Jakarta | Cristiano Ronaldo mengumumkan pensiun dari tim nasional Portugal setelah membela negaranya selama 23 tahun. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang bersama tim yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya sejak 2003. Pengumuman itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah ke Instagram, tempat Ronaldo berbicara langsung mengenai perpisahan dan makna mengenakan seragam Portugal.
Dalam pesannya kepada rakyat Portugal, Ronaldo menggambarkan keputusan untuk meninggalkan tim nasional sebagai sesuatu yang berat. Ia menyampaikan bahwa tim tersebut bukan sekadar tempatnya bermain sepak bola, melainkan bagian besar dari kehidupan dan perjalanan kariernya. Setelah lebih dari dua dekade mewakili negaranya, ia kini memilih mengembalikan seragam bernomor tujuh kepada generasi berikutnya.
Nomor tujuh memiliki arti khusus dalam kiprah Ronaldo bersama Portugal, tetapi ia menegaskan bahwa nomor itu tidak pernah semata-mata menjadi miliknya. Mengenakan seragam tersebut, membelanya di lapangan, dan membawanya ke berbagai stadion di dunia merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab. Selama 23 tahun, nomor itu melekat pada perjalanan yang dijalani bersama rekan setim, pendukung, dan masyarakat Portugal.
Pesan tersebut juga menunjukkan bahwa keputusan pensiun tidak dibuat dengan ringan. Ronaldo mengatakan bahwa langkah ini melibatkan perasaan, sehingga proses untuk sampai pada keputusan akhir tidak mudah. Pernyataannya menjadi penanda bahwa perpisahan dari tim nasional bukan hanya perubahan dalam karier, tetapi juga penutupan bab penting yang berlangsung sejak ia mulai membela Portugal pada 2003.
Dengan menyerahkan nomor tujuh kepada generasi berikutnya, Ronaldo menyampaikan bahwa masa depan tim nasional kini berada di tangan pemain-pemain yang akan meneruskan perjuangan Portugal. Ia mengakhiri perannya sebagai pemain tim nasional setelah 23 tahun, sambil mengakui besarnya kehormatan dan tanggung jawab yang menyertai kesempatan tersebut. Pengumuman melalui Instagram itu pun memberi konteks personal pada keputusan yang mengakhiri hubungan panjangnya dengan seragam Portugal, sekaligus membuka ruang bagi penerus untuk membawa nomor tujuh ke babak berikutnya dalam sejarah tim.
Catatan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal menempatkannya di pemain paling produktif dalam sejarah sepak bola internasional. Hingga akhir kiprahnya, ia mencatat 146 gol dalam 234 penampilan untuk Portugal. Kedua angka tersebut disebut sebagai rekor dunia sepak bola internasional putra: tidak ada pemain putra yang mencetak lebih banyak gol atau tampil lebih sering untuk tim nasional. Rekor itu mencerminkan daya tahan, konsistensi, dan peran panjangnya di level tertinggi selama lebih dari dua dekade.
Ronaldo juga menjadi bagian penting dari perjalanan Portugal di Piala Eropa. Ia tampil dalam enam edisi turnamen, dari 2004 hingga 2024, melewati beberapa generasi pemain dan perubahan pelatih. Puncak keberhasilan itu datang pada 2016, ketika Portugal menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya. Meski cedera membuatnya meninggalkan lapangan lebih awal dalam final melawan Prancis, Ronaldo tetap mendukung rekan-rekannya dari tepi lapangan. Gelar tersebut menjadi tonggak utama bagi Portugal sekaligus salah satu pencapaian paling berharga dalam karier internasionalnya.
Kesuksesan Portugal berlanjut di UEFA Nations League. Tim itu menjuarai edisi perdana pada 2019, dengan Ronaldo berperan besar, termasuk lewat hat-trick pada semifinal melawan Swiss. Portugal kembali meraih gelar pada 2025, dan Ronaldo turut berkontribusi dalam kampanye tersebut. Dua trofi Nations League itu menambah koleksi prestasi tim nasional yang dibangun bersama sang kapten, serta menunjukkan bahwa pengaruhnya bertahan setelah keberhasilan di Piala Eropa.
Piala Dunia menjadi bagian berbeda dari rekam jejak tersebut. Ronaldo tampil dalam lima edisi, tetapi belum pernah mengangkat trofi turnamen terbesar itu. Pencapaian terbaik Portugal selama ia bermain di Piala Dunia adalah finis di posisi keempat pada 2006, setelah kalah dari Prancis di semifinal dan mengalahkan tuan rumah Jerman dalam perebutan tempat ketiga. Hasil itu tetap menjadi salah satu penampilan terbaik Portugal di ajang tersebut. Dengan demikian, karier internasional Ronaldo memadukan rekor individu yang luar biasa dengan gelar-gelar penting bersama Portugal, meskipun gelar Piala Dunia tidak pernah tercapai.
