Jakarta | Andrea Bocelli akan menggelar Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dalam dua pertunjukan pada akhir Oktober dan awal November 2026. Pertunjukan pertama dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Setelah itu, tenor asal Italia tersebut akan tampil di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Kedua acara ini diselenggarakan oleh Shoemaker Live sebagai bagian dari perayaan tiga dekade album Romanza, karya yang turut memperkenalkan suara Bocelli kepada pendengar di berbagai negara.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan untuk menjaga persiapan dan kelancaran acara. Kerja sama berbagai pihak diperlukan agar dua pertunjukan tersebut dapat terselenggara dengan baik, baik di Magelang maupun Jakarta. Lokasi yang berbeda menghadirkan konteks tersendiri: Borobudur menawarkan latar warisan budaya yang ikonik, sementara JIExpo Kemayoran menyediakan ruang pertunjukan di ibu kota. Penyelenggara berharap penonton dapat menikmati pengalaman musik yang tertata, sekaligus merasakan pesan yang ingin dibawa dalam rangkaian tur ini.
Bagi sebagian orang, konser ini memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah pertunjukan musik. Di tengah perhatian terhadap masyarakat yang menghadapi konflik, kehilangan, dan dampak kemanusiaan, acara tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk menyuarakan kepedulian. Prajna mengatakan pandangan itu diterima dan didengarkan dengan terbuka. Ia juga menegaskan bahwa Bocelli ingin menyampaikan harapan akan perdamaian melalui penampilannya. Pesan tersebut memberi dimensi reflektif pada konser, tanpa mengurangi fokusnya sebagai perayaan perjalanan artistik sang penyanyi. Melalui dua tanggal di Indonesia, tur ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi musik, kebudayaan, dan gagasan tentang solidaritas. Penonton akan menyaksikan repertoar Bocelli dalam suasana yang berbeda, namun dengan satu benang merah: musik dapat menghubungkan orang-orang dan membuka ruang untuk membicarakan harapan bersama. Dengan demikian, agenda di Borobudur dan Jakarta menggabungkan perayaan karier selama 30 tahun dengan ajakan untuk memberi perhatian pada perdamaian dan kemanusiaan.
Undangan Shoemaker Live kepada Andrea Bocelli untuk tampil di Indonesia berangkat dari keinginan menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Konser di Borobudur dan Jakarta dirancang sebagai ruang untuk menyampaikan pesan kemanusiaan, sekaligus mengajak penonton merenungkan arti perdamaian di tengah berbagai konflik. Melalui musik, penyelenggara berharap perhatian publik dapat tertuju pada anak-anak dan masyarakat yang kehidupannya terdampak perang, termasuk mereka yang kehilangan rasa aman dan ketenangan dalam keseharian.
Pesan yang diusung mencakup persatuan, persaudaraan, dan solidaritas lintas batas. Musik memiliki kemampuan untuk menyatukan orang dari latar belakang berbeda tanpa memerlukan banyak kata. Dalam suasana konser, pengalaman mendengarkan bersama dapat menjadi pengingat bahwa penderitaan akibat perang bukan persoalan yang jauh atau abstrak. Di balik berita dan angka, ada keluarga, anak-anak, serta komunitas yang menghadapi ketidakpastian dan kesulitan untuk menjalani kehidupan dengan aman.
Karena itu, rangkaian pertunjukan di Borobudur dan Jakarta disusun untuk mengangkat semangat perdamaian dan persatuan. Penampilan Bocelli diharapkan memberi ruang bagi refleksi sekaligus menyampaikan kepedulian kepada mereka yang hidup di tengah kekerasan. Penonton diajak tidak hanya menikmati karya-karya yang dibawakan, tetapi juga mengingat orang-orang yang belum dapat merasakan suasana tenteram yang sering dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pengalaman tersebut mendorong empati dan kesadaran akan pentingnya dukungan bagi masyarakat terdampak.
Dalam pertunjukan, Bocelli akan mendedikasikan satu lagu bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Dedikasi itu secara khusus ditujukan kepada anak-anak dan masyarakat yang hidup di tengah perang serta penderitaan. Momen tersebut menjadi bagian penting dari pesan konser: musik dapat menyuarakan kepedulian, menguatkan rasa kebersamaan, dan mengarahkan perhatian kepada mereka yang membutuhkan solidaritas. Dengan demikian, konser ini membawa tujuan artistik sekaligus ajakan untuk menjaga harapan akan dunia yang lebih damai, aman, dan penuh persaudaraan.
Rekam jejak kemanusiaan Andrea Bocelli kerap dikaitkan dengan nilai perdamaian, solidaritas, dan kepedulian lintas negara. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perhatian terhadap kesempatan dan kesejahteraan anak-anak serta generasi muda, terutama mereka yang berasal dari komunitas rentan. Bagi Bocelli, musik dan seni tidak hanya hadir sebagai bentuk ekspresi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membuka ruang belajar, membangun hubungan, dan mendorong pemberdayaan. Pendekatan ini menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari kiprahnya, di samping perjalanan panjangnya sebagai penyanyi.
Andrea Bocelli Foundation (ABF) didirikan pada 2011 untuk mendukung inisiatif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Dalam kerangka tersebut, anak-anak dan generasi muda menjadi kelompok yang mendapat perhatian melalui dukungan terhadap pendidikan musik, pertukaran budaya, dan pendampingan psikososial. Berbagai bentuk dukungan itu memberi ruang bagi peserta untuk belajar, berinteraksi, serta memperoleh pengalaman yang dapat membantu mereka mengenali kemampuan diri. Pertukaran budaya juga membuka kesempatan untuk memahami latar belakang dan sudut pandang yang berbeda, sejalan dengan semangat solidaritas dan kepedulian lintas negara.
Upaya ABF turut mencakup perluasan akses belajar serta pengembangan potensi dan kapasitas anak-anak dan kaum muda. Musik dan seni dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan, sehingga proses belajar dapat berlangsung melalui pengalaman kreatif sekaligus interaksi dengan orang lain. Bagi anak-anak dari komunitas rentan, akses terhadap kegiatan semacam ini dapat menghadirkan kesempatan untuk berpartisipasi dan mengembangkan diri. Dukungan psikososial melengkapi proses tersebut dengan memperhatikan aspek kesejahteraan, sementara pendidikan dan kegiatan budaya menyediakan ruang untuk mengeksplorasi kemampuan. Melalui inisiatif-inisiatif ini, ABF menghubungkan nilai kemanusiaan dengan upaya mendukung generasi muda agar memiliki kesempatan belajar dan bertumbuh. Kerja tersebut mencerminkan gagasan bahwa kepedulian, seni, dan pendidikan dapat berperan bersama dalam pemberdayaan masyarakat, tanpa memandang batas negara maupun latar belakang komunitasnya.
Shoemaker Live menjadikan penggalangan dana sebagai bagian dari rangkaian acara, dengan tujuan mendukung program-program kemanusiaan di berbagai negara. Inisiatif ini memperluas makna konser: selain menghadirkan pertunjukan musik, acara juga diharapkan dapat mengajak publik berpartisipasi dalam upaya membantu masyarakat yang menghadapi keadaan sulit. Salah satu rencana yang disampaikan adalah donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina serta anak-anak di negara lain yang terdampak perang. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan praktis sekaligus memberi perhatian kepada anak-anak yang kehidupannya terganggu oleh konflik. Masyarakat yang ingin mengetahui mekanisme dan rincian penggalangan dana dapat merujuk pada laman resmi Shoemaker Live, yang menjadi sumber informasi terkait program tersebut.
Penyelenggaraan acara internasional di Indonesia juga berpotensi memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas, khususnya bagi daerah tempat acara berlangsung. Kehadiran penonton, seniman, dan pihak pendukung dapat mendorong kegiatan ekonomi daerah serta menggerakkan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Arus kunjungan tersebut berpeluang meningkatkan hunian hotel dan permintaan terhadap layanan transportasi. Pada saat yang sama, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperoleh kesempatan untuk menawarkan produk maupun jasa kepada pengunjung. Dampak seperti ini dapat menjangkau berbagai mata rantai kegiatan, dari kebutuhan akomodasi dan mobilitas hingga layanan pendukung acara, sehingga manfaatnya berpotensi dirasakan oleh lebih banyak pihak di sekitar lokasi.
Acara berskala internasional juga membuka kesempatan kerja bagi pelaku seni lokal dan memberi ruang belajar serta alih pengetahuan melalui keterlibatan langsung dalam produksi. Kelompok yang dapat memperoleh peluang lain musisi orkestra, penyanyi, anggota paduan suara, dan penari daerah.
Baca juga: Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | Wakili Panglima TNI, Kaster TNI Tegaskan Komitmen Indonesia Bagi Perdamaian Indo-Pasifik





