Jakarta | Putra Tri Ramadani meraih medali perak pada nomor lead putra dalam World Climbing Series Santiago 2026. Ia finis di posisi kedua setelah mencatat skor 49 pada babak final yang berlangsung di Santiago, Chile, Senin pagi, 26 Oktober 2026 waktu Indonesia Barat. Hasil tersebut menambah koleksi medali Indonesia di ajang panjat tebing internasional itu sekaligus menandai capaian penting bagi Putra Tri di kompetisi seri dunia.
Dalam nomor lead, para atlet berusaha memanjat dinding setinggi mungkin melalui jalur yang telah ditentukan dalam batas waktu tertentu. Skor mencerminkan titik tertinggi yang berhasil dicapai atlet sesuai aturan kompetisi. Dengan skor 49, Putra Tri mengakhiri final di urutan kedua dan membawa pulang medali perak. Pencapaian itu menempatkannya di atlet terbaik pada nomor tersebut dalam seri yang digelar di ibu kota Chile.
Putra Tri juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada nomor lead putra di World Climbing Series Santiago 2026. Karena itu, hasilnya merupakan kontribusi tunggal Indonesia dalam persaingan nomor tersebut di Santiago. Keberhasilannya naik ke podium menunjukkan kemampuan untuk bersaing di level internasional dan memberi tambahan hasil bagi kontingen Indonesia. Medali perak itu menjadi capaian yang patut dicatat, terutama karena ia menghadapi persaingan final tanpa rekan senegara di nomor yang sama.
Hasil final ini memberi Indonesia tambahan medali dari rangkaian World Climbing Series 2026, sekaligus memperlihatkan kiprah atlet panjat tebing Tanah Air di panggung dunia. Bagi Putra Tri, finis kedua dan skor 49 menjadi catatan utama dari penampilannya di Santiago. Capaian tersebut juga dapat menjadi bekal evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya, sementara keberhasilan meraih perak memperkuat posisi Indonesia dalam perolehan medali pada seri tersebut. Perhatian kini tertuju pada bagaimana hasil ini mendukung perjalanan atlet Indonesia dalam kalender kompetisi internasional selanjutnya.
Hasil final nomor lead putra di Santiago menempatkan Jonas Utelli dari Swiss di posisi teratas. Utelli meraih skor 52 dan berhak atas medali emas. Putra Tri Ramadani dari Indonesia menyusul di urutan kedua dengan skor 49, sehingga memperoleh medali perak. Sementara itu, Neo Suzuki dari Jepang menempati posisi ketiga setelah mencatat skor 47 dan membawa pulang medali perunggu. Urutan tersebut merangkum hasil akhir ketiga atlet yang mengisi podium dalam nomor lead putra.
Perolehan skor menjadi dasar urutan podium pada final ini: 52 untuk Utelli, 49 untuk Putra, dan 47 untuk Suzuki. Dengan hasil tersebut, atlet Swiss itu berada di posisi pertama, Putra menempati posisi kedua, sedangkan atlet Jepang berada di posisi ketiga. Selisih skor Utelli dan Putra tercatat tiga poin, sementara Putra unggul dua poin dari Suzuki. Angka-angka tersebut menunjukkan capaian masing-masing atlet pada final dan menetapkan susunan peraih medali secara berurutan.
Bagi Indonesia, hasil Putra Tri Ramadani menambah koleksi medali melalui raihan perak di nomor lead putra. Medali emas menjadi milik Jonas Utelli dari Swiss, sedangkan medali perunggu diraih Neo Suzuki dari Jepang. Ketiganya mengisi podium berdasarkan skor final yang mereka peroleh, tanpa mengubah urutan yang ditetapkan oleh capaian tersebut. Hasil akhir mencatat Putra dengan skor 49 di skor 52 milik Utelli dan skor 47 milik Suzuki. Dengan demikian, podium final lead putra di Santiago terdiri atas Utelli sebagai juara pertama, Putra di tempat kedua, dan Suzuki di tempat ketiga.
Pada semifinal nomor lead di Santiago, Putra Tri Ramadani mencapai posisi puncak dengan skor 33. Catatan tersebut menempatkannya di urutan teratas pada babak semifinal yang disebutkan, dengan angka 33 sebagai skor yang diraih. Hasil semifinal Santiago menjadi bagian dari catatan kompetisinya pada World Climbing Series musim 2026. Dalam rangkaian musim tersebut, Putra Tri juga mengoleksi medali dari beberapa seri, yakni perak di Santiago, satu emas di Prague, serta dua perunggu di Chamonix dan Koper. Setiap hasil itu tercatat sebagai pencapaian Putra Tri pada Series 2026.
Perolehan medali di Santiago menambah koleksi Putra Tri menjadi empat medali dalam catatan World Climbing Series musim 2026 yang disebutkan. Rinciannya terdiri atas satu medali perak dari Series Santiago 2026, satu medali emas dari Series Prague 2026, dan dua medali perunggu masing-masing dari Series Chamonix 2026 dan Series Koper 2026. Dengan demikian, perak Santiago menjadi salah satu dari empat hasil bermedali Putra Tri pada musim tersebut. Catatan ini menyandingkan posisi puncak dan skor 33 yang dicapai pada semifinal Santiago dengan hasil medali dari empat seri yang tercantum.
Dalam daftar hasil musim 2026, Prague tercatat sebagai seri tempat Putra Tri meraih emas. Chamonix dan Koper masing-masing tercatat dengan raihan perunggu, sedangkan Santiago tercatat dengan perak. Keempat hasil itu merupakan bagian dari rekam medali World Climbing Series miliknya untuk musim 2026. Informasi semifinal Santiago mencatat Putra Tri berada di posisi puncak dengan skor 33, sementara catatan musim menyebut jenis medali dan seri tempat setiap medali diraih. Rangkaian keterangan tersebut memuat hasil semifinal di Santiago serta koleksi medali Putra Tri: satu emas, satu perak, dan dua perunggu, seluruhnya dalam Series 2026.
Perak yang diraih Putra Tri Ramadani pada nomor lead di World Climbing Series Santiago 2026 tercatat sebagai medali kedua Indonesia dalam ajang tersebut. Hasil ini menyusul pencapaian Raharjati Nursamsa di nomor speed putra, yang lebih dahulu menyumbangkan medali perak bagi tim Indonesia. Dengan demikian, dua medali Indonesia di Santiago berasal dari nomor berbeda, yakni speed dan lead. Keduanya sama-sama berakhir dengan posisi kedua, tetapi diraih melalui pertandingan serta disiplin panjat tebing yang berlainan.
Raharjati memastikan perak setelah tampil pada gold medal race nomor speed putra. Ia berhadapan dengan wakil China, Zhao Yicheng, yang memenangi perlombaan tersebut. Catatan waktu Raharjati adalah 5,06 detik, sedangkan Zhao membukukan waktu 4,74 detik. Angka itu menunjukkan hasil akhir duel dalam perebutan medali emas, dengan Zhao mencatat waktu lebih cepat. Raharjati pun menempati posisi kedua dan menjadi peraih medali pertama Indonesia pada seri Santiago 2026.
Setelah pencapaian Raharjati, Putra Tri menambah satu medali lagi bagi Indonesia melalui nomor lead. Raihan perak Putra menjadikan koleksi Indonesia di World Climbing Series Santiago 2026 bertambah menjadi dua medali. Kedua hasil tersebut merupakan catatan prestasi atlet Indonesia pada nomor masing-masing, tanpa mengubah fakta bahwa medali pertama datang dari speed putra dan medali berikutnya dari lead. Keterangan mengenai waktu 5,06 detik milik Raharjati dan 4,74 detik milik Zhao merujuk pada gold medal race speed putra. Adapun perak Putra Tri berasal dari nomor lead, sehingga kedua atlet menyumbang medali melalui jalur kompetisi berbeda. Fakta hasil ini menggambarkan urutan perolehan medali Indonesia dalam seri di Santiago: Raharjati lebih dahulu meraih perak, kemudian Putra Tri mengamankan perak berikutnya. Kedua medali tersebut merupakan bagian dari hasil Indonesia di ajang World Climbing Series 2026 yang berlangsung di Santiago.
Baca juga: Koops TNI Habema Amankan Kampung Balamai atas, Pangkoops: Ketegasan untuk Melindungi Masyarakat dan Menjaga Ruang Damai | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan | Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Meraih 1 Medali Perak Kejuaraan Tertinggi Untuk Kategori Poomsae






