BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Keberadaan fasilitas tersebut… JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, KOTA MADIUN, JAWA… KOTA MADIUN, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Dengan demikian,… JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, KABUPATEN BOGOR, JAWA… JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Berdasarkan panduan Grab… KOTA MADIUN, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Dengan demikian,… BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Tim DVI perlu meneliti kesesuaian setiap unsur tersebut secara bertahap, termasuk memeriksa kemungkinan adanya perubahan pada kondisi jasad akibat proses yang telah berlangsung.
Data lain dalam laporan menunjukkan Beranda Sport DVI Polda Kalsel Identifikasi 12 Korban Kapal Virgo Transport 8 Post Views: 12BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan bahwa 12 korban kapal Virgo Transport 8 berhasil diidentifikasi pada Jumat di Banjarmasin. Data lain dalam laporan menunjukkan Pengumuman tersebut menjadi perkembangan penting dalam proses identifikasi korban yang dilakukan setelah tim SAR gabungan menyerahkan hasil temuan evakuasi kepada pihak terkait.Dari 12 korban yang telah dikenali, sebanyak 11 orang merupakan laki-laki dan satu orang perempuan. Sumy Hastry Purwanti menjelaskan bahwa jasad-jasad yang berhasil diidentifikasi itu berasal dari rangkaian temuan evakuasi tim SAR gabungan selama beberapa hari terakhir. Keterangan tersebut menegaskan bahwa identifikasi dilakukan secara bertahap, mengikuti penerimaan jasad dari hasil pencarian dan evakuasi yang dikerjakan bersama oleh berbagai unsur.Dengan demikian, jumlah korban kapal Virgo Transport 8 yang telah berhasil dikenali dalam pengumuman tersebut mencapai 12 orang. Informasi mengenai hasil identifikasi disampaikan secara resmi agar keluarga dan masyarakat memperoleh keterangan yang jelas, terukur, serta bersumber dari lembaga yang berwenang.Identifikasi korban kapal Virgo Transport 8 mencakup 12 orang dari sejumlah daerah di Indonesia.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Data tersebut disampaikan berdasarkan pemeriksaan identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI Polda Kalimantan Selatan. Proses ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap korban dapat dikenali secara tepat sebelum informasi disampaikan kepada keluarga.Brigjen Pol dr. Tim DVI terus menjalankan pemeriksaan sesuai prosedur untuk memperoleh kepastian identitas setiap jasad. Data tersebut disusun berdasarkan jenis kelamin dan asal daerah sebagaimana tercantum dalam sumber, sehingga setiap nama dapat dibaca secara runtut tanpa menambahkan keterangan di luar informasi yang tersedia.Korban laki-laki yang telah teridentifikasi pertama ialah Yudis Tri Kurniawan dari Sidoarjo, Jawa Timur. Berikutnya, Tigi Dadang Prayugi tercatat berasal dari Surabaya, Jawa Timur, sedangkan Jarot Setiawan berasal dari Blitar, Jawa Timur.
Seluruh informasi mengenai nama dan daerah asal disajikan sesuai data yang tersedia, tanpa mencantumkan usia, hubungan keluarga, ataupun keterangan tambahan lainnya.Proses identifikasi korban kapal Virgo Transport 8 terus diperbarui oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan. Sulisman juga teridentifikasi sebagai korban laki-laki dari Malang, Jawa Timur.Daftar berikutnya mencakup Kumaedi dari Kudus, Jawa Tengah, dan Aji Albani dari Pesawaran, Lampung. Syahril tercatat berasal dari Barito Kuala, Kalimantan Selatan, sementara Imam Buhari berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dua nama lain yang telah teridentifikasi ialah Zaenal Walad Husen dari Karawang, Jawa Barat, serta Iyus dari Garut, Jawa Barat.Selain itu, M. Taufiq tercatat sebagai korban laki-laki dari Malang, Jawa Timur. Dengan demikian, asal daerah korban laki-laki yang teridentifikasi meliputi Sidoarjo, Surabaya, Blitar, dan Malang di Jawa Timur; Kudus di Jawa Tengah; Pesawaran di Lampung; Barito Kuala dan Banjarmasin di Kalimantan Selatan; serta Karawang dan Garut di Jawa Barat. Pengelompokan ini mengikuti penulisan nama dan asal daerah dalam sumber.Korban perempuan yang telah teridentifikasi adalah Marsiti dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Nama tersebut melengkapi daftar identitas korban yang telah dikenali. Berdasarkan keterangan Hastry, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah menerima sebanyak 80 jenazah untuk menjalani rangkaian pemeriksaan dan pencocokan data. Pembaruan ini disampaikan setelah adanya tambahan 12 korban yang berhasil diumumkan identitasnya.Dari keseluruhan jenazah yang telah diterima, sebanyak 63 jenazah kini sudah teridentifikasi. Angka tersebut mencakup perkembangan terbaru dalam proses pengenalan korban yang dilakukan melalui prosedur DVI. Setiap hasil identifikasi disampaikan setelah data yang tersedia melalui pemeriksaan tim dinyatakan sesuai.Sementara itu, masih terdapat 17 jenazah yang menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Tim masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dan mencocokkan informasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Dengan demikian, status 17 jenazah tersebut belum berubah menjadi korban yang telah dikenali.Keterangan mengenai 63 jenazah yang telah teridentifikasi dan 17 jenazah yang masih diproses menjadi pembaruan keseluruhan penanganan korban oleh DVI Polda Kalimantan Selatan. Data itu merujuk pada 80 jenazah yang sudah diterima rumah sakit, termasuk perkembangan setelah pengumuman tambahan 12 korban. Proses identifikasi tetap berlangsung untuk menyelesaikan penanganan terhadap jenazah yang belum teridentifikasi.Proses identifikasi korban kapal Virgo Transport 8 masih berlangsung karena kondisi jasad yang ditemukan telah sulit dikenali secara visual. Keadaan tersebut membuat tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan tidak dapat mengandalkan pengamatan fisik semata. Setiap bagian tubuh dan informasi pendukung perlu diperiksa secara cermat agar identitas yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan data korban.Hastry menjelaskan bahwa pencocokan jasad dilakukan dengan membandingkan temuan post mortem dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga. Data ante mortem dapat mencakup informasi medis, ciri-ciri khusus, rekam gigi, sidik jari, serta keterangan lain yang berkaitan dengan korban. Karena itu, proses identifikasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.Ketelitian diperlukan agar hasil pencocokan memiliki dasar yang kuat dan keluarga memperoleh kepastian identitas secara tepat. Hastry meminta keluarga korban bersabar selama seluruh tahapan pemeriksaan dan verifikasi dijalankan oleh tim DVI. Keterangan tersebut disampaikan Hastry dengan didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Much Sofwan serta Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid.






