Kabupaten Intan Jaya | Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir dan keluar dari jalur pendaratan di Bandara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Setelah keluar dari landasan, pesawat masuk ke area rawa-rawa di sisi bandara. Insiden tersebut menyebabkan pesawat mengalami kerusakan dan dua anggota TNI terluka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara enam penumpang lainnya dilaporkan selamat.
Peristiwa itu terjadi saat pesawat menjalani pendaratan di bandara yang berada di wilayah pegunungan Papua Tengah. Pesawat Caravan merupakan jenis pesawat yang digunakan untuk melayani penerbangan di sejumlah wilayah dengan kondisi geografis menantang. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, penyebab pesawat keluar dari jalur pendaratan belum dipastikan. Keadaan cuaca, kondisi landasan, maupun faktor teknis tidak dapat disebut sebagai pemicu tanpa keterangan resmi lebih lanjut.
Dua anggota TNI yang terluka menjadi korban dalam insiden tersebut. Informasi awal juga menyebutkan bahwa enam penumpang lain selamat, sehingga seluruh orang di dalam pesawat dilaporkan selamat dari kejadian itu. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat luka yang dialami kedua prajurit tersebut ataupun penanganan medis yang mereka terima. Kerusakan pada pesawat turut menjadi perhatian setelah badan pesawat masuk ke kawasan rawa di dekat landasan.
Insiden di Bandara Bilorai ini menyoroti risiko operasional penerbangan di daerah terpencil, terutama ketika proses pendaratan berlangsung pada fasilitas bandara dengan kondisi lingkungan yang menantang. Meski demikian, penilaian mengenai faktor penyebab dan dampak kerusakan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Informasi tentang proses evakuasi, kondisi pesawat, serta langkah penanganan setelah kejadian juga masih perlu menunggu keterangan resmi. Hingga laporan awal ini disampaikan, fakta utama yang diketahui adalah pesawat keluar dari jalur pendaratan, dua prajurit mengalami luka, dan tidak ada korban jiwa. Enam penumpang lainnya selamat, sedangkan penyebab pasti insiden belum disampaikan.Polres Intan Jaya melakukan penyelidikan awal untuk menelusuri penyebab pesawat Asian One keluar landasan di Bandara Bilorai. Langkah tersebut dilakukan setelah insiden yang menyebabkan dua prajurit TNI terluka itu terjadi. Pada tahap ini, penyidik mengumpulkan keterangan dan informasi yang relevan mengenai kondisi pesawat serta rangkaian kejadian sebelum dan sesudah pendaratan. Penyelidikan awal diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, sekaligus memastikan berbagai kemungkinan diperiksa secara cermat. Hingga proses tersebut berjalan, penyebab insiden belum dapat dinyatakan secara pasti. Informasi yang muncul terkait kondisi pesawat masih menjadi bagian dari dugaan yang perlu diuji melalui pemeriksaan dan pencocokan keterangan.
Salah satu dugaan sementara yang ditelusuri adalah kemungkinan salah satu ban pesawat terlepas sebelum pendaratan. Dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab pesawat keluar dari landasan. Penyidik perlu memastikan kapan dan dalam keadaan seperti apa ban itu diduga terlepas, serta apakah kondisi tersebut berkaitan dengan insiden. Keterangan dari pihak yang mengetahui kejadian dan pemeriksaan terhadap informasi teknis dapat membantu menjernihkan urutan peristiwa. Namun, sampai hasil pemeriksaan tersedia, dugaan itu sebaiknya dipahami sebagai satu kemungkinan yang sedang ditelusuri, bukan sebagai fakta yang telah dikonfirmasi. Polisi belum menetapkan penyebab tunggal dan masih mengumpulkan bahan penyelidikan.
Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A. Samakori menyatakan bahwa penyidik tengah menelusuri penyebab kejadian. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan belum menghasilkan kepastian mengenai faktor yang membuat pesawat keluar landasan. Kepolisian juga perlu mencermati setiap keterangan secara berimbang sebelum menyampaikan kesimpulan. Karena itu, informasi mengenai dugaan ban terlepas tetap perlu ditempatkan dalam konteks penyelidikan yang berjalan. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang kondisi pesawat dan rangkaian pendaratan, tanpa mendahului temuan resmi. Untuk sementara, fokus penyidik adalah merangkai fakta yang tersedia guna menentukan penyebab insiden secara hati-hati dan akurat.
