Kabupaten Jayapura | Kabut asap dan terbatasnya jarak pandang mengganggu aktivitas penerbangan dari Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Hingga Jumat (16/10) pukul 17.30 WIT, tercatat sebanyak 19 penerbangan dibatalkan atau mengalami penundaan. Dampak tersebut terjadi pada penerbangan yang melayani rute dari Sentani menuju Wamena dan Oksibil, dua wilayah di Papua yang bergantung pada konektivitas udara untuk pergerakan penumpang maupun barang.
Data itu disampaikan Pgs General Manager Bandara Internasional Sentani, Joko Prasetiyono. Penerbangan yang terdampak mencakup layanan kargo dan penumpang. Dengan demikian, gangguan tidak hanya memengaruhi perjalanan masyarakat, tetapi juga pengiriman barang melalui jalur udara. Namun, angka 19 tersebut merupakan catatan hingga waktu yang disebutkan, sehingga kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan jarak pandang dan keputusan operasional di bandara.
Rute Wamena melayani wilayah Kabupaten Jayawijaya, sedangkan Oksibil merupakan ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang. Kedua tujuan itu terhubung dengan Sentani melalui penerbangan, sehingga penundaan atau pembatalan dapat memengaruhi jadwal perjalanan dan distribusi kargo. Layanan yang terdampak dilaporkan berasal dari maskapai Trigana Air dan Wings Air. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa gangguan jarak pandang di bandara asal dapat berimbas pada sejumlah rute sekaligus.
Keputusan menunda atau membatalkan penerbangan berkaitan dengan pertimbangan keselamatan ketika jarak pandang terbatas. Penumpang yang memiliki jadwal perjalanan pada rute tersebut perlu memeriksa informasi terbaru langsung melalui maskapai atau pihak bandara sebelum berangkat. Pengguna jasa juga dapat menanyakan perubahan jadwal, status penerbangan, serta pengaturan perjalanan berikutnya kepada penyedia layanan masing-masing. Untuk pengiriman barang, pemilik kargo sebaiknya memastikan kembali waktu keberangkatan dan kemungkinan perubahan jadwal. Data yang disampaikan Joko Prasetiyono memberikan gambaran skala gangguan sampai Jumat sore, tetapi tidak merinci lama penundaan setiap penerbangan maupun waktu pemulihan layanan. Karena itu, perkembangan operasional selanjutnya tetap bergantung pada kondisi di lapangan dan keputusan maskapai serta bandara. Informasi terkini menjadi penting bagi penumpang dan pengirim kargo yang menggunakan layanan menuju Wamena maupun Oksibil.
Penerbangan dari Sentani menuju Wamena dan Oksibil belum dapat beroperasi sesuai jadwal karena kondisi cuaca di wilayah pegunungan Papua berubah-ubah. Joko menjelaskan bahwa situasi tersebut membuat keadaan di bandara tujuan sulit dipastikan dalam waktu singkat. Cuaca yang dapat berganti sewaktu-waktu perlu dipantau sebelum pesawat diberangkatkan, terutama karena pesawat harus mendarat dengan kondisi yang memenuhi standar keselamatan. Karena itu, jadwal penerbangan tidak bisa menjadi satu-satunya pertimbangan ketika keadaan cuaca belum mendukung.
Selain perubahan cuaca, jarak pandang di bandara tujuan juga belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan. Jarak pandang yang terbatas dapat menyulitkan awak pesawat melihat lingkungan sekitar landasan saat melakukan pendekatan dan pendaratan. Dalam kondisi seperti ini, penerbangan perlu menunggu sampai keadaan memungkinkan. Ketentuan tersebut berlaku sebagai langkah kehati-hatian, bukan sekadar persoalan teknis yang dapat diabaikan demi mengejar jadwal. Penilaian terhadap kondisi di tujuan menjadi bagian penting sebelum keberangkatan dilanjutkan.
Pertimbangan keselamatan menjadi dasar penundaan, khususnya ketika pesawat akan mendarat di Wamena atau Oksibil. Pendaratan memerlukan jarak pandang yang memadai agar awak dapat menjalankan prosedur dengan aman. Jika persyaratan itu belum terpenuhi, menunda penerbangan merupakan pilihan yang lebih bertanggung jawab daripada memaksakan operasi. Keputusan tersebut mempertimbangkan perubahan cuaca dan informasi jarak pandang di masing-masing bandara tujuan. Dengan demikian, penerbangan baru dapat berjalan sesuai jadwal setelah kondisi dinilai aman. Penjelasan ini berfokus pada Wamena dan Oksibil, dua wilayah tujuan yang disebut, tanpa mengaitkannya dengan rute atau lokasi lain.
Dalam menghadapi gangguan penerbangan akibat kabut asap, pengelola Bandara Internasional Sentani memantau perkembangan cuaca secara berkala. Pemantauan ini diperlukan untuk mengetahui perubahan jarak pandang dan kondisi operasional, baik di Sentani maupun di bandara tujuan seperti Wamena dan Oksibil. Informasi cuaca menjadi salah satu dasar bagi pihak terkait untuk mengevaluasi situasi dan mengambil langkah yang sesuai, tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan.
Pengelola bandara juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta maskapai penerbangan. BMKG memberikan informasi dan pembaruan kondisi cuaca, sementara AirNav Indonesia dan operator penerbangan terlibat dalam pertukaran informasi yang dibutuhkan untuk mengatur kegiatan penerbangan. Koordinasi ini ditujukan untuk mendukung kelancaran operasional sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan mengenai keberangkatan maupun pendaratan tetap mempertimbangkan kondisi aktual dan persyaratan keselamatan, sehingga rencana penerbangan dapat disesuaikan apabila keadaan belum memungkinkan.
Jika diperlukan, pengelola bandara dapat mempertimbangkan perpanjangan jam operasional atau extended hours berdasarkan pengajuan maskapai. Perpanjangan tersebut bukan langkah otomatis, melainkan dapat diberikan sesuai prosedur dan setelah kebutuhan operasional ditinjau. Salah satu pertimbangan penting ialah perkembangan cuaca di bandara tujuan. Apabila kondisi di lokasi tujuan membaik dan jarak pandang telah memenuhi persyaratan keselamatan untuk pendaratan, peluang untuk melanjutkan penerbangan dapat dinilai kembali oleh pihak terkait. Namun, keputusan tetap bergantung pada hasil koordinasi serta ketentuan operasional yang berlaku. Dengan pemantauan dan komunikasi yang berkesinambungan, perubahan situasi dapat diketahui lebih cepat dan menjadi bahan pertimbangan bagi maskapai dalam menentukan langkah berikutnya. Pendekatan ini membantu menjaga agar layanan tetap terkoordinasi, sekaligus memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi perhatian utama saat kabut asap menghambat penerbangan.Joko mengimbau calon penumpang yang berencana terbang dari Sentani menuju Wamena maupun Oksibil agar memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal akibat kondisi cuaca. Kabut asap dan gangguan jarak pandang dapat memengaruhi operasional penerbangan, sehingga informasi yang diterima sebelumnya belum tentu mencerminkan status terbaru. Penumpang sebaiknya menyiapkan waktu untuk memantau perkembangan dan tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang tercantum pada tiket.
Pemeriksaan status penerbangan perlu dilakukan secara berkala, terutama menjelang waktu keberangkatan. Calon penumpang dapat menggunakan kanal komunikasi resmi maskapai, seperti situs web, aplikasi, pesan pemberitahuan, atau layanan pelanggan yang tersedia. Pastikan informasi yang diperiksa sesuai dengan nomor penerbangan, tanggal perjalanan, serta rute yang tertera pada tiket. Dengan begitu, penumpang dapat mengetahui apabila ada perubahan waktu, penundaan, atau informasi operasional lainnya.
Jika informasi daring belum jelas atau belum diperbarui, penumpang disarankan menghubungi petugas maskapai atau perwakilan layanan pelanggan. Di terminal keberangkatan, mereka juga dapat berkoordinasi dengan petugas maskapai maupun ground handling resmi untuk memastikan informasi yang berlaku. Petugas tersebut dapat membantu menjelaskan perubahan jadwal dan langkah yang perlu dilakukan selama menunggu. Penumpang sebaiknya menyampaikan nomor penerbangan dan menunjukkan dokumen perjalanan agar pengecekan dapat dilakukan dengan tepat.
Koordinasi dengan petugas resmi juga penting apabila penundaan berdampak pada rencana lanjutan, seperti perjalanan darat, penjemputan, atau kebutuhan akomodasi. Tanyakan langsung mengenai prosedur penanganan penumpang yang berlaku, termasuk saluran untuk memperoleh pembaruan berikutnya. Hindari mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi, dan pastikan setiap arahan berasal dari maskapai atau petugas berwenang di bandara.
Imbauan ini berlaku bagi seluruh calon penumpang yang berpotensi terdampak perubahan cuaca. Tetap periksa informasi secara berkala hingga memperoleh pemberitahuan resmi, dan ikuti petunjuk petugas di terminal. Langkah tersebut membantu penumpang menyesuaikan rencana perjalanan sekaligus memahami pilihan penanganan apabila terjadi perubahan jadwal. Karena kondisi dapat berubah, kepastian waktu keberangkatan sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara maupun selama berada di terminal.
Baca juga: Gelar Latihan Live Fire Dan Penerbangan Malam Dalam SGS 2026






