Jakarta | Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5–9 Oktober 2026 berakhir dengan kinerja yang bervariasi. Meskipun pergerakan harian indeks berlangsung dinamis dan tidak seluruh sesi ditutup menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mencatatkan peningkatan secara keseluruhan selama sepekan. IHSG ditutup pada level 6.093,759 pada akhir periode tersebut, naik 0,94 persen dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya yang berada di level 6.036,888.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif masih mewarnai perdagangan saham domestik hingga penutupan pekan. Penguatan IHSG juga menjadi salah satu indikator utama kinerja pasar modal Indonesia, terutama di tengah perubahan harga saham dan aktivitas transaksi yang berlangsung dari hari ke hari. Dengan kenaikan 56,871 poin dari pekan sebelumnya, indeks berhasil mempertahankan tren positif meskipun zona penutupan harian bergerak secara beragam.
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menyampaikan bahwa perdagangan bursa selama periode 5–9 Oktober 2026 menunjukkan kinerja yang beragam, dengan IHSG secara akumulatif meningkat 0,94 persen menjadi 6.093,759 dari 6.036,888 pada pekan sebelumnya. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perubahan indeks secara mingguan tetap positif, meskipun hasil perdagangan pada setiap sesi tidak seragam. Pergerakan ini menjadi gambaran awal mengenai perkembangan pasar saham nasional selama pekan tersebut, sebelum mempertimbangkan indikator perdagangan lain, seperti nilai transaksi, volume saham, frekuensi transaksi, serta perubahan kapitalisasi pasar BEI.
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan tersebut turut tercermin dalam peningkatan kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah IHSG naik 0,94 persen, nilai keseluruhan saham yang tercatat di BEI mencapai Rp10.701 triliun. Angka ini menjadi salah satu perkembangan utama dalam perdagangan pasar modal pada periode tersebut.
Kapitalisasi pasar BEI bertambah Rp74 triliun dibandingkan pekan sebelumnya. Pada periode sebelumnya, kapitalisasi pasar berada di level Rp10.627 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp10.701 triliun pada pekan yang dilaporkan. Dengan demikian, kenaikan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar 0,69 persen secara mingguan.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa nilai pasar saham yang tercatat di BEI mengalami pertumbuhan sejalan dengan pergerakan positif IHSG. Selisih kapitalisasi pasar pada dua periode mencapai Rp74 triliun, sedangkan persentase peningkatannya berada di bawah kenaikan IHSG yang sebesar 0,94 persen.
Data kapitalisasi pasar memberikan gambaran mengenai total nilai perusahaan tercatat berdasarkan harga sahamnya di pasar. Ketika nilainya meningkat dari Rp10.627 triliun menjadi Rp10.701 triliun, terdapat penambahan nilai sebesar Rp74 triliun dalam satu pekan. Perkembangan ini melengkapi catatan penguatan indeks dan menjadi bagian penting dari kinerja perdagangan BEI pada periode tersebut.
Dengan pencapaian Rp10.701 triliun, kapitalisasi pasar BEI mencatat level yang lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan 0,69 persen itu menjadi indikator tambahan atas perubahan positif yang tercatat di pasar saham, bersamaan dengan penguatan IHSG sebesar 0,94 persen. Seluruh angka tersebut menggambarkan perkembangan pasar modal berdasarkan perbandingan posisi pada pekan pelaporan dan pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang berlawanan nilai dan volume transaksi selama sepekan. Rata-rata nilai transaksi harian mencatat kenaikan paling besar, yakni 28,52 persen. Nilainya meningkat dari Rp12,63 triliun pada periode sebelumnya menjadi Rp16,23 triliun. Kenaikan tersebut menandakan bahwa dana yang berpindah tangan dalam perdagangan saham harian bertambah secara signifikan.
Perubahan positif pada nilai transaksi berlangsung ketika rata-rata volume transaksi harian justru mengalami penurunan. Jumlah saham yang diperdagangkan turun 7,62 persen, dari 50,37 miliar lembar menjadi 46,53 miliar lembar saham. Dengan demikian, lebih sedikit lembar saham yang berpindah tangan, tetapi total nilai rupiah dari transaksi tersebut tetap lebih besar dibandingkan sepekan sebelumnya.
Perbedaan arah ini dapat mencerminkan meningkatnya harga rata-rata saham yang diperdagangkan atau bertambahnya porsi transaksi pada saham-saham dengan harga per lembar dan kapitalisasi pasar yang lebih tinggi. Dalam kondisi tersebut, penurunan jumlah lembar saham tidak selalu berarti nilai perdagangan melemah. Sebaliknya, transaksi dengan volume lebih kecil dapat menghasilkan nilai yang lebih besar apabila terjadi pada saham berharga relatif tinggi.
Data tersebut juga memperlihatkan bahwa penguatan aktivitas pasar tidak hanya dapat diukur dari banyaknya saham yang diperdagangkan. Rata-rata nilai transaksi harian memberikan gambaran mengenai besarnya dana yang terlibat, sedangkan volume transaksi menunjukkan jumlah lembar saham yang berpindah tangan. Pada periode ini, indikator nilai transaksi menjadi pendorong utama peningkatan aktivitas perdagangan, meskipun jumlah saham yang diperdagangkan secara rata-rata mengalami kontraksi.
Perubahan juga tercatat pada frekuensi transaksi harian di Bursa Efek Indonesia. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan berjalan mencapai 1,67 juta kali transaksi. Angka tersebut turun tipis 0,27 persen dibandingkan rata-rata pada pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,68 juta kali transaksi. Data ini mencerminkan jumlah aktivitas transaksi yang berlangsung setiap hari selama periode perdagangan yang dibandingkan.
Selain frekuensi transaksi, aktivitas investor asing turut menjadi bagian dari catatan perdagangan pekan berjalan. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, investor asing membukukan nilai beli bersih sebesar Rp30,4 miliar. Nilai tersebut merupakan hasil perhitungan nilai pembelian dan nilai penjualan saham oleh investor asing pada hari perdagangan tersebut.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp84,99 triliun. Jumlah itu meningkat dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp82,55 triliun. Dengan demikian, catatan transaksi investor asing mencakup nilai beli bersih pada perdagangan Jumat sekaligus akumulasi nilai jual bersih sepanjang tahun berjalan. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian berada pada level 1,67 juta kali transaksi, dibandingkan 1,68 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya, dengan perubahan sebesar 0,27 persen.


