Tangerang | Ledakan terjadi di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Peristiwa tersebut menimbulkan 13 korban, dengan dua orang meninggal dunia. Jumlah korban itu menunjukkan besarnya dampak ledakan di kawasan pasar, sementara kerusakan parah dilaporkan terjadi di sekitar ruko. Informasi yang tersedia belum mencantumkan identitas para korban ataupun rincian kondisi masing-masing, sehingga hal tersebut tidak dapat dipastikan lebih lanjut.
Dampak ledakan tidak hanya terlihat dari jumlah korban, tetapi juga dari kerusakan bangunan di sekitar lokasi. Area ruko mengalami kerusakan parah, menandai kuatnya dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut. Namun, belum ada keterangan rinci mengenai bagian bangunan yang rusak, luas area terdampak, maupun tingkat kerusakan pada setiap ruko. Karena itu, gambaran mengenai kondisi fisik bangunan masih terbatas pada laporan adanya kerusakan parah di sekitar lokasi ledakan.
Peristiwa ini berlangsung pada waktu yang tercatat, yakni sekitar pukul 18.15 WIB, di kawasan Pasar Cimanggis. Penyebab ledakan belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Polisi mendalami penyebab kejadian, sehingga kesimpulan mengenai pemicu maupun rangkaian peristiwa perlu menunggu hasil pemeriksaan. Dengan adanya proses tersebut, keterangan lebih lanjut mengenai asal ledakan dan faktor yang mungkin berkaitan dengannya belum bisa disampaikan sebagai fakta.
Untuk saat ini, pokok informasi yang telah diketahui mencakup lokasi, waktu kejadian, jumlah korban, serta kerusakan parah di sekitar ruko. Sebanyak 13 orang tercatat menjadi korban dan dua di antaranya meninggal dunia. Tidak ada rincian tambahan mengenai identitas korban atau kondisi mereka yang dapat dipastikan dari bahan informasi ini. Penjelasan mengenai penyebab maupun detail kerusakan juga masih terbatas. Perkembangan berikutnya bergantung pada keterangan resmi dan hasil pendalaman polisi terhadap ledakan di Pasar Cimanggis tersebut.
Pantauan di lokasi pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan garis polisi masih terpasang di sepanjang bangunan yang terdampak ledakan di Pasar Cimanggis. Pembatas itu membentang mengikuti area bangunan, sementara puing-puing terlihat berserakan di sekitarnya. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sejumlah bagian ruko dan area di dekatnya masih terdampak setelah kejadian.
Puing yang tampak di lokasi meliputi bagian tembok ruko, pagar, besi, serta sisa bangunan lainnya. Material tersebut tersebar di sekitar bangunan terdampak dan di area jalan. Garis polisi tetap menjadi penanda batas lokasi yang dipasangi pembatas. Hingga waktu pantauan, puing-puing itu masih terlihat dan belum seluruhnya disingkirkan dari tempat kejadian.
Di jalan, ditemukan pecahan kaca yang berasal dari ruko serta mobil yang terkena ledakan. Pecahan tersebut berada di puing dan sisa material bangunan yang berserakan. Keberadaan kaca dari dua sumber itu menjadi bagian dari kondisi yang terlihat di sekitar lokasi. Uraian mengenai kondisi tempat kejadian ini terbatas pada benda-benda yang terpantau di lapangan.
Bercak darah juga terlihat di jalan dan pada penutup mobil. Temuan tersebut tercatat bersama pecahan kaca, bagian tembok, pagar, besi, dan sisa bangunan yang berada di lokasi. Tidak ada rincian lain mengenai bercak itu dalam pantauan yang disampaikan. Dengan demikian, gambaran tempat kejadian pada Kamis tersebut berfokus pada garis polisi yang masih terpasang dan material terdampak yang masih tampak.
Area di sepanjang bangunan terdampak masih ditandai oleh pembatas kepolisian, sementara puing serta pecahan kaca terlihat di jalan dan sekitarnya. Bercak darah di jalan dan penutup mobil juga menjadi bagian dari kondisi yang tercatat. Seluruh keadaan itu menggambarkan situasi lokasi setelah ledakan, tanpa menguraikan penyebab kejadian atau menyimpulkan bagaimana dampaknya terbentuk. Penyebab ledakan masih didalami oleh polisi.
