Jakarta | Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi bersama PT PLN (Persero) UP3 Bandengan telah menyelesaikan perbaikan gangguan kabel laut pada segmen Tanjung Pasir–Pulau Untung Jawa. Pekerjaan itu mencakup penyambungan kabel yang mengalami gangguan, kemudian dilanjutkan dengan pengujian pemberian tegangan atau energize. Setelah rangkaian pekerjaan dan pengujian tersebut, kabel kembali berfungsi sebagai jalur cadangan untuk mendukung pasokan listrik menuju Pulau Untung Jawa.
Kepala Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu, Toga Braini, menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan layanan listrik bagi masyarakat. Pemulihan jalur cadangan menjadi langkah penting dalam memastikan sistem penyediaan listrik tetap memiliki dukungan apabila diperlukan. Dengan kabel yang telah disambung dan diuji, kondisi jalur tersebut dapat dipastikan kembali siap menjalankan fungsinya sesuai kebutuhan operasional.
Proses energize dilakukan setelah penyambungan, sebagai tahap untuk menguji kabel dengan pemberian tegangan dan memastikan kabel dapat kembali digunakan. Pengujian ini menjadi bagian dari pemeriksaan teknis sebelum jalur dinyatakan berfungsi. Penyelesaian pekerjaan tersebut juga mencerminkan koordinasi pemerintah daerah dan PLN dalam menangani infrastruktur kelistrikan yang menghubungkan wilayah pesisir dengan pulau berpenghuni.
Bagi warga Pulau Untung Jawa, keandalan pasokan listrik berpengaruh terhadap kegiatan rumah tangga, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi sehari-hari. Keberadaan jalur cadangan membantu memperkuat dukungan bagi penyaluran listrik, meskipun fungsi utamanya berbeda dari jalur yang sedang memasok daya. Karena itu, pemeliharaan dan pemeriksaan kabel laut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan sistem, terutama pada wilayah kepulauan yang bergantung pada infrastruktur penghubung bawah laut.
Dengan perbaikan yang telah tuntas, kabel laut Tanjung Pasir–Pulau Untung Jawa kini kembali menjalankan peran cadangannya setelah melalui pengujian tegangan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan PLN menyelesaikan pekerjaan tersebut untuk mendukung kesinambungan layanan listrik bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus memastikan salah satu komponen pendukung sistem kelistrikan di kawasan tersebut kembali siap digunakan ketika dibutuhkan, tanpa mengubah kebutuhan pemantauan dan pemeliharaan berkala terhadap jaringan.
Gangguan pada kabel laut yang menghubungkan Tanjung Pasir dan Untung Jawa memerlukan penanganan agar keandalan pasokan listrik antarpulau tetap terjaga. Dalam kondisi seperti ini, jalur yang terganggu tidak serta-merta membuat aliran listrik kepada warga harus terhenti. Pengelola jaringan dapat mengatur kembali penyaluran melalui manuver jaringan, yaitu mengalihkan atau menyesuaikan aliran listrik lewat jalur lain yang tersedia. Langkah tersebut membantu menjaga kontinuitas layanan selama pemeriksaan dan pekerjaan perbaikan berlangsung.
Menurut Toga, pasokan listrik kepada warga tetap terjaga sejak penanganan dimulai hingga perbaikan selesai berkat manuver jaringan. Pengaturan tersebut memungkinkan kebutuhan listrik tetap dilayani sementara kabel laut diperbaiki. Dengan demikian, warga dapat tetap menggunakan listrik selama proses berlangsung, meskipun salah satu bagian jaringan sedang ditangani. Kelancaran pasokan bergantung pada koordinasi pengoperasian jaringan dan pemanfaatan jalur yang tersedia, sehingga penanganan gangguan dapat berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan pelanggan di kedua wilayah.
Setelah diperbaiki, kabel laut Tanjung Pasir–Untung Jawa kembali berfungsi dan menambah dukungan bagi sistem kelistrikan setempat. Perannya penting sebagai jalur cadangan yang memperkuat keandalan pasokan listrik antarpulau. Keberadaan jalur cadangan memberi pilihan tambahan bagi pengelola ketika perlu mengatur distribusi atau menghadapi kendala pada bagian jaringan lain. Namun, kabel tersebut bukan satu-satunya jalur penyaluran listrik. Sistem tetap mengandalkan pengaturan jaringan secara menyeluruh, termasuk jalur lain yang dapat digunakan sesuai kondisi operasional. Pemulihan kabel karenanya memperkuat fleksibilitas dan ketahanan sistem, sekaligus mendukung upaya menjaga layanan listrik bagi masyarakat. Manuver jaringan selama perbaikan dan fungsi kabel sebagai cadangan menunjukkan pentingnya pengelolaan beberapa jalur secara terpadu untuk menjaga pasokan tetap andal.
