Surabaya | Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan 3-1 atas Madura United dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/10). Hasil tersebut memastikan tuan rumah meraih tiga poin, tetapi jalannya laga tidak sepenuhnya mudah. Kedua tim saling memberi tekanan dan pertandingan sempat berjalan ketat sebelum Persebaya memastikan keunggulan pada penghujung waktu bermain. Madura United bahkan mampu mencetak gol balasan, sehingga tuan rumah perlu menjaga fokus untuk kembali mengendalikan keadaan. Skor akhir mencerminkan keberhasilan Persebaya memanfaatkan fase penentu pertandingan, terutama saat kesempatan mencetak gol kembali terbuka menjelang laga usai.
Sejak pertandingan berlangsung, Persebaya dan Madura United berusaha membangun serangan untuk memperoleh keunggulan. Persaingan di lapangan membuat tuan rumah tidak bisa langsung menjauh dari lawannya, sementara Madura United tetap berupaya mencari peluang untuk menyamakan kedudukan. Gol balasan tim tamu membuat pertandingan semakin terbuka dan menjaga ketegangan hingga fase akhir. Situasi itu menuntut Persebaya untuk tetap disiplin, baik ketika menguasai bola maupun saat meredam serangan lawan. Dalam pertandingan dengan skor yang masih berimbang secara persaingan, satu momen dapat mengubah arah laga. Persebaya akhirnya menemukan cara untuk kembali menekan dan memaksimalkan peluang yang hadir sebelum peluit akhir.
Dua gol Persebaya yang tercipta pada penghujung laga menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Tambahan gol itu mengubah persaingan yang sebelumnya ketat menjadi kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1. Bagi tuan rumah, hasil ini menunjukkan pentingnya menjaga konsentrasi sampai menit-menit terakhir, terutama setelah lawan berhasil membalas gol. Madura United sempat memberi tantangan dan membuat Persebaya harus bekerja keras, tetapi tidak mampu mempertahankan kedekatan skor hingga akhir. Dukungan bermain di Stadion Gelora Bung Tomo turut menjadi bagian dari suasana pertandingan di Surabaya. Dengan hasil tersebut, Persebaya menutup laga dengan kemenangan, sementara drama yang terjadi menjelang akhir memastikan tiga poin bagi tim tuan rumah.
Babak pertama di Surabaya berlangsung dengan Persebaya tampil lebih aktif sejak menit-menit awal. Tuan rumah berusaha menguasai aliran bola dan membangun serangan secara bertahap, sementara lawan mencoba menjaga organisasi pertahanan serta mencari kesempatan untuk keluar dari tekanan. Ritme pertandingan menunjukkan bahwa Persebaya ingin segera mengambil kendali, terutama melalui pergerakan pemain di area depan dan upaya memanfaatkan ruang di sisi lapangan.
Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-22. Miguel Pinto mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Persebaya unggul 1-0. Gol itu menjadi momen penting yang mengubah suasana pertandingan, sekaligus memberi dorongan bagi tuan rumah untuk terus bermain menyerang. Para pemain Persebaya tampak semakin percaya diri setelah berhasil memecah kebuntuan, sedangkan lawan harus merespons ketertinggalan dengan lebih cermat.
Setelah unggul, Persebaya tidak memilih untuk mengendurkan tempo. Tuan rumah terus menekan dan berusaha memperbesar keunggulan melalui rangkaian serangan yang disusun dari berbagai sisi. Penguasaan bola tetap lebih banyak berada di pihak Persebaya, yang berupaya menjaga lawan tetap berada di wilayah pertahanan mereka. Beberapa usaha untuk menciptakan peluang tambahan terus dilancarkan, tetapi belum berujung pada gol kedua.
Di sisi lain, lawan berusaha meredam intensitas serangan dan mempertahankan peluang untuk kembali ke permainan. Persebaya tetap mampu mengontrol jalannya laga selama babak pertama, baik dalam penguasaan bola maupun dalam menentukan arah permainan. Meski demikian, keunggulan satu gol membuat pertandingan masih terbuka. Setiap peluang yang tidak dimaksimalkan berpotensi memberi ruang bagi lawan untuk bangkit setelah jeda.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya 45 menit pertama, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Persebaya. Gol Miguel Pinto menjadi pembeda sementara dalam laga di Surabaya tersebut. Tuan rumah memiliki modal positif berkat dominasi dan tekanan yang mereka bangun, tetapi belum mampu menambah jarak. Babak kedua pun menjanjikan tantangan berbeda, dengan Persebaya perlu menjaga kendali dan lawan dituntut mencari cara untuk mengejar ketertinggalan.
