Kota Nusantara | Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Lapisan asap tampak menutupi sejumlah bagian kawasan pemerintahan, termasuk Istana Garuda. Kondisi tersebut membuat bangunan-bangunan yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan tampak samar, sehingga suasana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berubah.
Istana Garuda menjadi salah satu bangunan yang terlihat tertutup kabut asap. Siluet bangunan masih dapat dikenali, tetapi pandangan terhadap bentuk dan detailnya berkurang karena asap yang menyelimuti area sekitar. Dari kejauhan, rumah susun bagi aparatur sipil negara (ASN) serta sejumlah gedung perkantoran di KIPP juga tampak samar. Jarak pandang yang terbatas membuat lingkungan pemerintahan terlihat berbeda dari kondisi saat udara lebih jernih.
Masjid Negara, yang biasanya terlihat jelas, nyaris tertutup oleh asap. Bagian bangunan yang lazimnya tampak dari kejauhan menjadi sulit diamati, sementara lapisan kabut terlihat menutupi area di sekitarnya. Perubahan visual ini menunjukkan bahwa asap telah memengaruhi pemandangan di sejumlah titik penting dalam kawasan IKN, bukan hanya satu bangunan.
Keberadaan kabut asap di sekitar pusat pemerintahan menjadi perhatian karena kawasan tersebut mencakup bangunan dan fasilitas yang digunakan untuk berbagai aktivitas. Meski dampak yang terlihat pada pemandangan cukup nyata, kondisi visual saja tidak memberikan informasi mengenai tingkat kualitas udara atau sebaran asap di wilayah lain. Karena itu, situasi perlu dipahami sesuai informasi yang tersedia: kabut asap karhutla sedang menyelimuti kawasan IKN dan mengurangi kejelasan pandangan terhadap sejumlah bangunan di KIPP.
Warga dan pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut dapat mencermati imbauan resmi terkait kondisi udara serta langkah perlindungan yang disampaikan otoritas. Penggunaan masker, sebagaimana diimbau Otorita IKN, menjadi salah satu langkah yang dapat diperhatikan selama kabut asap masih terasa. Perkembangan kondisi perlu dipantau melalui keterangan resmi, sementara gambaran bangunan yang samar menjadi penanda visual bahwa asap hadir di kawasan pemerintahan Nusantara.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kegiatan pemerintahan di IKN tetap berjalan normal meskipun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan tersebut. Ia mengatakan aktivitas pemerintahan tidak dihentikan dan terus berlangsung sebagaimana biasa. Di tengah kondisi itu, Basuki mengaku tetap memantau perkembangan kabut asap serta situasi di kawasan IKN.
Keterangan tersebut disampaikan saat kondisi udara di sejumlah bagian IKN masih dipengaruhi asap. Basuki mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan ibu kota baru agar mengenakan masker. Imbauan itu ditujukan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap selama warga menjalankan kegiatan sehari-hari. Ia tidak menyampaikan perubahan terhadap kegiatan pemerintahan, tetapi menekankan pentingnya perhatian masyarakat terhadap kondisi asap yang terlihat di kawasan tersebut.
Menurut Basuki, kepekatan kabut asap paling terasa pada pagi hari. Pada waktu itu, asap tampak lebih pekat dibandingkan periode lainnya, sehingga kondisi di sekitar IKN dapat terasa berbeda bagi warga yang beraktivitas. Meski demikian, ia menyebut keadaan saat ini mulai berkurang jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Pada hari sebelumnya, kabut asap disebut jauh lebih parah.
Perbedaan tingkat kepekatan dari satu hari ke hari berikutnya menjadi bagian dari kondisi yang terus dipantau. Basuki menyampaikan perkembangan tersebut berdasarkan pengamatannya terhadap situasi di IKN, sekaligus memastikan kegiatan pemerintahan masih berjalan normal. Imbauan untuk memakai masker tetap disampaikan kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu, terutama ketika kabut asap masih terasa. Dengan demikian, informasi yang disampaikan Otorita mencakup dua hal: aktivitas pemerintahan tetap berlangsung dan warga diminta mengurangi risiko paparan dengan mengenakan masker.
