Internet Rakyat Tembus 900 Ribu Pelanggan, Surge Perluas Jangkauan

Internet Rakyat Tembus 900 Ribu Pelanggan, Surge Perluas Jangkauan

Jakarta | Hingga September 2026, layanan Internet Rakyat milik PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) tercatat memiliki 900.000 pelanggan. Layanan ini menggunakan teknologi fixed wireless access (FWA), yakni akses internet nirkabel tetap. Capaian tersebut menempatkan jumlah pelanggan pada angka yang mendekati satu juta, tetapi belum melewati ambang tersebut. Secara nominal, masih terdapat selisih 100.000 pelanggan untuk mencapai satu juta. Angka ini menjadi gambaran jumlah pelanggan yang dilaporkan perusahaan pada periode tersebut, tanpa dengan sendirinya menjelaskan perubahan jumlah pelanggan dari waktu ke waktu.

Perolehan 900.000 pelanggan itu tercatat setelah Surge mulai membuka pra-pendaftaran Internet Rakyat pada November 2025. Namun, rentang waktu dimulainya pra-pendaftaran dan data pelanggan pada September 2026 tidak cukup untuk menyimpulkan laju akuisisi pelanggan ataupun faktor yang mendorong pertambahannya. Informasi yang tersedia menyebutkan waktu pembukaan pra-pendaftaran dan jumlah pelanggan pada September 2026, tetapi tidak merinci perkembangan bulanan, jumlah pendaftar, atau konversi pendaftar menjadi pelanggan. Karena itu, kedua angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai informasi mengenai tahapan layanan dan capaian yang dilaporkan, bukan sebagai dasar untuk menilai kecepatan pertumbuhan.

President Director Surge, Shannedy Ong, menyebut capaian tersebut sebagai perkembangan positif. Menurutnya, jumlah pelanggan itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet berkualitas dengan harga terjangkau. Pernyataan tersebut menempatkan capaian pelanggan dalam konteks kebutuhan akses internet, sementara angka 900.000 tetap menunjukkan bahwa basis pelanggan belum mencapai satu juta pada September 2026. Dengan demikian, laporan ini memuat dua hal utama: ukuran pelanggan yang telah dicapai dan penilaian perusahaan mengenai kebutuhan masyarakat. Data yang disampaikan tidak menetapkan kapan jumlah pelanggan akan mencapai satu juta, ataupun menjelaskan penyebab tertentu di balik capaian tersebut. Perkembangan selanjutnya dapat dinilai dengan merujuk pada pembaruan jumlah pelanggan pada periode berikutnya, apabila tersedia.

Internet Rakyat menawarkan skema akses yang dirancang untuk menghadirkan koneksi rumah dengan biaya bulanan tetap. Layanan ini menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada frekuensi 1,4 GHz, sehingga koneksi internet dapat disalurkan secara nirkabel tanpa mengandalkan pemasangan kabel hingga ke setiap rumah. Perangkat penerima di lokasi pelanggan menghubungkan jaringan tersebut ke perangkat-perangkat yang digunakan di rumah. Model ini memberi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan internet tetap, tetapi menginginkan proses penyediaan akses yang lebih sederhana dan pilihan biaya yang mudah diperkirakan.

Paket yang ditawarkan dibanderol sekitar Rp100.000 per bulan, dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan kuota data tanpa batas. Perusahaan juga menyebut pemasangan diberikan secara gratis. Kombinasi tarif flat, kapasitas kecepatan tersebut, dan kuota tanpa batas dapat membantu pelanggan mengelola pengeluaran internet bulanan tanpa biaya berdasarkan jumlah data yang digunakan. Meski demikian, pengalaman aktual dapat dipengaruhi kondisi jaringan dan cakupan di lokasi masing-masing. Karena itu, calon pelanggan perlu memeriksa ketersediaan layanan di wilayahnya serta ketentuan paket melalui kanal resmi perusahaan sebelum berlangganan.

Pra-pendaftaran layanan dibuka pada November 2025 melalui dua situs resmi yang disediakan perusahaan. Tahap ini menjadi jalur awal bagi calon pengguna untuk menyampaikan minat dan memperoleh informasi mengenai ketersediaan serta proses layanan. Pengembangan penawaran tersebut berlangsung dalam konteks kerja sama komersial penuh Surge dan Orex SAI Inc., yang ditandatangani pada 12 November 2025. Kerja sama itu ditujukan untuk menghadirkan layanan 5G FWA berbasis Open RAN, yang disebut sebagai layanan pertama di dunia dengan pendekatan tersebut. Open RAN menggunakan arsitektur jaringan terbuka, dan kemitraan ini menjadi bagian dari upaya Surge memperluas layanan internet berkecepatan tinggi. Dengan tarif terjangkau dan skema akses nirkabel, layanan tersebut diarahkan untuk menjangkau pelanggan di berbagai wilayah. Cakupan dan pelaksanaan perluasan tetap bergantung pada kesiapan jaringan setempat.

Perluasan jaringan menjadi salah satu langkah Surge untuk membuka akses Internet Rakyat kepada lebih banyak masyarakat. Hingga September 2026, jumlah pelanggan layanan ini belum mencapai satu juta, meskipun telah menembus lebih dari 900 ribu. Angka pelanggan tersebut perlu dibedakan dari cakupan infrastruktur: jangkauan jaringan menunjukkan wilayah dan rumah tangga yang secara teknis dapat dilayani, bukan jumlah pengguna yang sudah berlangganan. Karena itu, besarnya cakupan memberi gambaran mengenai potensi pertumbuhan, sementara angka pelanggan mencerminkan pemanfaatan layanan saat ini.

Jaringan yang dioperasikan anak usaha PT Telemedia Komunikasi Pratama itu telah memiliki lebih dari 3.100 site yang terintegrasi dan beroperasi. Infrastruktur tersebut setara dengan lebih dari 9.000 unit radio yang terpasang dan aktif. Dengan perangkat dan site itu, jaringan Internet Rakyat disebut menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga di 94 kota dan kabupaten. Cakupan tersebut memberi Surge basis infrastruktur untuk melayani pasar yang lebih luas, termasuk wilayah yang selama ini belum memiliki banyak pilihan akses internet.

Dari keseluruhan wilayah yang terjangkau, 51 kota dan kabupaten berada di Pulau Jawa. Penyebaran ini menunjukkan bahwa jaringan tidak hanya dinilai dari jumlah perangkat, tetapi juga dari luas wilayah layanan yang dapat dicapai. Namun, rumah tangga dalam cakupan tidak otomatis menjadi pelanggan. Sebagian mungkin belum menggunakan layanan, sementara sebagian lain masih memerlukan proses pemasangan atau ketersediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Pembedaan ini penting agar pertumbuhan jaringan dan pertumbuhan pelanggan dibaca secara tepat.

Perkembangan infrastruktur fiber optik, termasuk fiber to the home (FTTH), menambah kapasitas untuk menjangkau pengguna. Infrastruktur Surge tercatat mencapai 3,2 juta home passed, yaitu rumah yang telah dilewati jaringan, serta 2 juta home connect, yakni rumah yang telah tersambung ke jaringan. Kedua ukuran ini juga menggambarkan kesiapan infrastruktur, bukan jumlah pelanggan aktif. Dengan memperluas jaringan dan koneksi fiber, Surge dapat memperbesar peluang layanan tersedia bagi masyarakat, sementara konversi cakupan menjadi pelanggan bergantung pada permintaan dan adopsi layanan.

Capaian Internet Rakyat yang telah menembus 900 ribu pelanggan menempatkan Surge dalam persaingan layanan internet tetap yang dihuni sejumlah penyedia dengan skala dan model bisnis berbeda. Angka pelanggan tersebut memberi gambaran mengenai perkembangan layanan Surge, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan posisi pangsa pasar ataupun perbandingan kualitas jaringan. Penilaian seperti itu memerlukan data yang sebanding, termasuk cakupan, definisi pelanggan aktif, periode pelaporan, dan wilayah operasi masing-masing perusahaan.

Sebagai pembanding, Telkomsel melalui IndiHome tercatat memiliki sekitar 9,5 juta pelanggan fixed broadband hingga akhir Juni 2026. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sekitar 10,1 juta pelanggan pada semester pertama tahun sebelumnya. Sementara itu, PT Ekamas Mora Republik Tbk, induk MyRepublic, melaporkan homepass gabungan lebih dari 12,7 juta, pelanggan ritel gabungan lebih dari 2,6 juta, serta pelanggan enterprise lebih dari 17 ribu. Homepass menunjukkan rumah atau lokasi yang telah terjangkau jaringan dan tidak sama dengan jumlah pelanggan berbayar. Karena itu, tiap indikator perlu dibaca sesuai definisinya.

Perbandingan tersebut memperlihatkan beragam ukuran yang digunakan untuk menggambarkan skala penyedia internet tetap di Indonesia. Jumlah pelanggan, jangkauan jaringan, serta pelanggan ritel dan enterprise mengukur aspek yang berbeda; angka-angka itu tidak dapat disamakan begitu saja. Capaian Surge dapat dipahami sebagai salah satu perkembangan di tengah pasar yang melibatkan operator mapan dan penyedia lain, tanpa menyimpulkan bahwa satu angka saja menentukan persaingan secara keseluruhan.

Baca juga: TNI AD Hadir Dekat Rakyat, Kodim Bojonegoro Pasok 200 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Kekeringan