Jelang Demonstrasi 28 Oktober, Petugas Bersiap di Bundaran HI

Jelang Demonstrasi 28 Oktober, Petugas Bersiap di Bundaran HI

Jakarta | Menjelang demonstrasi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB, petugas mulai bersiaga di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kehadiran aparat dan petugas lintas instansi menjadi bagian dari persiapan untuk mengantisipasi perkembangan situasi selama kegiatan berlangsung. Lokasi tersebut merupakan salah satu titik penting di pusat kota, sehingga kesiapan pengamanan dan koordinasi lapangan menjadi perhatian menjelang waktu aksi.

Personel gabungan dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja disiapkan di kawasan itu. Masing-masing unsur mendukung kesiapan sesuai tugasnya, mulai dari pengamanan hingga pengaturan ketertiban dan kelancaran aktivitas di sekitar lokasi. Kehadiran petugas gabungan juga memungkinkan koordinasi apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan. Informasi yang tersedia tidak merinci jumlah personel maupun pembagian titik penjagaan, tetapi kesiapan lintas instansi menunjukkan bahwa pengamanan telah menjadi bagian dari persiapan menjelang demonstrasi.

Selain personel, kendaraan taktis Brimob dan ambulans juga disiapkan di lokasi. Kendaraan taktis menjadi bagian dari dukungan pengamanan, sedangkan ambulans disediakan untuk mengantisipasi kebutuhan medis jika diperlukan. Penyiagaan sarana tersebut merupakan langkah kesiapan menghadapi beragam kemungkinan selama kegiatan, tanpa berarti bahwa gangguan atau keadaan darurat telah terjadi. Masyarakat yang hendak melintasi Bundaran HI pada Rabu siang dapat mencermati informasi lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Situasi dapat berkembang seiring mendekatnya waktu aksi, sehingga pemantauan kondisi sekitar dan koordinasi antarpetugas tetap diperlukan. Persiapan ini berlangsung menjelang aksi yang direncanakan dimulai pukul 14.00 WIB, dengan aparat gabungan dan dukungan kendaraan telah disiapkan di kawasan Bundaran HI.

Arus lalu lintas di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih terpantau ramai lancar menjelang demonstrasi 28 Oktober. Kendaraan tetap bergerak di sejumlah ruas, meskipun volume lalu lintas cukup padat seiring aktivitas masyarakat di kawasan pusat Jakarta. Situasi tersebut terus dipantau petugas untuk mengantisipasi perubahan kondisi ketika peserta aksi mulai berdatangan atau mobilitas warga meningkat. Pengendara diimbau menjaga jarak, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap tertib.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Langkah pengaturan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk jumlah peserta aksi, kepadatan kendaraan, serta kelancaran akses bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengalihan arus tidak dilakukan secara tetap sejak awal, tetapi dapat diberlakukan apabila situasi membutuhkan. Masyarakat yang hendak melintas di sekitar lokasi diharapkan memperhatikan informasi lalu lintas terbaru dan mempertimbangkan jalur alternatif bila terjadi perubahan arus.

Perhatian petugas terutama tertuju pada Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin, khususnya arus dari arah selatan menuju utara. Ruas ini menjadi salah satu jalur utama di pusat kota, sehingga peningkatan kegiatan demonstrasi berpotensi memengaruhi perjalanan kendaraan. Jika kepadatan atau situasi keamanan memerlukan penanganan, petugas dapat mengatur arus dan mengarahkan kendaraan melalui jalur lain sesuai kebutuhan. Pengguna jalan sebaiknya tidak berhenti atau memarkir kendaraan sembarangan di sekitar Bundaran HI maupun sepanjang koridor Sudirman–Thamrin, karena hal itu dapat menghambat pergerakan lalu lintas dan kendaraan darurat.

Untuk mendukung pengaturan tersebut, sebanyak 1.249 personel polisi lalu lintas dikerahkan. Mereka bertugas mengatur kendaraan, menjaga kelancaran arus, serta membantu masyarakat yang melintas di kawasan terdampak. Kehadiran personel juga memungkinkan penyesuaian pengamanan dan rekayasa jalan dilakukan lebih cepat apabila kondisi berubah. Pengendara diminta mengikuti instruksi petugas, tidak menerobos pembatas, dan tetap memberi ruang bagi kendaraan prioritas. Dengan pemantauan langsung serta pengaturan yang menyesuaikan keadaan, arus di sekitar lokasi diharapkan tetap terkendali selama persiapan hingga berlangsungnya aksi.

Demonstrasi pada 28 Oktober tidak hanya dijadwalkan berlangsung di Bundaran HI. Sejumlah kawasan lain juga disebut sebagai lokasi aksi pada hari yang sama, yakni Gedung DPR/MPR RI, Monas, dan Tugu Tani. Dengan demikian, informasi mengenai rencana kegiatan tersebut mencakup beberapa titik di Jakarta, bukan hanya kawasan yang menjadi perhatian menjelang aksi di Bundaran HI. Penyebutan lokasi-lokasi ini memberi gambaran bahwa agenda demonstrasi direncanakan tersebar di sejumlah kawasan. Namun, informasi yang tersedia hanya menyebut nama tempat dan waktu pelaksanaan secara umum. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai pelaksanaan kegiatan di masing-masing lokasi, sehingga keterangan tersebut perlu dipahami sebatas daftar kawasan yang disebut sebagai titik aksi.

Kawasan Gedung DPR/MPR RI termasuk dalam daftar lokasi yang disebut untuk demonstrasi pada 28 Oktober. Selain itu, Monas dan Tugu Tani juga tercantum sebagai kawasan yang dijadwalkan menjadi lokasi aksi. Ketiga tempat tersebut disebut bersama Bundaran HI dalam informasi mengenai rencana demonstrasi pada hari yang sama. Penyebutan beberapa titik itu menunjukkan bahwa pembahasan tentang demonstrasi 28 Oktober mencakup lebih dari satu kawasan di Jakarta. Meski demikian, keterangan yang ada tidak menjelaskan kelompok yang akan hadir di tiap lokasi, jumlah peserta, maupun agenda khusus pada masing-masing titik. Karena itu, tidak dapat disimpulkan adanya perbedaan kegiatan satu lokasi dan lokasi lainnya berdasarkan informasi tersebut.

Selain perhatian terhadap Bundaran HI, keberadaan Gedung DPR/MPR RI, Monas, dan Tugu Tani dalam daftar lokasi menjadi bagian dari konteks rencana demonstrasi hari itu. Informasi ini menyampaikan lokasi-lokasi yang disebut, tanpa memberikan gambaran tentang situasi di lapangan atau perkembangan di tiap kawasan. Keterangan tersebut juga tidak memuat rincian mengenai tuntutan maupun jumlah orang yang diperkirakan mengikuti aksi. Pembaca dapat mencatat bahwa beberapa kawasan telah disebut sebagai lokasi demonstrasi pada 28 Oktober, tetapi detail pelaksanaannya tidak tersedia dalam bahan informasi. Dengan membatasi uraian pada hal-hal yang diketahui, pemberitaan tetap dapat menjelaskan cakupan lokasi tanpa menambahkan asumsi mengenai kegiatan atau keadaan di masing-masing tempat.

Bagi masyarakat yang hendak melintas di sekitar Bundaran HI pada 28 Oktober, sebaiknya mempertimbangkan untuk menghindari lokasi aksi selama kegiatan berlangsung. Kepadatan kendaraan maupun pergerakan massa dapat memengaruhi kelancaran perjalanan, sehingga pengguna jalan disarankan merencanakan perjalanan lebih awal dan memilih tujuan atau waktu perjalanan dengan cermat. Imbauan ini merupakan langkah antisipasi, bukan informasi bahwa jalan tertentu telah ditutup atau rute resmi telah diubah. Pengendara tetap perlu memperhatikan kondisi aktual di lapangan serta arahan petugas apabila dijumpai saat berkendara. Dengan menyiapkan pilihan perjalanan sejak awal, masyarakat dapat mengurangi kemungkinan terjebak kepadatan dan membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan kegiatan.

Apabila perjalanan tetap harus dilakukan, pengguna jalan dapat mempertimbangkan jalur alternatif yang sesuai dengan tujuan masing-masing. Pastikan pilihan rute diperiksa sebelum berangkat, dan hindari mengambil keputusan mendadak yang berisiko mengganggu keselamatan atau kelancaran kendaraan lain. Karena kondisi lalu lintas dapat berubah, jangan menganggap suatu ruas pasti lancar hanya berdasarkan perkiraan. Ikuti rambu, instruksi petugas, dan informasi resmi yang tersedia pada saat perjalanan. Pengendara kendaraan pribadi maupun pengguna transportasi umum juga dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dan menyiapkan waktu tambahan. Langkah sederhana ini memberi ruang untuk menghadapi kemungkinan perlambatan, tanpa perlu berasumsi bahwa seluruh kawasan atau akses tertentu mengalami pembatasan.

Untuk memperoleh perkembangan terbaru, masyarakat dapat memantau informasi lalu lintas melalui akun Instagram @tmcpoldametro sebelum berangkat maupun saat menyusun perjalanan.

Baca juga: Saat Petugas Bekerja untuk Rakyat, Tembakan Justru Mengancam di Lapangan