Kondisi asap yang lebih pekat pada pagi hari, menurut Basuki, perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang berada di IKN. Ia juga menegaskan bahwa situasi terkini menunjukkan pengurangan dibandingkan kondisi sehari sebelumnya yang jauh lebih parah. Otorita terus mengikuti perkembangan keadaan, sementara kegiatan pemerintahan di ibu kota baru tetap berjalan di tengah kabut asap karhutla.
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menunjukkan kualitas udara di sekitar Plaza Bhinneka, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, berada dalam kategori tidak sehat. Pada Kamis (15/10), angka ISPU untuk partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 121 pada pukul 13.00 WITA. Angka itu menggambarkan kondisi udara pada waktu pengukuran tersebut, berdasarkan pemantauan yang dilakukan di kawasan IKN.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa nilai ISPU PM2.5 sempat menyentuh 150. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa tingkat pencemaran yang terpantau dapat berada pada nilai lebih tinggi daripada angka 121 yang tercatat pada pukul 13.00 WITA. Kedua angka itu menjadi gambaran kondisi yang perlu diperhatikan, terutama karena kategori tidak sehat dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Namun, setiap angka harus dibaca sesuai informasi waktu pengukurannya dan keterangan yang menyertainya.
Untuk mengikuti perubahan kondisi, pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan menggunakan alat yang berada di kawasan Taman Bhinneka Tunggal Ika. Data dari alat tersebut dapat menjadi rujukan bagi Otorita IKN dalam melihat perkembangan tingkat pencemaran di sekitar kawasan. Pemantauan berkelanjutan juga diperlukan agar informasi mengenai kualitas udara dapat diperbarui dan disampaikan kepada masyarakat secara lebih tepat. Dengan demikian, warga dapat mengetahui kondisi lingkungan berdasarkan hasil pengukuran yang tersedia, sementara imbauan kesehatan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi.
Angka ISPU yang masuk kategori tidak sehat menjadi alasan bagi masyarakat untuk memperhatikan paparan polusi, khususnya partikel PM2.5 yang berukuran sangat kecil. Warga yang berada di luar ruangan dapat mengikuti imbauan Otorita IKN, termasuk menggunakan masker, serta membatasi kegiatan apabila kondisi udara memburuk. Informasi pengukuran di sekitar Plaza Bhinneka dan pemantauan lanjutan di Taman Bhinneka Tunggal Ika memberikan dasar untuk meningkatkan kewaspadaan, tanpa mengabaikan bahwa kondisi dapat berubah dari waktu ke waktu. Pembaruan resmi tetap menjadi acuan utama bagi warga dalam menyikapi kualitas udara di KIPP IKN.
Dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kolaborasi tersebut mencakup dukungan operasi pemadaman dari udara serta upaya untuk membantu menghadirkan hujan di area yang terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla yang menimbulkan kabut asap di sekitar IKN.
Salah satu upaya yang dikerahkan adalah penggunaan helikopter untuk water bombing. Dalam operasi ini, helikopter membawa dan menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran sebagai dukungan bagi pemadaman. Pengerahan sarana udara tersebut melibatkan kerja sama dengan Lanud Dhomber, sementara pelaksanaan dan pengaturan operasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan. Water bombing menjadi salah satu cara untuk menjangkau lokasi yang perlu mendapat penanganan dari udara, berdampingan dengan upaya pemadaman lainnya.
Selain itu, Otorita IKN berkoordinasi dengan BMKG dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi ini ditujukan untuk mendukung terbentuknya hujan di sejumlah titik, sehingga curah hujan dapat membantu proses pemadaman karhutla. OMC bukan pengganti langkah pemadaman langsung, melainkan salah satu dukungan yang diupayakan melalui koordinasi antarlembaga. Pelaksanaannya bergantung pada keadaan atmosfer, termasuk ketersediaan awan yang dapat mendukung proses pembentukan hujan.
Basuki menyampaikan bahwa OMC.
Baca juga: Perkuat Kesadaran Warga, Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Bersama Pasis Sesko TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla | Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Berikan Sosialisasi Kepada Warga Dalam Upaya Pencegahan Karhutla | Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari






