Pontianak | Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menerima kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka pamitan Sidik Setiyono kepada Gubernur Kalimantan Barat sebelum menjalankan penugasan di tempat yang baru.
Sidik Setiyono berpamitan karena mendapat mutasi penugasan. Perubahan penugasan itu menjadi latar belakang pertemuan pimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Komandan Lanud Supadio tersebut. Dalam kunjungan itu, Sidik Setiyono menyampaikan pamit kepada Ria Norsan sebagai bagian dari proses peralihan tugas yang akan dijalaninya.
Pertemuan di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat tersebut mempertemukan Ria Norsan dan Sidik Setiyono dalam suasana resmi. Kehadiran Danlanud Supadio secara langsung untuk berpamitan menandai berakhirnya pelaksanaan tugasnya pada penugasan saat ini. Selanjutnya, Sidik Setiyono akan menjalankan amanah baru sesuai dengan mutasi penugasan yang diterimanya.
Agenda itu secara khusus berfokus pada penyampaian pamit dari Danlanud Supadio kepada Gubernur Kalimantan Barat. Ria Norsan menerima kunjungan tersebut di ruang kerjanya pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi kedua pejabat untuk bertemu sebelum Sidik Setiyono beralih tugas dari jabatan yang diembannya di Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio.
Kunjungan Sidik Setiyono kepada Gubernur Kalimantan Barat berlangsung dalam konteks agenda berpamitan sehubungan dengan perpindahan atau mutasi penugasan. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Sidik Setiyono untuk menyampaikan pamit setelah menjalankan tugasnya sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio. Dalam kapasitas itu, ia dikenal sebagai Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, yang selama ini menjadi bagian dari unsur pimpinan dan koordinasi di wilayah Kalimantan Barat.
Agenda berpamitan ini menempatkan perubahan penugasan sebagai latar utama pertemuan Danlanud Supadio dan Gubernur Kalbar. Kunjungan tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai pertemuan kedinasan biasa, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan komunikasi sebelum berakhirnya masa penugasan Sidik Setiyono di lingkungan Lanud Supadio. Melalui pertemuan itu, hubungan kelembagaan yang telah terjalin selama pelaksanaan tugas di daerah tetap dijaga dengan baik.
Sebagai Danlanud Supadio berpangkat Marsekal Pertama TNI, Sidik Setiyono menjalankan peran yang berkaitan dengan kepemimpinan satuan TNI Angkatan Udara di wilayah tersebut. Karena itu, perpindahan penugasan menjadi momen penting yang turut melibatkan komunikasi dengan pemerintah daerah. Pertemuan bersama Gubernur Kalbar mencerminkan adanya koordinasi serta hubungan kerja unsur pertahanan dan pemerintahan daerah. Informasi mengenai kunjungan ini berfokus pada maksud berpamitan akibat mutasi penugasan, tanpa merinci tujuan penempatan berikutnya, jabatan baru, atau bentuk penugasan lanjutan yang akan dijalankan. Dengan demikian, konteks utama pertemuan tetap berada pada proses peralihan tugas dan penyampaian pamit Sidik Setiyono sebagai Danlanud Supadio kepada Gubernur Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan penghargaan atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan Danlanud Supadio. Apresiasi itu menjadi bagian penting dalam pertemuan perpisahan sebelum Danlanud Supadio beralih tugas. Ria Norsan menilai hubungan kerja sama yang terbangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Lanud Supadio memiliki peran dalam mendukung kepentingan daerah, termasuk pada penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Sinergi tersebut mencerminkan adanya koordinasi dan dukungan antarlembaga dalam menghadapi persoalan karhutla di Kalimantan Barat. Kerja sama yang terjalin menjadi unsur yang mendukung upaya penanganan karhutla sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Dalam konteks itu, penghargaan yang disampaikan Ria Norsan tidak hanya ditujukan kepada hubungan kelembagaan, tetapi juga kepada kontribusi kerja sama yang telah diberikan selama Danlanud Supadio menjalankan tugasnya.
Ria Norsan menyampaikan penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas dukungan dan kolaborasi yang telah berlangsung. Penanganan karhutla memerlukan sinergi pemerintah daerah dan unsur terkait, sehingga hubungan kerja sama yang baik menjadi landasan penting dalam pelaksanaannya. Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk mengapresiasi kontribusi Danlanud Supadio dalam menjaga kesinambungan kerja sama, khususnya berkaitan dengan penanganan karhutla. Dengan beralihnya tugas Danlanud Supadio, penghargaan tersebut menegaskan nilai kemitraan yang telah terbentuk dan tetap menjadi bagian dari hubungan antarlembaga.
Pertemuan Gubernur Kalimantan Barat dan Danlanud Supadio menjadi agenda silaturahmi sekaligus penyampaian pamit menyusul adanya mutasi penugasan. Dalam pertemuan tersebut, Danlanud Supadio menyampaikan peralihannya kepada Gubernur Kalimantan Barat sebagai bagian dari perubahan penugasan. Momen ini berlangsung dalam suasana resmi dan menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan kelembagaan yang telah terjalin selama menjalankan tugas di wilayah Kalimantan Barat.
Penyampaian pamit tersebut juga menandai berakhirnya masa penugasan Danlanud Supadio di daerah ini. Bagi pemerintah daerah, pertemuan itu memiliki arti penting karena memperlihatkan adanya komunikasi dan penghormatan antarlembaga. Silaturahmi menjadi ruang untuk menyampaikan apresiasi atas peran serta dukungan yang telah diberikan selama menjalankan tanggung jawab kedinasan, sekaligus memperkuat hubungan baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran TNI Angkatan Udara.
Pemerintah daerah turut mengapresiasi sinergi yang telah berjalan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam merespons persoalan yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu, pertemuan ini tidak hanya bermakna sebagai agenda pamit akibat mutasi penugasan, tetapi juga sebagai penghargaan atas koordinasi dan kerja bersama yang telah dilakukan selama Danlanud Supadio bertugas di Kalimantan Barat. Dengan demikian, silaturahmi tersebut menjadi penanda hubungan kelembagaan yang tetap dihargai serta penyampaian terima kasih pemerintah daerah atas sinergi dalam penanganan karhutla.

