Jakarta | Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat keterjangkauan pangan di berbagai wilayah Indonesia. Cakupan kegiatan yang luas ini memungkinkan masyarakat di perkotaan maupun daerah untuk memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pelaksanaan di banyak lokasi juga menjadi sarana untuk mendekatkan layanan pangan kepada warga, sekaligus memperluas jangkauan program pemerintah hingga tingkat daerah.
Program ini bertujuan menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan, terutama ketika perubahan permintaan atau distribusi berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen. Melalui penyediaan komoditas pokok dengan harga yang lebih terjangkau, GPM diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. Pada saat yang sama, kegiatan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengakses pangan tanpa harus bergantung pada satu titik penjualan. Ketersediaan pasokan dan kemudahan akses menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan.
Gerakan tersebut diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah daerah, Perum Bulog, dan ID Food dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026. Di berbagai daerah, dinas yang menangani urusan ketahanan pangan turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi lembaga pusat, pemerintah daerah, serta badan usaha pangan membantu mengoordinasikan penyediaan dan penyaluran komoditas kepada masyarakat. Dengan keterlibatan para pemangku kepentingan itu, GPM menjadi salah satu langkah bersama untuk menjaga pasokan dan harga, sekaligus mendorong akses pangan yang lebih merata di seluruh wilayah.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jakarta dipusatkan pada tiga lokasi yang tersebar di kawasan padat penduduk. Titik pertama berada di bantaran sungai Flyover Kalibata, kawasan Cawang–Cililitan. Dua lokasi lainnya adalah Kantor RW 007 Kelurahan Bidara Cina di Jakarta Timur dan Kantor Kelurahan Bukit Duri di Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi di tengah permukiman ditujukan agar warga dapat menjangkau layanan pangan lebih dekat, tanpa perlu pergi jauh dari lingkungan tempat tinggal. Dengan menghadirkan kegiatan di beberapa wilayah, masyarakat di sekitar lokasi dapat mengakses kebutuhan pokok yang ditawarkan dalam satu kegiatan.
Selain menyediakan bahan pangan dengan harga di bawah harga pasar, penyelenggara menyiapkan bantuan langsung bagi warga. Sebanyak 400 paket beras akan dibagikan secara gratis, sementara 2.400 voucher belanja disediakan dengan nilai Rp15.000 untuk setiap voucher. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pangan. Paket beras dan voucher melengkapi pilihan komoditas yang dijual di lokasi kegiatan, sehingga warga dapat menyesuaikan belanja dengan kebutuhan masing-masing. Ketersediaan bantuan ini diharapkan dapat memperluas manfaat GPM bagi masyarakat di sekitar tiga titik pelaksanaan.
Ragam komoditas yang disiapkan mencakup beras SPHP sebanyak 12,25 ton dan beras premium 6 ton. Pasokan lainnya terdiri atas 3,24 ton gula pasir serta 5.500 liter minyak goreng. Untuk sumber protein, tersedia 1.200 ekor ayam, 150 kilogram daging sapi, dan 870 kilogram telur ayam ras. Sejumlah bahan pangan segar juga masuk dalam daftar, yakni 80 kilogram cabai rawit merah, 185 kilogram cabai merah keriting, 170 kilogram bawang merah, serta 150 kilogram bawang putih. Seluruh komoditas tersebut ditawarkan di bawah harga pasar. Kombinasi bahan pokok, produk protein, dan bumbu dapur memberi warga pilihan belanja yang beragam dalam satu tempat. Jumlah pasokan yang disiapkan mencerminkan skala layanan di Jakarta, sementara penempatan titik kegiatan di permukiman membantu mendekatkan distribusi kebutuhan pangan kepada warga setempat.
Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa mendorong pemerintah memperkuat intervensi agar gejolak harga pangan di daerah dapat direspons dengan lebih cepat. Menurutnya, pemantauan kondisi pasar perlu berjalan beriringan dengan langkah penanganan yang tepat, terutama ketika harga komoditas mengalami perubahan yang berpotensi membebani masyarakat. Respons yang cepat diharapkan membantu menjaga kestabilan pasokan sekaligus mencegah kenaikan harga berkembang lebih luas.
Saleh menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjangkau berbagai wilayah. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Namun, pelaksanaan program perlu terus ditingkatkan dan dievaluasi secara berkala. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui efektivitas kegiatan, termasuk mengukur dampaknya terhadap daya beli konsumen. Hasil pemantauan tersebut dapat menjadi dasar untuk menyesuaikan bentuk intervensi dengan kondisi dan kebutuhan setiap daerah.
Kegiatan itu juga disertai penyerahan kendaraan untuk mendukung pengujian keamanan komoditas pangan. Fasilitas tersebut lain diperlukan untuk memastikan cabai yang beredar aman dikonsumsi dan bebas dari bahan berbahaya. Selain itu, diserahkan kendaraan pendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kendaraan dan perangkat pendukung ini diharapkan memperkuat pemantauan kondisi pangan serta memudahkan intervensi di wilayah yang mengalami ketidakstabilan harga. Dengan dukungan sarana tersebut, petugas dapat membantu memastikan persoalan pasokan maupun harga diketahui dan ditangani secara lebih terarah.
Saleh berharap rangkaian upaya pengendalian pangan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan bantuan pangan yang direncanakan Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut, bersama program stabilisasi dan kegiatan pangan murah, diharapkan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Penguatan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi menjadi bagian penting agar kebijakan tidak hanya terlaksana, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi konsumen di berbagai daerah.
Gerakan Pangan Murah (GPM) mengandalkan kerja sama lintas pihak agar bahan pokok tersedia dan dapat dijangkau masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta pelaku usaha swasta berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini membantu memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat upaya menjaga kelancaran pasokan di berbagai wilayah.
Peran para mitra mencakup dukungan penyediaan dan distribusi komoditas, pengaturan pelaksanaan kegiatan, serta penyampaian informasi mengenai kebutuhan masyarakat setempat. Keterlibatan pemerintah daerah memungkinkan kegiatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk perubahan pasokan dan harga. Sementara itu, partisipasi BUMN, BUMD, dan sektor swasta menambah dukungan dalam menghadirkan bahan pangan pokok di lokasi yang membutuhkan. Koordinasi antarpihak juga penting untuk mempercepat respons ketika terjadi perubahan kondisi pasar.
Catatan pelaksanaan menunjukkan bahwa dari Januari hingga Oktober 2026, GPM digelar sebanyak 11.349 kegiatan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 127 kegiatan tingkat pusat, 2.071 kegiatan tingkat provinsi, dan 8.710 kegiatan tingkat kabupaten/kota. Selain itu, tercatat 441 kegiatan yang dilaksanakan bersama mitra. Sebaran ini mencerminkan pelaksanaan program pada beragam tingkatan pemerintahan, dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
Besarnya jumlah kegiatan tersebut turut menunjukkan luasnya dukungan bagi upaya menjaga ketersediaan pangan dan membuka akses terhadap bahan pokok terjangkau. Kehadiran mitra di berbagai tingkat dapat mendukung distribusi informasi dan pelaksanaan kegiatan, sementara koordinasi membantu pemangku kepentingan menyesuaikan langkah dengan kebutuhan pasokan serta dinamika harga. Pemerintah dan pelaksana dapat memanfaatkan kerja sama tersebut untuk menjaga kesinambungan kegiatan, terutama ketika perubahan kondisi pangan memerlukan penanganan yang cepat dan terarah.
Kementerian Pertanian dan instansi terkait menyatakan akan terus memperkuat koordinasi serta dukungan bagi GPM. Sasaran upaya tersebut adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga, memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang aman dan terjangkau, serta mendukung peningkatan daya beli masyarakat.
Baca juga: Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI





