Jakarta | Enam aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, untuk membentangkan spanduk berisi kritik terkait iklim dan lingkungan. Aksi tersebut menempatkan isu lingkungan di ruang publik yang dikenal luas, dengan patung sebagai titik perhatian. Inti peristiwanya adalah penyampaian kritik melalui spanduk, serta keterlibatan enam aktivis dalam aksi di lokasi tersebut. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan isi persis spanduk maupun waktu pelaksanaannya, sehingga rincian itu tidak dapat dipastikan dari keterangan ini.
Dengan menjadikan patung di Bundaran HI sebagai tempat aksi, para aktivis menyampaikan pesan mengenai persoalan iklim dan lingkungan kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui peristiwa tersebut. Aksi itu memperlihatkan penggunaan ruang publik sebagai medium untuk menarik perhatian pada suatu isu. Namun, tanpa keterangan tambahan, tidak tepat menyimpulkan tuntutan khusus yang dicantumkan, sasaran kritik secara terperinci, atau tanggapan pihak lain. Fakta yang dapat ditegaskan tetap terbatas pada jumlah aktivis, lokasi, tindakan membentangkan spanduk, dan tema kritiknya.
Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa penyampaian pandangan mengenai lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk komunikasi. Dalam kejadian ini, bentuk yang disebutkan adalah pembentangan spanduk setelah enam aktivis memanjat Patung Selamat Datang. Penyebutan lokasi secara lengkap penting untuk membedakan titik aksi, yakni Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat, dari kawasan lain yang mungkin memiliki nama serupa. Greenpeace Indonesia disebut sebagai organisasi para aktivis tersebut, sementara rincian lebih jauh tentang persiapan, jalannya aksi, atau kondisi di sekitar lokasi tidak tersedia dalam informasi yang menjadi dasar uraian ini.
Karena itu, pemberitaan mengenai aksi ini perlu menjaga pemisahan fakta yang dinyatakan dan hal yang belum dijelaskan. Enam aktivis Greenpeace Indonesia melakukan aksi di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dengan membentangkan spanduk berisi kritik terkait iklim dan lingkungan. Keterangan tersebut memberikan gambaran pokok tentang siapa yang terlibat, di mana aksi berlangsung, apa yang dilakukan, serta tema yang disuarakan. Tanpa rincian tambahan, uraian yang cermat tidak perlu mengisi kekosongan dengan dugaan mengenai pesan spesifik atau aspek lain dari peristiwa tersebut.
Greenpeace Indonesia menyatakan bahwa enam aktivis yang memanjat Patung Bundaran HI merupakan personel terlatih. Keterangan ini disampaikan untuk menjelaskan kesiapan orang-orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Menurut Jeanny Sirait, juru kampanye keadilan iklim Greenpeace Indonesia, aktivitas memanjat gedung atau monumen bukan hal baru bagi organisasinya. Pernyataan itu menempatkan aksi di Bundaran HI dalam konteks pengalaman Greenpeace menjalankan kegiatan serupa, tanpa merinci secara khusus riwayat setiap aktivis yang berada di lokasi. Greenpeace juga menegaskan bahwa aksi tersebut tidak dilakukan tanpa pembekalan bagi pihak-pihak yang menjalankannya.
Jeanny menjelaskan bahwa para sukarelawan dan tim yang melaksanakan aksi telah dibekali kemampuan yang diperlukan. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa organisasi mempersiapkan orang-orang yang terlibat sebelum mereka menjalankan kegiatan memanjat. Namun, penjelasan yang disampaikan tidak merinci bentuk pelatihan, durasi persiapan, maupun keterampilan teknis tertentu yang diberikan. Karena itu, informasi mengenai pembekalan sebaiknya dipahami sesuai batas keterangan Greenpeace: para pelaksana telah memperoleh kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan aksi, sementara rincian lebih lanjut tidak disampaikan dalam pernyataan itu. Tidak ada dasar dari keterangan tersebut untuk menambahkan klaim tentang sertifikasi, tingkat keahlian, atau prosedur keselamatan khusus.
Pernyataan Greenpeace memberi gambaran tentang bagaimana organisasi memandang kesiapan para aktivisnya dalam aksi memanjat. Dengan menyebut kegiatan serupa bukan hal baru, Jeanny menjelaskan bahwa aktivitas tersebut pernah menjadi bagian dari pengalaman organisasinya. Pada saat yang sama, penyebutan pembekalan menekankan bahwa sukarelawan dan tim yang terlibat telah dipersiapkan, bukan sekadar hadir untuk melakukan aksi. Keterangan ini juga membatasi pemahaman publik pada informasi yang benar-benar disampaikan oleh Greenpeace. Tanpa rincian tambahan, tidak tepat mengasumsikan kemampuan masing-masing aktivis secara lebih spesifik. Fokus penjelasan Jeanny adalah pengalaman organisasi dan kesiapan umum personel, bukan uraian teknis tentang cara mereka memanjat atau penilaian atas tingkat keahlian individual.
