Atika Nur Rahmania Wafat, Pemprov DKI Kenang Dedikasinya

Atika Nur Rahmania Wafat, Pemprov DKI Kenang Dedikasinya

Jakarta | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, meninggal dunia pada Rabu sore, 4 November. Kabar tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko. Kepergian Atika menjadi kabar duka bagi lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tempat ia mengemban tugas sebagai kepala Bappeda. Informasi mengenai wafatnya Atika disertai keterangan tentang lokasi jenazah disemayamkan dan rencana pemakaman.

Menurut keterangan Sigit, sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Atika disemayamkan di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka yang berada di Jakarta Timur. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan keluarga sebelum pemakaman. Sigit menyampaikan informasi itu saat menjelaskan penanganan jenazah dan rencana penghormatan terakhir bagi pejabat Pemprov DKI tersebut.

Pemakaman Atika direncanakan berlangsung pada Kamis, 5 November, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Namun, hingga keterangan disampaikan, waktu pelaksanaan pemakaman belum dipastikan. Kepastian jam pemakaman masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Karena itu, jadwal yang beredar sejauh ini hanya menyebut hari dan lokasi yang direncanakan, bukan waktu keberangkatan atau prosesi secara terperinci.

Informasi mengenai rencana pemakaman dapat berubah mengikuti keputusan keluarga. Keterangan yang disampaikan Sigit menjadi acuan awal mengenai lokasi jenazah dan tujuan pemakaman, sementara rincian waktu akan diumumkan setelah ada konfirmasi. Tidak ada keterangan mengenai penyebab wafat Atika dalam informasi tersebut, sehingga hal itu tidak dapat dipastikan atau disimpulkan dari jadwal pemakaman. Untuk sementara, kabar yang telah disampaikan mencakup wafatnya pada Rabu sore, persinggahan di RSUD Tarakan, pemindahan ke rumah duka di Jakarta Timur, serta rencana pemakaman keesokan harinya di TPU Pondok Kelapa.

Kepergian Atika Nur Rahmania meninggalkan duka bagi jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sigit menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Atika, yang selama bertugas tidak hanya menjalankan peran sebagai pejabat, tetapi juga menjadi rekan kerja bagi orang-orang di lingkungan pemerintahan. Pernyataan tersebut menggambarkan kehilangan yang dirasakan lebih luas daripada sekadar berakhirnya masa pengabdian seorang pejabat. Sosok Atika dikenang melalui kontribusi dan dedikasinya dalam menjalankan tanggung jawab yang diemban.

Dalam menyampaikan dukacita, Sigit menekankan bahwa Pemprov DKI kehilangan seorang pejabat, seorang rekan, serta sosok yang dinilai luar biasa. Penilaian itu berkaitan dengan kontribusi, dedikasi, dan tanggung jawab Atika selama bertugas. Dengan demikian, penghormatan terhadap Atika bertumpu pada hal-hal yang telah ia berikan dalam pekerjaannya dan hubungan profesionalnya dengan lingkungan Pemprov. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi jajaran yang pernah bekerja bersama maupun bagi institusi tempat ia mengabdi.

Ungkapan Sigit sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian Atika dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan tugasnya di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia tidak hanya dipandang melalui jabatan yang pernah dijalankan, tetapi juga melalui kesungguhan dalam berkontribusi dan menunaikan tanggung jawab. Rasa duka yang disampaikan mencerminkan penghargaan atas dedikasi tersebut, tanpa mengesampingkan kehilangan personal yang dirasakan rekan-rekannya. Bagi jajaran Pemprov DKI, kenangan terhadap Atika melekat pada kerja dan pengabdian yang telah ia tunjukkan selama bertugas. Pernyataan kehilangan itu menjadi bentuk penghormatan kepada seorang kolega yang dinilai memberikan kontribusi berarti. Melalui penyampaian dukacita tersebut, Sigit menegaskan bahwa kepergian Atika dirasakan oleh institusi dan orang-orang yang mengenalnya dalam lingkungan kerja. Kesedihan itu hadir bersamaan dengan pengakuan terhadap tanggung jawab dan dedikasi yang telah ia jalankan. Sosok Atika pun dikenang dalam kapasitasnya sebagai pejabat sekaligus rekan, dengan kontribusi yang menjadi alasan utama jajaran Pemprov DKI menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya.Keterangan Sigit menggambarkan bahwa pada Rabu sore, sebelum wafat, Atika Nur Rahmania masih menjalankan tugasnya. Ia memberikan arahan dan motivasi kepada aparatur sipil negara yang baru dilantik menjadi pegawai negeri sipil. Informasi tersebut menunjukkan bahwa Atika tetap hadir untuk menjalankan tanggung jawab dan mendukung para ASN baru pada waktu itu. Tidak ada rincian lain mengenai kegiatan tersebut, sehingga yang dapat disampaikan adalah bahwa ia menyampaikan arahan serta dorongan kepada mereka dalam kapasitasnya sebagai bagian dari tugas. Kabar tentang dedikasi itu menjadi salah satu hal yang dikenang setelah kepergiannya.

Bagi Sigit, tindakan Atika pada Rabu sore tersebut mencerminkan semangat kerja yang patut menjadi perhatian jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap semangat Atika dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi aparatur lainnya. Harapan itu menempatkan dedikasi almarhumah bukan hanya sebagai kenangan pribadi, tetapi juga sebagai teladan dalam menjalankan tugas. Arahan dan motivasi yang ia berikan kepada ASN baru menjadi bagian dari pengabdian yang disampaikan Sigit kepada publik. Pesan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga semangat dalam bekerja dan melayani, tanpa mengabaikan bahwa setiap orang memiliki peran serta tanggung jawab masing-masing di lingkungan pemerintahan.

Dalam mengenang Atika, perhatian diarahkan pada fakta bahwa ia masih menjalankan tugas dan memberikan dorongan kepada pegawai yang baru dilantik. Sigit berharap sikap tersebut terus menginspirasi rekan-rekannya. Dengan demikian, kenangan atas Atika dapat menguatkan semangat jajaran untuk meneruskan pekerjaan dan melaksanakan tanggung jawab secara sungguh-sungguh. Pesan yang disampaikan Sigit berangkat dari tindakan Atika pada hari itu: memberi arahan serta motivasi kepada ASN baru. Hal itu menjadi pengingat bagi jajaran bahwa pengabdian dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan dukungan kepada sesama aparatur. Dedikasi Atika pun dikenang melalui pesan sederhana tersebut, yang diharapkan menjaga semangat kerja di lingkungan Pemprov DKI setelah kepergiannya.

Sebelum memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania terlebih dahulu mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta. Ia menjabat pada Agustus 2018 hingga September 2022. Periode tersebut menempatkannya di lingkungan kerja yang berkaitan dengan komunikasi pemerintah, teknologi informasi, dan pengelolaan statistik. Dalam peran itu, Atika aktif mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan publik di Jakarta.

Upaya tersebut tercermin dalam dukungan terhadap pengembangan superapps JAKI, yang menjadi salah satu sarana digital layanan publik di ibu kota. Pengembangan JAKI merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi yang didorong selama masa kepemimpinannya di Diskominfotik. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga mencakup penyediaan informasi melalui situs tanggap COVID-19. Situs tersebut menjadi kanal yang berkaitan dengan respons pemerintah terhadap pandemi, sementara penggunaan platform digital membantu masyarakat mengakses informasi yang dibutuhkan.

Perhatian terhadap layanan berbasis teknologi juga terlihat melalui situs pengawasan banjir. Kehadiran situs tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan digital dalam penyampaian informasi terkait kondisi banjir di Jakarta. Bersama pengembangan JAKI dan situs tanggap COVID-19, inisiatif itu menggambarkan kontribusi Atika dalam mendorong penerapan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik. Rekam pengabdiannya di Diskominfotik, dari Agustus 2018 sampai September 2022, mencakup dukungan terhadap berbagai kanal digital yang digunakan dalam pelayanan dan penyediaan informasi bagi warga Jakarta.

Baca juga: Kualitas Udara Makassar Menurun, Pemprov Sulsel Minta Warga Waspada | Perindo Buka Kolaborasi dengan Pemprov Gorontalo untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat | Pemprov Papua Dorong Penyesuaian Kuota BBM Subsidi untuk Kebutuhan Masyarakat dan Pembangunan

443 kunjungan