Pengumuman Cristiano Ronaldo mengenai pengunduran dirinya dari tim nasional Portugal muncul di tengah kabar bahwa hubungannya dengan pelatih Jorge Jesus memburuk. Perselisihan tersebut menjadi latar penting bagi keputusan yang mengakhiri kiprahnya bersama Portugal setelah lebih dari dua dekade. Meski demikian, laporan mengenai ketegangan itu tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh alasan di balik keputusannya.
Pada September 2026, Ronaldo dilaporkan meninggalkan pemusatan latihan tim nasional setelah mengetahui bahwa ia tidak akan menjadi starter dalam pertandingan Nations League melawan Denmark. Keputusan tersebut disebut mengecewakannya, terutama karena ia berharap mendapat peran utama dalam laga itu. Kepergiannya dari kamp kemudian memicu perhatian luas dan memperbesar spekulasi tentang hubungan sang pemain dan pelatih.
Ketegangan itu juga dikaitkan dengan pertandingan sebelumnya, ketika Ronaldo dilaporkan kecewa karena hanya menjadi pemain cadangan saat Portugal menghadapi Norwegia. Menurut laporan yang beredar, ia sempat menuduh Jesus dua kali mengingkari janji terkait peran dan kesempatan bermainnya. Namun, rincian percakapan pribadi keduanya tidak seluruhnya diketahui publik, sehingga laporan tersebut perlu dipahami sebagai kabar yang beredar, bukan penjelasan langsung dari Ronaldo mengenai keputusan pensiunnya.
Federasi Sepak Bola Portugal kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 215 pound sterling dan skorsing selama 30 hari. Hukuman itu, berdasarkan keterangan yang tersedia, tidak mencakup pertandingan tim nasional. Dengan demikian, sanksi tersebut tidak secara otomatis berarti Ronaldo dilarang bermain untuk Portugal dalam laga internasional. Perbedaan sanksi disipliner dan statusnya di tim nasional penting untuk diperhatikan saat menilai dampak perselisihan ini.
Dalam video perpisahannya, Ronaldo tidak membahas perselisihan dengan Jesus secara langsung. Ia menyampaikan keputusan untuk mengakhiri perjalanan bersama Portugal tanpa menguraikan pertikaian yang dilaporkan atau mengonfirmasi bahwa masalah dengan pelatih menjadi penyebab tunggal. Karena itu, hubungan yang memburuk dan ketidakpuasan atas kesempatan bermain dapat dipandang sebagai konteks yang muncul sebelum pengumuman, tetapi kaitannya dengan keputusan pensiun tetap tidak dinyatakan secara eksplisit oleh Ronaldo.
Dalam mengenang perjalanannya bersama Portugal, Cristiano Ronaldo mengakui bahwa kariernya tidak selalu berjalan sempurna. Ia menyebut berbagai pengalaman yang membentuk waktunya bersama tim nasional, termasuk kemenangan yang akan selalu diingat serta kekalahan yang masih terasa menyakitkan. Pengakuan tersebut menggambarkan perjalanan panjang yang diwarnai hasil berbeda-beda, tanpa meniadakan arti setiap momen yang telah dilalui.
Ronaldo juga menyinggung kesalahan dan penderitaan yang menjadi bagian dari pengalamannya. Ia tidak menggambarkan karier itu sebagai perjalanan tanpa hambatan, melainkan sebagai rangkaian peristiwa yang mencakup keberhasilan sekaligus kesulitan. Dalam refleksinya, kemenangan, kekalahan, kesalahan, dan penderitaan hadir sebagai kenangan yang melekat pada masa pengabdiannya untuk Portugal.
Penghormatan terhadap kontribusi tersebut juga direncanakan oleh Federasi Sepak Bola Portugal. Federasi berencana menyiapkan penghormatan khusus sebagai apresiasi atas dedikasi Ronaldo selama lebih dari dua dekade. Rencana itu menjadi bentuk pengakuan atas masa panjang yang ia jalani bersama tim nasional, sejak awal karier internasionalnya hingga mendekati akhir perjalanan tersebut.
Pesan penutup Ronaldo menempatkan kehormatan membela Portugal sebagai hal yang paling bermakna dalam perjalanan kariernya. Ia telah bekerja keras untuk menjadi pemain terbaik di dunia, tetapi pada akhirnya menyadari bahwa mewakili negaranya merupakan kemenangan terbesarnya. Pernyataan itu merangkum refleksinya tanpa menghapus pengalaman sulit yang turut menyertai perjalanan tersebut: kebanggaan membela Portugal menjadi pencapaian yang ia nilai paling besar.
17 kunjungan