Greenpeace menyatakan bahwa keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap kampanye yang melibatkan aktivitas memanjat. Pernyataan ini disampaikan terkait aksi enam aktivis di Patung Bundaran HI, yang memerlukan persiapan untuk kegiatan di ketinggian. Perhatian terhadap keselamatan tidak hanya berkaitan dengan saat aktivis berada di atas, tetapi juga mencakup rangkaian kegiatan sejak memanjat hingga turun. Dengan demikian, aspek keselamatan dipandang sebagai bagian penting dari persiapan aksi, bukan hanya sebagai urusan setelah kegiatan berlangsung. Greenpeace menyebut sejumlah perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut, yaitu tali, harness atau sabuk pengaman, serta perangkat penyelamatan. Penyebutan perlengkapan ini menunjukkan bahwa kesiapan menjadi perhatian dalam pelaksanaan kampanye.
Perlengkapan yang disebutkan memiliki kaitan dengan kegiatan memanjat dan proses penyelamatan saat aktivis turun dari ketinggian. Tali dan harness atau sabuk pengaman termasuk dalam perlengkapan yang disiapkan, bersama perangkat penyelamatan. Greenpeace menekankan bahwa perhatian keselamatan berlaku sepanjang aktivitas, termasuk ketika para aktivis bergerak turun. Karena itu, proses turun tidak dipisahkan dari keseluruhan persiapan aksi. Perangkat penyelamatan juga menjadi bagian dari daftar perlengkapan yang disampaikan, berkaitan dengan kesiapan menghadapi proses tersebut. Keterangan ini menempatkan tahap setelah berada di ketinggian sebagai bagian yang perlu diperhatikan, sebagaimana kegiatan memanjat itu sendiri. Persiapan perlengkapan tersebut menjadi unsur yang dijelaskan Greenpeace saat memaparkan kesiapan para aktivis.
Penjelasan Greenpeace berfokus pada perhatian terhadap keselamatan serta perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung kegiatan memanjat dan proses turun. Informasi yang disampaikan mencakup tali, harness atau sabuk pengaman, dan perangkat penyelamatan; tidak perlu ditafsirkan sebagai rincian teknis mengenai cara penggunaan masing-masing perlengkapan. Kesiapan tersebut juga tidak berarti bahwa seluruh risiko dalam aktivitas di ketinggian telah sepenuhnya dihilangkan. Sebaliknya, keterangan itu menunjukkan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan dalam kampanye yang melibatkan aktivitas memanjat, termasuk ketika aktivis turun dari lokasi. Dengan memberi perhatian pada kedua tahap tersebut, Greenpeace menggambarkan cakupan persiapan keselamatan yang disampaikan dalam konteks aksi di Patung Bundaran HI.
Penjelasan Jeanny Sirait mengenai kesiapan enam aktivis Greenpeace memberi konteks tentang persiapan yang diperlukan sebelum sebuah aksi dilakukan di ruang publik, termasuk di kawasan Patung Bundaran HI. Dalam kegiatan semacam ini, perhatian tidak hanya tertuju pada jumlah personel yang terlibat atau pesan yang hendak disampaikan. Kemampuan teknis dan kesiapan peralatan juga menjadi bagian dari pertimbangan organisasi dalam menyiapkan kampanye. Kedua aspek tersebut berkaitan dengan pelaksanaan aksi serta kemampuan personel menjalankan peran masing-masing sesuai rencana.
Penilaian terhadap kemampuan teknis membantu Greenpeace memastikan bahwa orang-orang yang terlibat memahami tugas dan kebutuhan kegiatan. Sementara itu, kesiapan peralatan diperlukan agar sarana yang digunakan tersedia dan dapat mendukung pelaksanaan aksi. Perhatian terhadap dua hal tersebut menunjukkan bahwa persiapan kampanye mencakup unsur sumber daya manusia maupun perlengkapan, bukan hanya penyusunan pesan. Dalam konteks aksi yang melibatkan enam aktivis, kesiapan setiap personel dan peralatan menjadi relevan untuk diperhatikan secara bersamaan.
Keterangan tersebut menempatkan aksi di Bundaran HI dalam konteks persiapan yang direncanakan, dengan kemampuan teknis personel dan kelengkapan alat sebagai bagian dari perhatian Greenpeace. Jeanny menyampaikan penjelasan itu dalam program Siang di TV pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Baca juga: Jelang HUT ke-81 TNI, Puspom TNI Perkuat Kesiapan Pengamanan Wallakir | CYBEREX SGS 2026 Tingkatkan Kesiapan Siber Melalui Technical Review | STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR





