Dua Hari Dicari, Anak Sukabumi yang Pergi Membeli Jajanan Ditemukan Selamat

Dua Hari Dicari, Anak Sukabumi yang Pergi Membeli Jajanan Ditemukan Selamat

Kabupaten Sukabumi | Raden Soleh Putra, anak berusia 8 tahun asal Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (26/10/2026). Ia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB di wilayah Cikembang. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang berlangsung selama dua hari setelah Raden dilaporkan tidak diketahui keberadaannya. Informasi awal mengenai kejadian itu menyebutkan bahwa ia pergi untuk membeli jajanan, tetapi kemudian tidak kunjung kembali. Keluarga dan warga sekitar pun berupaya mencari keberadaannya, sementara kabar anak tersebut hilang menyebar di lingkungan setempat.

Raden dilaporkan hilang sejak Sabtu (24/10/2026). Jarak waktu laporan kehilangan dan penemuannya membuat upaya pencarian dilakukan secara berkelanjutan. Pada Senin siang, warga memperoleh informasi mengenai keberadaan anak itu di Cikembang. Setelah informasi tersebut ditindaklanjuti, Raden akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Keterangan yang tersedia belum merinci bagaimana ia berada di wilayah tersebut atau apa yang terjadi selama dua hari sejak dilaporkan hilang. Namun, kepastian bahwa ia telah ditemukan menjadi kabar penting bagi keluarga dan masyarakat yang ikut mengikuti pencarian. Penemuan ini juga mengakhiri kekhawatiran yang muncul sejak Raden tidak kembali setelah pergi membeli jajanan.

Kapolsek Cikembar Iptu Yadi Suryadi membenarkan bahwa Raden telah ditemukan. Ia menyebut informasi dari masyarakat membantu proses pencarian hingga anak tersebut diketahui berada di Cikembang. Peran warga dalam menyampaikan informasi menjadi bagian penting dari penanganan laporan ini, terutama ketika keberadaan anak belum diketahui. Polisi mengonfirmasi kondisi Raden saat ditemukan, tetapi belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai proses pencarian maupun kronologi lengkap kejadian. Dengan ditemukannya Raden dalam keadaan selamat, keluarga dapat kembali berkumpul dengannya setelah dua hari menunggu kabar. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang ketika menemukan atau mengetahui keberadaan seseorang yang sedang dicari, agar informasi dapat diperiksa dan ditindaklanjuti secara tepat.

Peristiwa hilangnya Raden bermula pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Menurut keterangan ibunya, Ida Nurhayati, yang berusia 40 tahun, Raden keluar dari rumah sekitar pukul 14.00 WIB untuk membeli tahu krispi. Kepergian tersebut, sebagaimana disampaikan Ida, memiliki tujuan sederhana: membeli jajanan. Namun, setelah berangkat, Raden tidak kunjung pulang ke rumah.

Raden diketahui merupakan siswa kelas II sekolah dasar. Informasi mengenai waktu ia meninggalkan rumah dan tujuan kepergiannya menjadi latar awal dari kabar bahwa anak tersebut tidak kembali sebagaimana diharapkan. Dari keterangan yang tersedia, tidak disebutkan berapa lama perjalanan yang biasanya diperlukan untuk membeli jajanan itu, maupun lokasi tepat tempat ia hendak membeli tahu krispi. Karena itu, rincian tersebut tidak dapat dipastikan.

Ida menyampaikan bahwa putranya pergi pada siang hari, sekitar pukul dua, pada tanggal tersebut. Sejak saat itu, kabar yang menjadi perhatian adalah bahwa Raden belum pulang. Uraian mengenai awal kejadian ini bertumpu pada keterangan sang ibu, bukan pada dugaan tentang alasan lain atau keadaan yang belum diketahui. Tidak ada informasi tambahan yang memastikan ke mana Raden pergi setelah keluar rumah, dengan siapa ia bertemu, ataupun jalur yang dilaluinya.

Dengan demikian, titik awal kejadian yang dapat dipastikan adalah keberangkatan Raden dari rumah untuk membeli tahu krispi pada Sabtu siang. Ia masih duduk di kelas II SD, sementara Ida berusia 40 tahun ketika memberikan keterangan tentang peristiwa tersebut. Fakta bahwa Raden tidak kunjung pulang menjadi pokok kabar kehilangan yang kemudian diberitakan. Bagian ini hanya menjelaskan latar keberangkatan berdasarkan keterangan ibu Raden; rincian lain yang tidak tercantum dalam informasi yang tersedia tidak ditambahkan.

Raden ditemukan setelah dua hari dicari oleh keluarga dan warga. Seorang tetangganya yang hendak pergi ke Cibadak melihat seorang anak berjalan di wilayah Cikembang. Anak itu kemudian dikenali sebagai Raden. Menyadari bahwa anak tersebut adalah warga yang sedang dicari, tetangga itu menghampiri dan memastikan kondisinya. Pertemuan tersebut menjadi titik penting dalam pencarian, sebab keberadaan Raden akhirnya diketahui setelah ia terlihat berada cukup jauh dari lingkungan rumahnya.

Saat ditemukan, Raden sedang berjalan bersama seorang pengamen yang tidak dikenal oleh tetangganya tersebut. Informasi yang tersedia tidak menjelaskan identitas pengamen itu ataupun hubungannya dengan anak laki-laki yang disebut dalam keterangan awal. Karena itu, keduanya tidak dapat dipastikan sebagai orang yang sama. Raden kemudian dibawa kembali agar dapat berkumpul dengan keluarganya. Penemuan ini mengakhiri penantian keluarga yang sebelumnya berupaya mencari keberadaannya sejak ia pergi dari rumah.

Yadi menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, Raden pada mulanya tidak berniat pergi jauh dari lingkungan tempat tinggalnya. Raden mengaku diajak oleh seorang anak laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 11 tahun untuk mencari barang bekas atau rongsokan. Setelah itu, menurut pengakuan Raden, ia ditinggalkan di Cikembang. Keterangan tersebut menggambarkan bagaimana Raden bisa berada di lokasi ketika tetangganya melihatnya, tetapi masih merupakan informasi awal yang disampaikan berdasarkan pemeriksaan terhadap anak itu.

Temuan tetangga tersebut membantu keluarga mengetahui lokasi Raden dan memastikan ia dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Meski demikian, rincian mengenai perjalanan Raden, orang-orang yang ditemuinya, serta bagaimana ia sampai berjalan bersama pengamen belum dijelaskan lebih lanjut. Keterangan yang ada sebaiknya dipahami sesuai batas informasi awal, tanpa menyimpulkan bahwa pengamen tersebut adalah orang yang mengajaknya mencari rongsokan. Fokus utama saat itu adalah membawa Raden kembali dan memastikan keselamatannya setelah pencarian selama dua hari.

Setelah menerima laporan mengenai keberadaan Raden dan memastikan kondisinya, pihak kepolisian memulangkan anak tersebut kepada keluarganya. Raden telah kembali ke rumah orang tuanya setelah dua hari dicari. Kepulangan itu menjadi kabar melegakan bagi keluarga yang sebelumnya berupaya menemukan dirinya. Polisi memastikan bahwa Raden berada dalam keadaan sehat secara jasmani dan rohani ketika diserahkan kembali kepada orang tuanya. Dengan demikian, ia dapat kembali berada di lingkungan keluarga dan mendapatkan pendampingan dari orang-orang terdekatnya.

Meski kondisi fisiknya dinyatakan sehat, Raden masih merasa takut setelah peristiwa yang dialaminya. Karena itu, kepulangannya bukan hanya menandai berakhirnya pencarian, tetapi juga menjadi saat bagi keluarga untuk mendampingi dan menenangkan anak tersebut. Kehadiran orang tua di rumah diharapkan dapat membuat Raden merasa lebih aman. Polisi menyampaikan bahwa langkah pemulangan dilakukan setelah laporan diterima dan keadaan anak dipastikan, sehingga keluarga dapat mengetahui bahwa Raden sudah kembali dengan selamat. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai alasan Raden pergi, dan kepolisian tidak menyampaikan dugaan mengenai motif kejadian tersebut.

Iptu Yadi mengingatkan para orang tua agar lebih berhati-hati dalam mengawasi anak, terutama ketika mereka sedang bermain. Pengawasan perlu dilakukan supaya orang tua mengetahui keberadaan anak dan dapat memastikan keselamatannya. Imbauan ini disampaikan sebagai perhatian bagi keluarga agar tetap memperhatikan aktivitas anak dalam keseharian, termasuk saat anak berada di luar rumah. Orang tua juga diharapkan menjaga komunikasi dengan anak dan memastikan mereka berada di lingkungan yang aman. Kepolisian menekankan pentingnya kewaspadaan keluarga dalam mendampingi anak, tanpa mengurangi kesempatan mereka untuk bermain. Setelah Raden kembali, keluarga dapat memberikan dukungan dan perhatian yang dibutuhkan, sementara orang tua lain diharapkan menjadikan pesan tersebut sebagai pengingat untuk lebih cermat menjaga anak saat beraktivitas.