Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak, Bulog Perluas Akses Pangan Terjangkau

Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak, Bulog Perluas Akses Pangan Terjangkau

Makassar | Perum Bulog mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional yang digelar serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026, di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 sekaligus memperkuat upaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan. Jangkauan yang luas membuat masyarakat di berbagai daerah berpeluang memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Dukungan Bulog menjadi bagian dari kontribusi badan usaha milik negara tersebut dalam mendukung ketersediaan pangan serta membantu memastikan upaya pemerintah menjangkau masyarakat secara merata.

GPM dirancang sebagai wadah sinergi pemerintah bersama para pemangku kepentingan di sektor pangan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dapat diperluas, khususnya ketika perubahan pasokan maupun harga berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Melalui kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh wilayah, pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menghadirkan pilihan belanja yang lebih terjangkau bagi warga. Keterlibatan Bulog mendukung tujuan itu melalui perannya dalam ekosistem pangan nasional, sejalan dengan upaya menjaga kelancaran pasokan dan memperkuat keterjangkauan harga.

Selain memberi kemudahan akses, pelaksanaan GPM juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi pangan. Harga pangan yang terkendali dapat membantu mengurangi tekanan terhadap belanja rumah tangga, sementara pasokan yang terjaga berperan dalam meredam gejolak di pasar. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga bagian dari langkah bersama dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan dukungan Bulog dan sinergi berbagai pihak, GPM diharapkan memperkuat upaya pemerataan akses serta membantu menjaga kestabilan harga di tingkat daerah maupun nasional.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung pada dua titik yang menjadi pusat kegiatan. Lokasi tersebut adalah Kantor Kecamatan Tallo dan kawasan PD Pasar Makassar Raya. Pemilihan dua tempat ini menempatkan kegiatan di ruang-ruang yang dapat dijangkau masyarakat setempat, sekaligus menjadi lokasi bagi warga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kehadiran GPM di Makassar merupakan bagian dari pelaksanaan serentak yang memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pangan.

Di kedua titik pelaksanaan, kegiatan menghadirkan 27 tenda penjualan komoditas pangan. Tenda-tenda itu melibatkan berbagai mitra serta pelaku usaha lokal dalam penyediaan dan penjualan kebutuhan pokok. Keterlibatan beragam pihak tersebut menjadi bagian penting dari penyelenggaraan GPM, karena kegiatan tidak hanya berlangsung sebagai layanan penjualan, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan penyedia pangan. Dengan tersedianya beberapa tenda, warga yang datang dapat mengakses kebutuhan pokok melalui kegiatan yang dipusatkan di lokasi-lokasi tersebut.

Seluruh kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan ini ditawarkan dengan harga terjangkau. Informasi tersebut menjadi pokok layanan GPM bagi masyarakat Makassar, tanpa perlu mengaitkannya dengan rincian komoditas atau harga tertentu yang tidak disampaikan. Penyelenggaraan di Kantor Kecamatan Tallo dan kawasan PD Pasar Makassar Raya memberi warga dua lokasi untuk mengunjungi kegiatan, sementara 27 tenda menyediakan ruang penjualan yang melibatkan mitra dan pelaku usaha setempat. Melalui pelaksanaan di dua titik itu, GPM nasional hadir secara langsung di tengah masyarakat Kota Makassar dan membuka akses terhadap pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Susunan kegiatan yang melibatkan banyak tenda juga menunjukkan bahwa pelaksanaan lokal memerlukan partisipasi berbagai pihak, dengan fokus pada ketersediaan kebutuhan pokok bagi warga yang berkunjung.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Makassar turut dirangkaikan dengan program Bulog Peduli. Rangkaian tersebut menghadirkan dua bentuk dukungan, yakni penyaluran paket beras premium oleh Bulog dan pembagian voucher belanja oleh ID Food. Kedua bantuan itu merupakan bagian dari kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan GPM. Penyebutan pihak penyalur dan jumlah masing-masing penting agar informasi mengenai program tersampaikan secara tepat. Dalam kegiatan ini, Bulog menyalurkan 300 paket beras premium, sedangkan ID Food membagikan 1.000 voucher belanja. Data yang tersedia menyebutkan jumlah paket dan voucher, tanpa merinci informasi lain mengenai pelaksanaannya.

Penyaluran 300 paket beras premium dilakukan oleh Bulog melalui program Bulog Peduli. Sementara itu, ID Food membagikan sebanyak 1.000 voucher belanja dalam rangkaian kegiatan yang sama. Dengan demikian, kedua bentuk dukungan tersebut perlu dibedakan berdasarkan penyalur dan jenis bantuan: beras premium berasal dari Bulog, sedangkan voucher belanja dibagikan oleh ID Food. Keterangan ini membantu pembaca memahami kontribusi masing-masing pihak tanpa menyamakan jumlah paket beras dengan jumlah voucher. Keduanya menjadi bagian dari agenda di Makassar yang menyertai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Informasi mengenai jumlah tersebut tidak disertai keterangan tentang siapa yang menerima paket atau voucher, maupun nilai setiap voucher. Karena itu, rincian penerima dan nilai voucher tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia dan tidak semestinya diasumsikan. Penjelasan yang terbatas pada data terkonfirmasi menjaga pemberitaan tetap akurat: terdapat 300 paket beras premium yang disalurkan Bulog serta 1.000 voucher belanja yang dibagikan ID Food. Kehadiran Bulog Peduli dalam rangkaian GPM Makassar menambahkan unsur dukungan sosial pada kegiatan tersebut, sementara data yang disampaikan tetap membedakan secara jelas bentuk bantuan dan pihak penyalurnya.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Ito Hediarto, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Makassar. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan GPM yang digelar serentak. Dengan hadir di lokasi, Ito melihat secara langsung penyelenggaraan kegiatan di wilayah tersebut. Peninjauan ini berlangsung bersama sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan GPM di Makassar.

Dalam kunjungan itu, Ito didampingi Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani. Hadir pula Pemimpin Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Barat, jajaran Pemerintah Kota Makassar, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran para pejabat tersebut memperlihatkan keterlibatan unsur Bapanas, Bulog, pemerintah daerah, dan pihak terkait dalam peninjauan kegiatan di Makassar.

Peninjauan langsung oleh Sekretaris Utama Bapanas menempatkan pelaksanaan GPM di Makassar sebagai fokus kunjungan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan yang diselenggarakan secara serentak, sementara kunjungan Ito berlangsung di salah satu lokasi pelaksanaannya. Informasi mengenai kehadiran para pejabat memberikan gambaran tentang pihak-pihak yang berada di lokasi untuk meninjau kegiatan, tanpa mengubah fokus utama pada pelaksanaan GPM di Makassar.

Selain Ito dan Ahmad Rizal Ramdhani, Pemimpin Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Barat turut hadir bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar. Sejumlah pemangku kepentingan terkait juga mengikuti peninjauan tersebut. Kehadiran mereka tercatat sebagai bagian dari kunjungan untuk melihat langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Rangkaian peninjauan di Makassar ini menunjukkan keterlibatan pejabat pusat, perwakilan Bulog di wilayah, pemerintah kota, serta pemangku kepentingan lain dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Panglima TNI Pantau Bakti Kesehatan TNI Serentak Diseluruh Indonesia | Kapuskes TNI Buka Bakti Sosial Kesehatan HUT Ke-81 TNI, Layani Masyarakat Serentak dan Tersebar Diseluruh Indonesia