Mataram | Emil Audero mengungkap bahwa ia sempat tidak menerima tawaran untuk memperkuat Timnas Indonesia ketika masih bermain di Inter Milan pada periode 2023–2024. Keputusan tersebut, menurut penjelasannya, berkaitan dengan situasi keluarga yang sedang dihadapinya saat itu. Informasi ini disampaikan Audero dalam wawancara bersama jurnalis Italia, Gianluca Di Marzio. Pengakuan itu memberi gambaran mengenai pertimbangan pribadi yang berada di balik responsnya terhadap kesempatan membela Indonesia, sebelum ia akhirnya mengambil keputusan terkait tim nasional.
Dalam percakapan tersebut, Audero menjelaskan bahwa tawaran untuk bergabung dengan Timnas Indonesia pernah datang, tetapi ia belum dapat menerimanya pada masa itu. Ia menyebut keadaan keluarga sebagai alasan utama, tanpa menguraikan lebih jauh bentuk atau rincian situasi tersebut. Karena itu, keputusan yang diambilnya perlu dipahami sesuai konteks yang ia sampaikan sendiri, bukan dengan menambahkan dugaan mengenai persoalan keluarganya. Pernyataan ini juga memperjelas bahwa penolakan saat itu bukan sekadar soal kesempatan bermain, melainkan terkait pertimbangan personal yang ia hadapi ketika masih berada di Inter Milan.
Wawancara dengan Gianluca Di Marzio menjadi kesempatan bagi Audero untuk menjelaskan latar belakang keputusan tersebut secara langsung. Keterangan itu menempatkan periode 2023–2024 sebagai fase ketika ia masih berkarier bersama Inter Milan dan belum menerima tawaran untuk memperkuat skuad Indonesia. Audero tidak memberikan rincian tambahan tentang situasi keluarga yang dimaksud, sehingga informasi yang dapat dipastikan terbatas pada alasan yang ia ungkapkan. Dengan demikian, inti keterangannya adalah adanya tawaran, keputusan untuk belum menerimanya pada saat itu, serta pertimbangan keluarga yang mendasari sikap tersebut. Penjelasan ini membantu membedakan keputusan pada periode itu dari perkembangan berikutnya dalam perjalanan karier internasionalnya, tanpa menyimpulkan hal-hal yang tidak disampaikan dalam wawancara. Sikap Audero menggambarkan bahwa pilihan seorang pemain untuk membela tim nasional dapat dipengaruhi berbagai pertimbangan di luar urusan sepak bola, meskipun dalam kasus ini ia hanya menyebut situasi keluarga secara umum. Keterangan langsung tersebut menjadi dasar untuk memahami alasan yang ia sampaikan kepada publik.
Latar keluarga Emil Audero mempertemukan dua kewarganegaraan dan asal-usul yang berbeda. Ia lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dari ayah yang berasal dari Indonesia dan ibu berkebangsaan Italia. Informasi tersebut menjadi bagian penting untuk memahami hubungan Audero dengan Indonesia, terutama ketika ia menjelaskan alasan negara ini terasa dekat baginya. Kedekatan itu bukan sekadar persoalan asal-usul keluarga dari pihak ayah, tetapi juga berkaitan langsung dengan tempat ia dilahirkan. Mataram adalah kota kelahirannya, sehingga Indonesia memiliki posisi tersendiri dalam kisah awal hidupnya.
Dalam menjelaskan ikatannya dengan Indonesia, Audero menekankan bahwa ia lahir di tanah ini. Pernyataan tersebut memberi konteks personal atas hubungan yang ia rasakan, tanpa perlu ditafsirkan lebih jauh sebagai keterangan mengenai kehidupan atau identitasnya di luar hal yang ia sampaikan. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki akar yang kuat di tanah kelahirannya. Dengan demikian, Indonesia terasa dekat baginya karena ada hubungan nyata dengan tempat kelahiran dan akar tersebut. Penjelasannya menyoroti makna Mataram dan Indonesia dalam latar belakangnya, bukan uraian yang lebih luas mengenai pengalaman pribadinya.
Riwayat keluarga dan tempat lahir itu membantu menjelaskan mengapa Indonesia mempunyai arti khusus dalam pembicaraan Audero mengenai tim nasional. Ia memiliki ayah asal Indonesia, ibu berkebangsaan Italia, dan lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Saat menyebut Indonesia terasa dekat, ia mengaitkannya dengan fakta bahwa tanah air ini merupakan tempat ia dilahirkan serta tempat ia memiliki akar yang kuat. Keterangan itu dapat dipahami sebagaimana disampaikan: sebuah penjelasan tentang kedekatannya dengan Indonesia yang bersumber dari latar keluarga dan tanah kelahirannya. Tidak perlu menambahkan dugaan lain untuk menangkap makna yang ia sampaikan.
Perjalanan internasional Emil Audero tidak langsung dimulai bersama Timnas Indonesia. Sebelum mengambil keputusan untuk membela skuad Garuda, penjaga gawang tersebut telah lebih dahulu menapaki jalur sepak bola internasional melalui kelompok umur Timnas Italia. Pengalaman itu menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya, sekaligus menunjukkan bahwa ia pernah berada dalam lingkungan pembinaan dan kompetisi internasional sejak usia muda. Audero menjalani proses tersebut sebagai pemain yang memiliki kesempatan mewakili Italia di level junior, sehingga keterkaitannya dengan Gli Azzurri telah terbentuk sebelum Indonesia menjadi pilihan berikutnya.
Meski pernah memperkuat Italia pada tingkat kelompok umur, kesempatan untuk tampil bersama tim senior negara tersebut tidak pernah datang. Kondisi itu menjadi titik penting dalam kronologi karier internasional Audero. Pengalaman di tim junior tidak otomatis berlanjut menjadi penampilan di skuad senior, dan selama menunggu peluang tersebut, ia tetap menjalani karier profesionalnya. Pada akhirnya, Audero memilih Indonesia sebagai negara yang akan ia bela di panggung internasional. Keputusan itu membuka babak baru, setelah sebelumnya ia menempuh perjalanan bersama tim-tim junior Italia. Dengan demikian, proses peralihan tersebut berlangsung setelah ia memiliki pengalaman internasional kelompok umur, tetapi belum pernah bermain untuk tim senior Gli Azzurri.
Setelah memilih Indonesia, Audero kemudian menjalani debut bersama skuad Garuda dalam pertandingan menghadapi China. Penampilan pertamanya itu berlangsung pada Juni 2025, dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Debut tersebut menandai perubahan dari perjalanan internasionalnya sebelumnya: dari pemain yang pernah membela Italia di level junior menjadi bagian dari tim senior Indonesia. Kronologi ini memperlihatkan tahapan yang jelas dalam kariernya, yakni pengalaman bersama kelompok umur Italia, ketiadaan kesempatan tampil untuk tim senior negara tersebut, keputusan membela Indonesia, lalu debut bersama Garuda. Karena itu, perjalanan Audero menuju tim nasional Indonesia tidak berlangsung sejak awal kariernya, melainkan melalui beberapa tahap yang saling berkaitan. Penampilan pada Juni 2025 menjadi awal kiprahnya bersama tim senior Indonesia di tengah rangkaian kualifikasi menuju Piala Dunia 2026, sekaligus menegaskan bahwa pilihan barunya telah diwujudkan dalam laga internasional resmi.
Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia, Emil Audero perlahan menempati posisi penting dalam susunan tim. Ia menjadi salah satu pilihan utama di bawah mistar, bersaing sekaligus berbagi peran dengan Maarten Paes. Kehadiran dua penjaga gawang dengan pengalaman dan karakter berbeda memberi pelatih alternatif dalam menentukan pilihan sesuai kebutuhan pertandingan. Bagi Audero, kesempatan membela Indonesia juga menghadirkan tantangan baru setelah bertahun-tahun berkarier di sepak bola Eropa.
Pengalaman Audero bermain di berbagai kompetisi Eropa disebut sebagai tambahan kekuatan bagi skuad. Ia terbiasa menghadapi tekanan pertandingan tingkat tinggi, menjaga konsentrasi, serta beradaptasi dengan beragam gaya permainan. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal ketika Indonesia menghadapi lawan dengan pendekatan berbeda, meskipun peran penjaga gawang tetap bergantung pada kerja sama seluruh pemain. Bersama Paes, Audero menjadi bagian dari persaingan sehat di posisi tersebut dan memberikan tim pilihan yang memiliki latar pengalaman internasional.
Perjalanan Audero bersama Indonesia juga mencakup keberhasilan meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menjadi bagian dari tim yang menjuarai turnamen tersebut, sebuah pengalaman penting dalam perjalanan internasionalnya bersama skuad nasional. Namun, saat berbicara mengenai keputusannya memilih Indonesia, Audero menempatkan makna pilihan itu pada pengalaman yang ia jalani, bukan hanya pada hasil pertandingan atau gelar yang diraih. Ia menyatakan merasa senang telah memilih untuk membela Indonesia. Menurut Audero, keputusan tersebut memberinya banyak hal, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam sepak bola.