Kepala Seksi Energi Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu, Parulian Simanjuntak, menjelaskan bahwa gangguan pada kabel laut Tanjung Pasir–Untung Jawa terjadi pada September 2026. Gangguan tersebut terdeteksi pada penyulang jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kilovolt (kV), yaitu bagian jaringan yang menyalurkan listrik dari gardu induk menuju gardu hubung. Dari gardu hubung, pasokan kemudian diteruskan kepada pelanggan melalui jaringan distribusi.
Penyulang berperan penting dalam menjaga aliran listrik tetap tersalurkan secara berjenjang. Karena gangguan berada pada jaringan tegangan menengah, sistem pengaman bekerja untuk membatasi dampak dan melindungi jaringan. Kondisi itu menjadi petunjuk awal bagi petugas bahwa terdapat masalah pada jalur kabel yang menghubungkan wilayah Tanjung Pasir dan Untung Jawa. Pemeriksaan selanjutnya diperlukan untuk memastikan bagian yang terdampak sebelum langkah penanganan ditetapkan.
Petugas kemudian melakukan pengukuran tahanan isolasi kabel menggunakan alat megger. Pengukuran dilakukan dari gardu Teluk Naga/Tanjung Pasir untuk memeriksa kondisi isolasi pada tiap fasa kabel. Pemeriksaan ini membantu mengetahui apakah lapisan isolasi masih mampu menahan tegangan listrik atau telah mengalami gangguan. Dengan membandingkan hasil pengukuran antarfasa, petugas dapat memperoleh indikasi mengenai letak masalah pada penyulang tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tahanan isolasi pada fasa 1 dan fasa 2 berada di atas 100 megaohm. Sebaliknya, nilai pada fasa 3 tercatat 0 megaohm. Perbedaan nilai yang mencolok itu mengindikasikan adanya gangguan pada salah satu fasa kabel, yakni fasa 3. Temuan tersebut menjadi dasar teknis untuk menelusuri kondisi kabel lebih lanjut dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pengukuran tahanan isolasi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh penyebab kerusakan, tetapi memberikan gambaran penting tentang kondisi jalur yang diperiksa. Nilai nol pada satu fasa menunjukkan bahwa isolasi pada bagian tersebut tidak menunjukkan ketahanan sebagaimana dua fasa lainnya. Sementara itu, hasil lebih dari 100 megaohm pada fasa 1 dan 2 memperlihatkan perbedaan kondisi di ketiga fasa. Informasi ini membantu petugas memusatkan pemeriksaan pada fasa yang terindikasi bermasalah, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di Kepulauan Seribu.
Penanganan gangguan kabel laut Tanjung Pasir–Untung Jawa dilakukan secara bertahap agar pasokan listrik tetap terjaga selama proses pemeriksaan dan perbaikan. Langkah awal yang dilakukan petugas adalah manuver jaringan untuk memulihkan konfigurasi penyulang. Pengaturan ini membantu menjaga kontinuitas penyaluran listrik dengan mengalihkan pasokan melalui jalur yang tersedia, sementara kabel laut yang mengalami gangguan belum dapat digunakan.
Setelah konfigurasi jaringan dipulihkan, petugas memeriksa gardu hubung dan gardu distribusi. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan peralatan bekerja normal dan tidak terdapat gangguan lain yang dapat memengaruhi pelayanan. Pemeriksaan menyeluruh pada kedua jenis gardu juga menjadi bagian penting sebelum pekerjaan pada kabel dilanjutkan, sehingga kondisi sistem dapat dipastikan aman dan terkendali.
Pencarian titik gangguan kabel laut dimulai pada Oktober 2026. Dari penelusuran tersebut, petugas menemukan lokasi kerusakan sekitar 2.940 meter dari gardu hubung P1000 di Tanjung Pasir. Penentuan jarak dan lokasi gangguan menjadi dasar bagi tim untuk menyusun pekerjaan perbaikan serta menjangkau bagian kabel yang terdampak di bawah laut. Dengan titik kerusakan yang telah diketahui, penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Selanjutnya, bagian kabel yang rusak disambung kembali. Setelah penyambungan, petugas melakukan pengujian untuk memeriksa kondisi kabel dan memastikan hasil pekerjaan memenuhi kebutuhan operasi. Tahap ini dilaksanakan sebelum kabel diberi tegangan, sebagai langkah verifikasi agar kabel dapat difungsikan dengan aman. Setelah dinyatakan siap, kabel diberi tegangan untuk memastikan jalur tersebut dapat kembali beroperasi.
Baca juga: Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla | Pasokan Beras ASN Tiba di Yahukimo, Diangkut Hercules C-130 TNI AU