Selepas jeda, intensitas derbi Suramadu meningkat. Madura United tampil lebih berani dan berusaha mencari celah untuk mengejar ketertinggalan. Perubahan pendekatan itu membuat pertandingan kembali berjalan terbuka, sementara Persebaya tetap berupaya menjaga keunggulan. Kedua tim terlibat dalam perebutan bola yang lebih sengit, dan tekanan Madura United berlanjut meski situasi pertandingan kemudian berubah.
Pada menit ke-65, Paulo Sitanggang menerima kartu merah sehingga Madura United harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim, tetapi mereka tidak berhenti mencoba membangun serangan. Madura United tetap berusaha menekan dan mencari kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Upaya itu membuahkan hasil melalui Gali Freitas, yang mencetak gol balasan dan membuat skor kembali seimbang. Gol tersebut menjaga persaingan tetap terbuka hingga waktu normal mendekati akhir.
Memasuki masa injury time, pertandingan kembali diwarnai keputusan penting. Pelanggaran Pedro Monteoro terhadap Pinto berujung pada pemeriksaan VAR. Setelah insiden itu dipantau melalui tayangan ulang, wasit menunjuk titik putih untuk Persebaya. Yuran Fernandes maju sebagai eksekutor penalti dan berhasil menaklukkan Angga Saputra. Gol dari titik penalti itu mengubah skor pada pengujung laga, ketika waktu pertandingan tinggal sedikit.
Madura United kemudian menghadapi situasi sulit setelah penalti tersebut. Kekecewaan terlihat pada para pemainnya, sementara mental tim tampak menurun setelah keputusan itu. Meski demikian, laga belum berakhir dan Persebaya masih sempat menambah gol. Yann Mbella mencetak gol pada menit ke-90+6, memperbesar keunggulan Persebaya pada saat-saat terakhir pertandingan. Gol itu menjadi penutup rangkaian drama di penghujung laga, setelah Madura United sempat menyamakan kedudukan meski bermain dengan sepuluh pemain. Perubahan skor pada masa tambahan waktu memastikan derbi Suramadu berakhir dengan Persebaya kembali unggul, sementara para pemain Madura United menunjukkan kekecewaan di lapangan.
Pada pertandingan lain yang berlangsung pada hari yang sama, Bhayangkara FC dan PSM Makassar harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang tanpa gol di Stadion Sumpah Pemuda. Kedua tim tidak berhasil mengubah peluang menjadi gol sepanjang laga, sehingga skor 0-0 bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil ini menambah catatan kompetisi mereka pada pekan tersebut, meski dampaknya bagi posisi klasemen dan perjalanan musim masing-masing memiliki arti yang berbeda.
Bagi Bhayangkara FC, hasil tanpa gol itu menjaga status mereka sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Super League 2026/2027. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi dalam menghindari kekalahan pada awal kompetisi, sebuah modal penting untuk menjaga kepercayaan diri skuad. Namun, belum terkalahkan tidak serta-merta menempatkan tim di papan atas. Bhayangkara FC masih berada di peringkat kedelapan, posisi yang termasuk kelompok tengah klasemen dan menyisakan ruang untuk memperbaiki hasil pada pertandingan berikutnya.
Tambahan satu poin dari laga melawan PSM memberi Bhayangkara FC kesempatan mempertahankan rekor positif, tetapi hasil imbang juga membatasi peluang mereka untuk bergerak naik dengan cepat. Dalam persaingan liga yang masih berjalan, setiap poin dapat berpengaruh pada jarak antartim. Karena itu, konsistensi perlu disertai kemampuan mengamankan kemenangan, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu menahan serangan dan menjaga pertandingan tetap ketat. Evaluasi atas penyelesaian akhir dan efektivitas permainan dapat menjadi bagian penting dari persiapan selanjutnya.
PSM Makassar juga membawa pulang satu poin dari pertandingan tersebut.
Baca juga: Menggelegar di Surabaya! Kontingen Kodim Bojonegoro Borong Medali di ‘Open Tournament Taekwondo’ Piala Panglima TNI 2026 | Kontingen Karate Akmil Raih 9 Medali pada _National Karate Championship Bhayangkara Eager Series_ II 2026 | Marfor Berbagi Ilmu Jungle Operation dan Fire Support Team Pada Latgabma SGS 2026