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Pasar Cimanggis bersama Polda Metro Jaya dan Polres. Kegiatan tersebut berlangsung di area ruko yang terdampak, sementara petugas melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi. Keterlibatan unsur laboratorium forensik dan kepolisian daerah serta kewilayahan menjadi bagian dari penanganan perkara yang masih didalami. Selama pemeriksaan berlangsung, petugas terlihat mencermati area sekitar lokasi kejadian.
Di lapangan, petugas mengambil sejumlah sampel dari lokasi dan melakukan pendataan. Pengambilan sampel serta pencatatan merupakan bagian dari rangkaian olah TKP untuk menghimpun bahan pemeriksaan. Informasi dari kegiatan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penelusuran oleh pihak kepolisian. Pendataan juga dilakukan di sekitar area ruko yang mengalami kerusakan. Pemeriksaan melibatkan beberapa unsur petugas, sehingga kegiatan di lokasi dapat terus berjalan dan informasi yang ditemukan dapat dicatat.
Di sekitar ruko yang rusak, terlihat satu mobil boks dan enam sepeda motor. Kendaraan-kendaraan itu tampak berada di sekitar lokasi saat petugas melanjutkan kegiatan. Keberadaan kendaraan tersebut menjadi bagian dari gambaran situasi di area sekitar TKP. Namun, keterangan mengenai kendaraan yang terlihat itu terbatas pada jumlah dan jenisnya. Tidak ada keterangan yang memastikan bahwa mobil boks maupun sepeda motor tersebut mengalami kerusakan ataupun menjelaskan hubungan kendaraan-kendaraan itu dengan ledakan.
Olah TKP yang dilakukan bersama tersebut masih berfokus pada pemeriksaan di lokasi dan pengumpulan data. Puslabfor Mabes Polri bekerja berdampingan dengan jajaran Polda Metro Jaya dan Polres untuk meneruskan langkah pemeriksaan. Petugas tampak melakukan pendataan dan mengambil sampel, sementara area sekitar ruko menjadi bagian dari pengamatan. Hasil pemeriksaan belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia, sehingga penyebab ledakan belum dapat dipastikan dari aktivitas yang terlihat di lokasi. Kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut. Setiap temuan perlu menunggu hasil pemeriksaan dan penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Polisi memastikan ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis bukan berasal dari bom. Kepastian tersebut disampaikan setelah tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim penjinak bom (Jibom). Meski demikian, penjelasan itu belum menjawab apa yang memicu peristiwa yang menewaskan dua orang tersebut. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan keterangan itu di lokasi pada Kamis (15/10). Ia menerangkan, hasil olah TKP bersama personel Jibom menunjukkan bahwa peristiwa tersebut bukan ledakan bom. Dengan demikian, polisi telah memastikan ledakan itu tidak berasal dari bom, tetapi belum menetapkan sumber maupun penyebabnya. Penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti masih berlangsung.
Susatyo juga menyebut adanya beberapa tabung yang ditemukan di luar setelah olah TKP. Informasi mengenai temuan tersebut disampaikan sebagai bagian dari keterangan di lokasi, tetapi belum menjelaskan kaitannya dengan ledakan. Polisi tidak menyatakan tabung-tabung itu sebagai penyebab peristiwa. Karena itu, temuan tersebut perlu ditempatkan sebagai informasi yang masih berada dalam proses pemeriksaan, bukan sebagai kesimpulan penyidik.
Perbedaan memastikan bahwa ledakan bukan bom dan mengidentifikasi pemicunya menjadi penting dalam perkembangan kasus ini. Keterangan mengenai hasil pemeriksaan Jibom menjawab dugaan bahwa peristiwa tersebut merupakan ledakan bom, sementara pertanyaan mengenai penyebabnya tetap terbuka. Polisi masih mendalami kejadian tersebut dan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai apa yang memicu ledakan.
Dengan penyelidikan yang masih berjalan, informasi terkait temuan di lokasi belum dapat diperlakukan sebagai penjelasan pasti. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri fakta-fakta yang ditemukan dalam proses olah TKP. Sampai penyebabnya diketahui, aparat belum mengaitkan tabung yang ditemukan di luar dengan ledakan yang merenggut dua nyawa itu.





