjadi cara Rafael Struick tetap berjuang untuk kembali ke timnas senior, sembari menghormati proses seleksi dan menaruh perhatian penuh pada tugas yang ada di hadapannya.

Penampilan terakhir Rafael Struick bersama tim nasional senior Indonesia terjadi saat menghadapi Australia pada Maret 2025. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia kalah dengan skor 1-5. Sejak laga itu, Struick belum kembali tampil untuk skuad senior. Catatan tersebut menjadi penanda penting dalam perjalanan internasionalnya, terutama karena sebelumnya ia telah mengumpulkan 23 caps bersama tim senior Indonesia.

Sebelum penampilan terakhirnya melawan Australia, Struick tercatat berada di bangku cadangan dalam pertandingan menghadapi Bahrain, China, dan Jepang. Ia tidak diturunkan dalam ketiga laga tersebut. Setelah rangkaian pertandingan itu, namanya tidak lagi memperoleh panggilan ke skuad senior. Perubahan dari pemain yang telah memiliki pengalaman internasional menjadi pemain yang belum kembali masuk daftar tim menunjukkan bahwa posisinya dalam rencana tim nasional mengalami pergeseran.

Meski demikian, absennya Struick dari pemanggilan senior tidak menghapus pengalaman yang telah ia kumpulkan. Sebanyak 23 caps memberinya rekam jejak bersama Indonesia, sementara kesempatan menghadapi lawan-lawan seperti Australia, Bahrain, China, dan Jepang menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Namun, untuk saat ini, data penampilannya menunjukkan bahwa laga melawan Australia masih menjadi penampilan terakhirnya di level senior.

Sejak awal tahun, tim nasional senior mengalami pergantian pelatih dengan John Herdman mengambil alih tugas tersebut. Hingga kini, perubahan kepelatihan itu belum diikuti pemanggilan kembali Struick ke dalam skuad senior. Dengan demikian, belum ada penampilan baru yang dapat ditambahkan pada catatan caps-nya. Situasi ini menempatkan perjuangannya untuk kembali ke tim nasional senior sebagai proses yang masih berlangsung, tanpa kepastian mengenai kapan ia akan mendapat kesempatan berikutnya.

Bagi Struick, pengalaman sebelumnya tetap menjadi modal, tetapi kesempatan bermain dan pemanggilan berikutnya bergantung pada keputusan tim pelatih. Catatan terkini memperlihatkan jeda penampilan terakhirnya dan kemungkinan kembali membela Indonesia. Sampai ada panggilan baru, ia belum kembali menjadi bagian dari skuad senior yang dipersiapkan untuk pertandingan internasional.

Absennya Rafael Struick dari timnas senior perlu dibedakan dari keterlibatannya di tim nasional kelompok usia. Dalam setahun terakhir, ia masih mendapat kesempatan membela Indonesia bersama skuad U-23 dan U-22. Karena itu, kabar bahwa Struick tidak masuk dalam daftar pemain tim senior pada suatu periode tidak serta-merta berarti ia berhenti memperkuat Indonesia. Perannya tetap terlihat di level kelompok usia, dengan lingkungan, agenda, dan kebutuhan tim yang berbeda.

Timnas senior dan tim kelompok usia memiliki jalur pemanggilan tersendiri. Pemilihan pemain biasanya menyesuaikan jadwal pertandingan, rencana pelatih, kondisi fisik, serta kebutuhan taktik pada masing-masing skuad. Seorang pemain dapat tampil untuk U-23 atau U-22 tanpa pada saat yang sama dipanggil ke tim senior. Situasi tersebut merupakan bagian dari pengelolaan skuad dan tidak otomatis menunjukkan bahwa statusnya di tim nasional telah berubah secara permanen.

Keterlibatan Struick bersama tim U-23 dan U-22 juga menunjukkan bahwa ia masih menjadi bagian dari kegiatan sepak bola Indonesia di level internasional. Namun, penampilan di kelompok usia harus dipahami sesuai konteksnya: itu adalah partisipasi untuk skuad usia terkait, bukan bukti bahwa ia telah kembali ke timnas senior. Keduanya merupakan level yang berbeda, sehingga informasi mengenai satu skuad tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan mengenai pemanggilan pada skuad lainnya.

Bagi pendukung, penting untuk memeriksa keterangan resmi tentang daftar pemain dan pertandingan yang dimaksud sebelum menyimpulkan status seorang pemain. Kehadiran Struick di skuad kelompok usia dapat menjadi perkembangan positif bagi pengalaman dan kontinuitasnya bersama Indonesia, tetapi keputusan mengenai tim senior tetap bergantung pada pemanggilan tersendiri. Dengan demikian, gambaran yang lebih tepat adalah bahwa ia masih membela Merah Putih di level U-23 dan U-22 dalam periode tersebut, sementara peluangnya kembali ke tim senior merupakan hal yang terpisah dan perlu menunggu pengumuman resmi.

Rafael Struick terus berupaya menjaga performanya bersama Dewa United Banten FC pada musim ini. Sejauh kompetisi berjalan, ia belum pernah absen membela klub tersebut. Konsistensi kehadirannya memberi kesempatan bagi Struick untuk terus terlibat dalam pertandingan dan menunjukkan kontribusi di lapangan. Dari tujuh penampilan di BRI Super League, lima di antaranya ia jalani sebagai starter. Catatan itu mencerminkan peran yang cukup penting dalam susunan tim, meski persaingan untuk mendapatkan tempat utama tetap berlangsung sepanjang musim.

Dalam tujuh laga tersebut, Struick telah mencetak satu gol dan menyumbangkan satu assist. Angka itu menjadi bagian dari kontribusinya bagi Dewa United, sekaligus modal untuk menjaga kepercayaan tim pelatih. Perannya tidak hanya dinilai dari gol atau assist, tetapi juga dari keterlibatan dalam permainan dan kemampuannya membantu tim menjalankan rencana pertandingan. Dengan jadwal kompetisi yang terus berjalan, setiap kesempatan tampil dapat menjadi ruang bagi pemain untuk memperlihatkan perkembangan dan menjaga ritme bermainnya.

Dewa United saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. Mereka terpaut empat poin dari Persija Jakarta yang berada di puncak. Posisi tersebut menunjukkan bahwa klub berada dalam persaingan papan atas, sehingga kontribusi setiap pemain dibutuhkan untuk mempertahankan momentum. Bagi Struick, performa bersama klub juga menjadi kesempatan untuk terus membuktikan kemampuannya melalui kerja nyata di setiap laga. Ia bertekad memaksimalkan setiap menit bermain yang diberikan, baik ketika tampil sejak awal maupun masuk sebagai pemain pengganti. Struick juga menyatakan siap apabila mendapat panggilan untuk kembali memperkuat Timnas senior. Ia berharap kualitas permainannya dapat terlihat oleh pelatih, sehingga peluang untuk kembali mengenakan seragam Merah Putih tetap terbuka.

Baca juga: Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat | Empat Anggota OPM Serahkan Senjata dan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi | Setelah Pernah Ramai Diberitakan, Tambang Batu Bara Ngepon Tuban Disebut Kembali Aktif