Pesawat Asian One dalam penerbangan menuju Bilorai dikemudikan oleh Captain Riza, dengan Captain Andi bertugas sebagai kopilot. Pesawat tersebut mendarat sekitar pukul 08.30 WIT dan membawa delapan penumpang. Informasi mengenai waktu pendaratan, awak penerbangan, dan jumlah penumpang menjadi bagian dari keterangan awal yang tersedia mengenai insiden di landasan tersebut. Pada tahap ini, rincian itu memberikan gambaran dasar tentang penerbangan sebelum pesawat mengalami masalah ketika menyentuh permukaan landasan.
Delapan penumpang yang berada di dalam pesawat terdiri atas tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu anggota Polres Intan Jaya, serta empat warga sipil. Komposisi ini menunjukkan bahwa penumpang berasal dari unsur aparat dan masyarakat. Keterangan mengenai jumlah serta identitas kelompok penumpang tersebut disampaikan sebagai bagian dari laporan awal, bersamaan dengan informasi bahwa dua prajurit TNI terluka dalam kejadian itu. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai kondisi masing-masing penumpang dalam informasi penerbangan yang tersedia.
Dalam keterangan awal, pilot mengaku tidak menyangka ban pesawat terlepas saat pesawat menyentuh landasan. Sejumlah penumpang juga merasakan bunyi dan hentakan yang berasal dari bagian bawah pesawat menjelang pendaratan. Pengalaman tersebut merupakan kesaksian awal dari orang-orang di dalam pesawat, dan menjelaskan sensasi yang mereka rasakan sebelum atau ketika pesawat mendarat. Namun, keterangan itu belum dengan sendirinya memastikan penyebab teknis terlepasnya ban maupun urutan pasti terjadinya kerusakan. Penjelasan pilot dan penumpang perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan resmi yang mungkin dilakukan setelah insiden. Informasi yang tersedia sejauh ini berfokus pada waktu pendaratan, susunan awak, jumlah dan komposisi penumpang, serta kesan awal mereka terhadap bunyi dan hentakan. Dengan demikian, rincian penyebab kejadian belum dapat ditetapkan hanya berdasarkan kesaksian tersebut. Data mengenai penerbangan ini menjadi konteks penting untuk memahami peristiwa di Bilorai, sementara penentuan mekanisme gangguan dan kaitannya dengan kondisi landasan atau pesawat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.Saat pesawat Asian One mendarat di Bandara Bilorai, pilot merasakan adanya kejadian yang membuat pesawat tidak melanjutkan pendaratan melalui jalur sebagaimana mestinya. Setelah merasakan kejadian tersebut, pilot membelokkan pesawat ke arah kiri. Perubahan arah itu membawa pesawat keluar dari jalur pendaratan dan menuju area rawa yang berada di sisi landasan. Dengan demikian, rangkaian peristiwa yang dilaporkan bermula ketika pesawat sedang mendarat, kemudian berlanjut dengan manuver ke kiri hingga pesawat keluar dari landasan dan masuk ke kawasan rawa di sampingnya.
Dalam kejadian tersebut, dua anggota TNI yang berada di dalam pesawat mengalami luka akibat benturan. Serka Matheus mengalami luka di bagian pinggang, sedangkan Koptu Johar mengalami luka di kepala. Keterangan mengenai keduanya menjelaskan dampak yang dialami setelah pesawat keluar dari jalur pendaratan. Tidak ada keterangan tambahan di sini mengenai tingkat keparahan luka, tindakan medis, atau perkembangan kondisi mereka. Informasi yang tersedia menyebut lokasi luka masing-masing anggota, yakni pinggang pada Serka Matheus dan kepala pada Koptu Johar, sebagai dampak benturan dalam peristiwa pendaratan tersebut.
Selain dua anggota TNI yang terluka, terdapat enam penumpang lain di dalam pesawat. Keenam penumpang tersebut dilaporkan selamat. Dengan demikian, laporan mengenai dampak terhadap orang-orang di dalam pesawat mencatat dua anggota TNI mengalami luka, sementara enam penumpang lainnya selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian pesawat Asian One keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke area rawa di sisi landasan Bilorai.
Baca juga: Kapuskes TNI Anjangsana ke Sesepuh TNI, Perkuat Nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit | Dari Sesepuh untuk Generasi Penerus, Mantan Panglima TNI Titip Pesan bagi Prajurit TNI | Dandim 0906/Kkr Berikan Arahan kepada Prajurit dan PNS melalui Jam Komandan






