Kabupaten Aceh Tenggara | Kabar duka datang dari Kabupaten Aceh Tenggara. Ramisin Selian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tenggara, meninggal dunia di Medan pada Sabtu siang, 10 Oktober. Kepergian tersebut menjadi perhatian publik setelah kabarnya beredar melalui media sosial.
Informasi mengenai wafatnya Ramisin Selian segera mendapat perhatian masyarakat, khususnya di Aceh Tenggara. Nama dan jabatannya disebut dalam berbagai unggahan yang menyampaikan kabar duka tersebut. Beredarnya informasi itu membuat masyarakat mulai mengetahui bahwa salah satu pejabat yang memimpin institusi Satpol PP dan WH Aceh Tenggara telah meninggal dunia.
Ramisin Selian dikenal dalam kapasitasnya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam kabar yang beredar, peristiwa meninggal dunia itu terjadi pada Sabtu siang, 10 Oktober, dengan Medan disebut sebagai lokasi kepergiannya. Informasi tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pejabat daerah yang memiliki peran dalam penyelenggaraan ketertiban umum serta penegakan ketentuan Wilayatul Hisbah di wilayah Aceh Tenggara.
Hingga kabar itu menyebar di media sosial, perhatian publik tertuju pada berita wafatnya Ramisin Selian. Masyarakat menerima informasi tersebut sebagai kabar duka bagi lingkungan pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara. Berbagai pihak pun mengetahui kepergian Kepala Satpol PP dan WH Aceh Tenggara itu melalui pemberitaan serta unggahan yang beredar pada hari yang sama.
Ramisin Selian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Aceh Tenggara, dilaporkan mengembuskan napas terakhir di salah satu rumah sakit di Medan. Kabar tersebut menjadi berita duka bagi keluarga, rekan kerja, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang mengenal almarhum selama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar, Ramisin Selian meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Keterangan itu disampaikan secara umum dan belum memuat rincian mengenai jenis penyakit maupun aspek medis lainnya. Karena itu, informasi tentang penyebab wafat almarhum perlu disampaikan secara hati-hati dengan tetap menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan.
Belum tersedia keterangan yang dapat memastikan berapa lama almarhum menjalani perawatan, kapan kondisi kesehatannya mulai menurun, atau bagaimana keadaan terakhir sebelum meninggal dunia. Demikian pula, nama rumah sakit tempat Ramisin Selian dirawat tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Detail-detail tersebut sebaiknya tidak disimpulkan tanpa keterangan resmi dari pihak keluarga atau instansi yang berwenang.
Kepergian Ramisin Selian meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan lingkungan kerja di Aceh Tenggara. Sebagai pejabat yang mengemban tanggung jawab di bidang ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan penegakan syariat melalui WH, kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan daerah. Informasi mengenai pemakaman, rangkaian penghormatan terakhir, serta pernyataan resmi lainnya dapat mengikuti keterangan keluarga atau pemerintah daerah. Untuk sementara, kabar yang dapat dipastikan adalah almarhum meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Medan setelah mengalami sakit.
Setelah meninggal dunia di Medan, jenazah Ramisin Selian dibawa menuju rumah duka yang berada di Desa Kubang Indah, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara. Pemulangan tersebut dilakukan untuk membawa jenazah kembali ke daerah asalnya, sehingga dapat diterima di lingkungan keluarga dan masyarakat yang mengenalnya. Informasi mengenai perjalanan ini menegaskan bahwa jenazah tidak tetap berada di Medan, melainkan sedang dalam proses menuju rumah duka.
Desa Kubang Indah menjadi tujuan pemulangan jenazah Ramisin Selian setelah kepergiannya. Rumah duka di wilayah tersebut dipersiapkan sebagai tempat penerimaan jenazah sebelum proses selanjutnya dilakukan oleh keluarga. Penyebutan lokasi rumah duka juga memperjelas bahwa tujuan akhir perjalanan jenazah berada di Kecamatan Badar, bukan di wilayah tempat Ramisin Selian meninggal dunia.
Pemulangan jenazah ke Desa Kubang Indah memiliki arti penting bagi keluarga dan masyarakat Aceh Tenggara. Kehadiran jenazah di rumah duka memungkinkan keluarga menerima kabar duka secara langsung serta memberikan penghormatan terakhir di lingkungan asal almarhum. Untuk saat ini, keterangan yang tersedia hanya menyebutkan bahwa jenazah Ramisin Selian sedang dalam perjalanan dari Medan menuju rumah duka di Desa Kubang Indah, Kecamatan Badar. Rincian mengenai kedatangan, pihak yang mengantar, maupun tahapan berikutnya belum disampaikan dalam informasi tersebut.
Kepergian Ramisin Selian, Kasatpol PP dan WH Aceh Tenggara, di Medan, memunculkan ungkapan belasungkawa dari sejumlah pihak. Kabar duka tersebut disampaikan dengan rasa kehilangan sekaligus penghormatan atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ucapan duka yang beredar pada intinya memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni kesalahan-kesalahannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus penguat bagi keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi suasana duka.
Sejumlah pihak juga menyampaikan harapan agar keluarga besar Ramisin Selian diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan untuk menerima kepergian tersebut. Rasa duka tidak hanya ditujukan kepada keluarga inti, tetapi juga kepada kerabat, rekan kerja, serta orang-orang yang selama ini mengenal almarhum.
Pesan belasungkawa itu disampaikan dengan penuh penghormatan dan mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhum. Ungkapan yang disampaikan lain bermakna, “Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.” Doa tersebut menjadi inti dari berbagai pesan duka yang beredar.
Kepergian Ramisin Selian meninggalkan kesedihan bagi banyak pihak. Namun, doa dan dukungan yang disampaikan diharapkan dapat membantu keluarga melewati masa berkabung. Seluruh ungkapan tersebut menjadi tanda penghormatan serta kepedulian kepada almarhum dan keluarga yang sedang berduka.


